AHSRIC: Bukan Sekadar Lomba, Melainkan Pabrik Agen Perubahan
Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) adalah kompetisi instruktur safety riding yang dirancang untuk menguji, menyertifikasi, dan mengembangkan instruktur serta advisor sebagai agen perubahan budaya keselamatan berkendara, melalui seleksi berjenjang, standar penilaian instruktur yang ketat, dan integrasi dengan pusat pelatihan serta jaringan edukasi yang luas.
Puncak kompetisi AHSRIC 2026 digelar 4–7 Agustus di Astra Honda Motor Safety Riding Park, Deltamas, Cikarang, yang merupakan pusat pelatihan keselamatan berkendara sepeda motor Honda terbesar di Asia Tenggara. Di sinilah PT Astra Honda Motor resmi mengumumkan para pemenang The 17th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition. Namun fokus utama ajang ini bukan trofi, melainkan kualitas instruktur safety riding yang akan mengajar di lapangan. Mengusung tema “Beyond Seventeen, The Change Makers”, AHSRIC dengan terang menyatakan ambisinya: melampaui rutinitas lomba dan menjadikan instruktur serta advisor Honda sebagai penggerak perubahan perilaku berkendara.

Standar Penilaian Baru: Dari Sekadar Mahir Mengendarai ke Mampu Mengubah Perilaku
Perubahan paling penting dari kompetisi AHSRIC tahun ini adalah pembaruan sistem penilaian coaching yang kini mengacu pada hasil riset internal tentang tren perilaku keselamatan berkendara. Ini langkah tepat: kecelakaan di jalan raya lebih banyak dipicu perilaku dan sikap, bukan hanya keterbatasan skill teknis. Karena itu, para finalis yang terdiri dari instruktur dan advisor safety riding terbaik se-nusantara tidak hanya diuji kemampuan teknis berkendara aman, tetapi juga keterampilan menyampaikan materi edukasi dan kemampuan mengenali potensi bahaya di jalan.
Artinya, standar penilaian instruktur kini bergerak dari “bisa mengajar teknik” menjadi “mampu memengaruhi perilaku”. Ini keputusan strategis yang akan berdampak langsung pada kualitas edukasi di lapangan. Kutipan resmi menyatakan, “Tahun ini, sistem penilaian coaching diperbarui dengan parameter yang mengacu pada hasil riset internal mengenai tren perilaku keselamatan berkendara.” Dengan kata lain, instruktur safety riding Honda dipaksa naik kelas: tidak cukup fasih soal rem dan tikungan, mereka harus piawai menjelaskan risiko, mengelola kelas, dan membangun kesadaran.
17 Tahun Konsisten: Dari Kompetisi Internal ke Fondasi Budaya #Cari_Aman
Memasuki penyelenggaraan ke-17, AHSRIC telah berkembang jauh dari kompetisi internal menjadi fondasi penting bagi budaya keselamatan berkendara. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa kompetisi yang digelar lebih dari 17 tahun ini adalah bukti komitmen memperkuat fondasi keselamatan berkendara. Ini bukan klaim kosong: ajang tahunan ini secara konsisten menjadi wadah bagi instruktur, advisor komunitas, dan jaringan main dealer Honda untuk mengasah kompetensi sekaligus memperkuat komitmen membangun budaya keselamatan berkendara.
Kampanye #Cari_Aman yang diperkenalkan sejak 2017 menjadi identitas utama program ini dan menyasar kuat generasi muda. AHSRIC lalu berfungsi sebagai filter kualitas: hanya instruktur dan advisor yang memenuhi standar penilaian instruktur terbaru yang layak menjadi wajah kampanye ini. Dengan perjalanan yang panjang, wajar jika fokusnya bergeser dari “berapa banyak peserta dilatih” menjadi “berapa banyak perubahan perilaku yang terjadi”. Seperti disampaikan manajemen AHM, yang penting bukan lagi angka keikutsertaan, tetapi dampak agen perubahan terhadap pengguna sepeda motor di kehidupan sehari-hari.

Skala Nasional: Ribuan Peserta, Ratusan Finalis, Satu Tujuan yang Sama
Keunggulan kompetisi AHSRIC 2026 bukan hanya pada konsep, tetapi juga pada skala dan ketatnya seleksi. Sebelum mencapai babak nasional, seleksi regional melibatkan 120 instruktur safety riding, 2.690 advisor safety riding dari jaringan dealer Honda, dan 916 advisor komunitas Honda dari seluruh Indonesia. Dari proses panjang ini, dipilih 209 peserta terbaik yang melaju ke tingkat nasional: 19 instruktur big bike, 66 instruktur sport, 14 instruktur AT, 28 dealer advisor, 55 community advisor sport, dan 28 community advisor AT.
Kompetisi AHSRIC 2026 memperlombakan sembilan kategori, mulai dari instruktur big bike, sport, AT, hingga grup instruktur main dealer dan safety riding center, termasuk kategori Safety Riding Innovation. Kategori inovasi bahkan kini memasukkan edukasi keselamatan berlalu lintas bagi anak-anak. Ini langkah progresif: menyiapkan instruktur safety riding yang peka terhadap pendidikan usia dini. Di ujung proses, PT Astra Honda Motor mengumumkan daftar pemenang dari berbagai kelas, mulai dari instruktur sport hingga instruktur big bike. Para juara ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi standar hidup baru bagi rekan-rekan instruktur lain di jaringan Honda.
Dampak ke Masyarakat: Dari Safety Riding Park ke Sekolah dan Komunitas
Pertanyaan terpenting: apa dampak semua ini untuk pengguna jalan biasa? Jawabannya ada pada ekosistem pelatihan yang terus diperluas. AHM bersama jaringan main dealer menghadirkan sembilan Safety Riding Center di berbagai wilayah dan membangun AHM Safety Riding Park sebagai pusat pelatihan terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas ini tidak hanya dipakai peserta kompetisi, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pemahaman keselamatan berkendara. Ini penting, karena instruktur safety riding yang dilatih dengan standar tinggi perlu akses langsung ke masyarakat, bukan hanya ke ruang simulasi.
Program edukasi diperkuat melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah binaan, enam Safety Riding Lab, serta kolaborasi dengan 38 sekolah binaan safety riding untuk menanamkan budaya berkendara aman, nyaman, dan menyenangkan sejak usia dini. Di sinilah standar penilaian instruktur yang baru menemukan relevansinya: mereka tidak hanya mengajar orang dewasa di komunitas motor, tetapi juga membentuk pola pikir generasi muda. Jika AHSRIC terus konsisten mengembangkan profesional keselamatan berkendara dengan kualitas seperti ini, efek jangka panjangnya bisa nyata: lebih sedikit pengguna jalan yang abai, lebih banyak pengendara yang sadar risiko, dan pada akhirnya, jalanan yang lebih aman bagi semua.






