Geely EX2: SUV listrik kompak yang mendobrak batas harga dan jarak tempuh
Geely EX2 adalah SUV listrik kompak yang memadukan harga mulai sekitar Rp229 juta, jangkauan hingga 410 km, dan kemampuan penggunaan harian maupun luar kota dalam satu paket mobil listrik terjangkau yang menyasar pengguna yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa mengeluarkan biaya besar. Dalam waktu singkat, model ini berhasil menembus lebih dari 10.000 pengguna sejak brand kembali aktif di pasar otomotif awal tahun lalu, dengan 6.500 unit di antaranya adalah EX2 yang sudah terjual maupun dipesan. Angka ini bukan sekadar catatan penjualan, melainkan penanda pergeseran selera konsumen ke arah SUV listrik kompak yang fungsional dan ekonomis. Menurut Geely Auto Indonesia, “Geely EX2 yang baru meluncur awal tahun ini sukses menyedot perhatian dengan angka penjualan menembus 6.500 unit”.

Geely EX2 harga dan value: kombinasi jarak tempuh dan performa yang sulit disaingi
Kekuatan utama Geely EX2 ada pada keseimbangan antara harga dan kemampuan. Sebagai mobil listrik terjangkau, SUV ini ditawarkan mulai sekitar Rp229 jutaan dengan jarak tempuh hingga 410 km per pengisian. Di pasar, dua varian yang tersedia—EX2 Pro dan EX2 Max—masing-masing dibanderol Rp239,9 juta dan Rp269,9 juta, menempatkannya di tengah persaingan SUV listrik kompak yang kian padat. Untuk konsumen, angka ini memberi alternatif EV tanpa label harga premium yang biasa melekat pada mobil listrik. Baterai 30,12 kWh sanggup menempuh sekitar 310 km, sementara baterai 40,8 kWh menawarkan jangkauan 395–410 km dengan teknologi LFP yang lebih aman dan tahan panas. Fast charging DC yang mampu mengisi dari 30% ke 80% dalam 20–25 menit membuatnya praktis untuk keperluan harian di kota dan perjalanan antarkota.

Produksi digandakan: senjata Geely untuk melawan waktu tunggu dan kompetitor
Lonjakan permintaan bukan hanya terjadi di ruang pamer, tetapi juga memaksa pabrikan bergerak cepat di lini produksi. Di tengah persaingan SUV listrik kompak yang diisi model lain seperti BYD Atto 1 dan Chery Q, Geely EX2 berhasil membukukan lebih dari 6.500 surat pemesanan kendaraan. Respon produsen jelas: kapasitas produksi di fasilitas Purwakarta digandakan untuk mempercepat pengiriman dan menekan waktu tunggu. Saat ini, lebih dari 2.000 unit EX2 sudah disiapkan sebagai stok agar konsumen tidak terlalu lama mengantre. Strategi ini menunjukkan bahwa kemenangan di segmen mobil listrik terjangkau bukan hanya soal spesifikasi, tetapi kemampuan mengalirkan unit ke jalan secepat mungkin. “Geely EX2 juga menjadi small EV nomor satu terlaris secara global, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di segmen kendaraan listrik kompak,” ujar Constantinus Herlijoso.

Pengguna dan komunitas: mengapa 10.000 konsumen pertama ini penting
Capaian lebih dari 10.000 konsumen sejak awal tahun lalu menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik sedang bergairah, dan EX2 berada di pusat arus tersebut. Di ajang GIIAS 2026, pabrikan merayakan tonggak ini dengan merangkul komunitas Geely Owners, termasuk EX2ON yang sudah mengumpulkan lebih dari 600 anggota. Bagi calon pembeli, keberadaan komunitas yang tumbuh cepat menjadi bukti sosial bahwa SUV listrik kompak ini bukan sekadar hype sesaat. Cerita penggunaan harian, turing antarkota, hingga sesi berbagi masukan langsung kepada tim pabrikan membuat produk berkembang bersama penggunanya. EX2, dengan kecepatan maksimum 130 km/jam dan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 11,5 detik, menjawab kebutuhan mobilitas harian tanpa kesan “mobil eksperimen”. Di tengah transisi ke kendaraan listrik, 10.000 pengguna pertama ini bisa menjadi generasi awal yang menormalisasi EV sebagai pilihan utama, bukan alternatif.
Ke depan: bisakah Geely EX2 mempertahankan dominasinya?
Pertanyaan besar berikutnya adalah apakah Geely EX2 bisa mempertahankan momentumnya ketika semakin banyak SUV listrik kompak masuk pasar. Strateginya sejauh ini jelas: kombinasi Geely EX2 harga yang agresif, jangkauan 410 km, dan pengalaman pengguna yang dibentuk melalui komunitas. Di sisi pasokan, penggandaan kapasitas produksi dan stok 2.000 unit yang sudah disiapkan memberi sinyal bahwa pabrikan tidak ingin kalah oleh antrian panjang. Namun, mempertahankan dominasi berarti terus menyempurnakan layanan purna jual, mendengar masukan komunitas yang disebut sebagai kunci utama perkembangan oleh manajemen. Jika strategi ini konsisten, EX2 berpeluang tetap menjadi rujukan utama mobil listrik terjangkau, sekaligus memaksa pemain lain meningkatkan standar mereka. Pada akhirnya, konsumen yang diuntungkan: lebih banyak pilihan EV yang masuk akal dari sisi harga, kenyamanan, dan ketersediaan unit.





