Ledakan Medali Emas di Thailand
Kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand sedang benar‑benar on fire.
Pundi medali emas terus bertambah, dan sejarah baru pun tercipta lewat tim basket putri 3×3. Sejak bola basket mulai dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina, baru kali ini Indonesia berhasil mengamankan medali emas bersejarah di nomor tersebut.

Rekap Perolehan: Satu Malam, Hujan Medali
Pada Kamis malam (11/12/2025), grafik prestasi Merah Putih terus menanjak di SEA Games 2025 Thailand.
Dalam satu hari, Indonesia sukses menambah:
9 medali emas
14 medali perak
8 medali perunggu
Catatan ini membuat momentum Indonesia di klasemen medali semakin kuat dan memberi dorongan moral untuk hari‑hari pertandingan berikutnya.
Respons Menpora: Target Harian Tembus, Fokus ke 80 Emas
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberikan apresiasi besar kepada para atlet dan pengurus cabang olahraga yang sudah menyumbang medali emas.
Ia menjelaskan bahwa target harian yang dipatok justru berhasil dilewati.
Menurut Erick, target yang dicanangkan hari itu adalah 8 sampai 9 emas, dan Indonesia mampu mengunci angka maksimal 9 medali emas.
Medali emas tersebut lahir dari berbagai cabor, mulai dari:
Renang
Basket 3×3 putri
Balap sepeda MTB
Canoe
Karate
Atletik
Serta beberapa cabor lainnya yang ikut menyumbang prestasi
Erick menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci hingga hari terakhir penyelenggaraan.
Ia mengingatkan kembali bahwa Indonesia membawa misi besar: memburu total 80 medali emas di SEA Games 2025.
Artinya, masih diperlukan tambahan emas baru dari berbagai cabang olahraga yang belum maksimal tampil atau baru akan bertanding di nomor‑nomor berikutnya.
Emas dari Lintasan & Arena Tarung
Selain dari basket putri 3×3, beberapa cabor lain ikut mengangkat bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Dari lintasan balap sepeda, atlet Indonesia Rendy Varera tampil garang di nomor Mountain Bike (MTB) Men’s Cross Country dan sukses mengamankan medali emas.
Di arena tarung, cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) ikut menorehkan sejarah.
Atlet putri Dwi Ani Retno Wulan yang turun di nomor Traditional -54 kg berhasil meraih emas pertama MMA untuk Indonesia.
Di partai final, ia menaklukkan Thi Thanh Binh Duong dari Vietnam dan memastikan Indonesia berdiri di posisi tertinggi podium.
Dari matras karate, kabar baik kembali hadir.
Atlet karate putri Leica Al Humaira Lubis, yang turun di nomor +68kg Women’s, sukses menjadi juara.
Ia mengalahkan wakil Laos, Konenyvong Souphaphone, dengan skor meyakinkan 2-0.
Canoe & Balap Perahu: Kecepatan yang Menghasilkan Emas
Cabor canoe juga tak mau ketinggalan ikut menyumbang emas.
Pasangan Subhi / Stevani Maysche Ibo tampil impresif di nomor ganda campuran kayak 200 meter yang digelar di The Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Rayong.
Mereka finis di posisi pertama dengan catatan waktu 36,409 detik, mengungguli:
Wakil Vietnam dengan waktu 37,397 detik
Wakil Singapura dengan waktu 38,290 detik
Kemenangan ini menambah variasi sumber medali emas Indonesia, bukan hanya dari cabor populer, tetapi juga dari nomor‑nomor yang selama ini jarang tersorot.
Dominasi di Kolam Renang
Dari kolam renang, Indonesia kembali menunjukkan taringnya.
Cabor renang berhasil mempersembahkan dua medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung, baik sektor putra maupun putri.
Di sektor putra, nama Jason Donovan Yusuf kembali menjadi sorotan.
Ia meraih medali emas di nomor 50m gaya punggung putra dengan waktu 25,36 detik.
Perenang senior I Gede Siman Sudartawa turut menyumbang medali dengan meraih perunggu di nomor yang sama.
Di sektor putri, Masniari Wolf menjadi bintang berikutnya.
Ia tampil sebagai yang tercepat di nomor 50m gaya punggung putri, mencatatkan waktu 28,80 detik.
Catatan ini membuat Indonesia mengamankan emas ganda dari nomor punggung jarak pendek.
Menpora Erick menyebut performa renang hari itu luar biasa, karena mampu mengamankan dua emas sekaligus untuk Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa renang termasuk salah satu dari 21 cabor unggulan yang menjadi fokus pembinaan, sesuai pilihan Presiden.
Menuju Garis Akhir: Misi 80 Emas
Rangkaian prestasi dari basket, renang, balap sepeda, karate, canoe, MMA, hingga atletik menunjukkan satu hal: kontingen Indonesia sedang berada di jalur yang tepat menuju target 80 emas.
Namun perjalanan belum selesai.
Masih banyak nomor tersisa dan cabor lain yang berpotensi menyumbang medali.
Konsistensi performa atlet
Dukungan federasi dan pelatih
Mental bertanding hingga hari terakhir
Semua faktor itu akan menentukan apakah target 80 emas bisa terwujud.
Yang jelas, lewat capaian di Thailand ini, semangat Garuda sudah terlanjur berkibar tinggi, dan para atlet Indonesia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta, tetapi pesaing serius di level Asia Tenggara.






