Comeback Manis Tia Veres ke Dunia Fashion
Tahun 2026 jadi momen penting buat Tia Veres. Penyanyi dan pencipta lagu ini resmi turun lagi ke bisnis fashion dengan membuka Tia Veres Fashion, outlet pertamanya di Pusat Grosir Cililitan (PGC).
Outlet ini berlokasi di PGC Cililitan Zona Hijau, Lantai 1 Nomor 103. Tampilannya langsung mencuri perhatian dengan dominasi warna pink yang mencolok di antara deretan toko lain.
Bagi Tia, dunia fashion sama sekali bukan hal baru. Justru dari sinilah ia dulu memulai perjalanan sebagai pelaku bisnis, jauh sebelum menekuni usaha kuliner.

Dari Empat Butik Tutup, Kini Lahir Tia Veres Fashion
Tia mengakui bahwa fashion adalah pintu pertama karier wirausahanya. Ia pernah mengelola empat butik dengan nama berbeda sebelum akhirnya harus menutup semuanya karena satu dan lain hal.
Setelah jeda cukup panjang, tahun 2026 jadi titik balik. Kali ini ia memilih menggunakan namanya sendiri sebagai merek: Tia Veres Fashion.
Alasannya simpel tapi kuat: mudah diingat, mudah dikenali, dan langsung nyambung dengan sosok di balik brand.
Kenapa PGC? Lokasi Strategis + Momen Ramadan
Outlet Tia Veres Fashion masih sangat baru. Saat didatangi, usia tokonya bahkan belum genap satu minggu.
Tia memilih PGC Cililitan bukan asal ambil lokasi. Ada dua pertimbangan utama:
Dekat dari rumah, sehingga ia bisa sering memantau langsung.
Momen pembukaan pas menjelang Ramadan, saat kebutuhan busana muslim meningkat.
Ia fokus menjual gamis, dan melihat Ramadan sebagai timing emas karena orang otomatis akan berburu baju baru untuk ibadah, silaturahmi, dan lebaran.
Strategi lokasi dan waktu ini berjalan berdampingan, dengan target pasar yang sudah jelas sejak awal.
Fokus ke Gamis Muslimah: Dewasa dan Remaja
Produk utama di Tia Veres Fashion adalah baju gamis.
Segmentasinya tegas: wanita muslimah dewasa dan remaja yang ingin tampil manis, sopan, tapi tetap bergaya.
Selain gamis, outlet ini juga menyediakan berbagai aksesoris pendukung, mulai dari pelengkap tampilan hijab sampai detail kecil yang bisa meng-upgrade overall look.
Di sini, Tia tidak hanya menawarkan barang. Ia menjual pengalaman berbelanja, di mana pengunjung bisa merasa diperhatikan dan dibantu soal gaya.

Belanja Sekaligus Dapat Konsultasi Gaya
Salah satu keunikan Tia Veres Fashion adalah peran Tia sendiri di dalam outlet. Ia memposisikan diri sebagai konsultan fashion langsung bagi pembeli.
Kalau ada yang ragu, misalnya:
“Gamis warna ini cocok nggak ya buat kulit aku?”
“Kalau pakai warna ini, enaknya hijabnya apa?”
Tia turun tangan memberi saran. Ia bantu memadupadankan gamis dengan aksesoris dan hijab yang tepat.
Pendekatannya sangat personal. Pembeli tidak dibiarkan bingung atau menebak-nebak sendiri.
Konsep ini lebih mirip butik dengan sentuhan personal stylist daripada sekadar toko ritel biasa.
Owner Turun Langsung, Bukan Sekadar Nama Brand
Seperti di bisnis kulinernya, Tia juga turun langsung mengurus bisnis fashion ini.
Ia hampir setiap hari menyempatkan datang ke outlet, meski tidak selalu dari pagi. Kehadirannya di toko membuatnya bisa memantau situasi nyata di lapangan.
Selain itu, ia memperhatikan pola kunjungan pembeli. Misalnya, akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai karena banyak orang libur kerja.
Observasi langsung ini jadi bahan evaluasi harian untuk mengatur stok, strategi promosi, hingga pelayanan.
Gamis Cantik, Harga Masuk Akal, Masih Bisa Nego
Soal harga, Tia Veres Fashion menyasar pasar menengah luas dengan range yang cukup fleksibel.
Harga gamis berada di kisaran:
Rp75.000 untuk pilihan termurah
Rp400.000 untuk koleksi termahal
Yang menarik, untuk produk di kisaran atas, pembeli masih bisa nego. Artinya, ada ruang komunikasi antara pembeli dan penjual, bukan harga mati yang dingin.
Pilihan warnanya mengikuti tren yang sedang berjalan, sehingga koleksi di outlet selalu disesuaikan dengan selera pasar saat ini.

Promosi Andalkan TikTok dan Kedekatan dengan Pengikut
Untuk urusan promosi, Tia mengoptimalkan media sosial, terutama TikTok sebagai senjata utama.
Alasannya jelas:
Basis pengikutnya di TikTok sudah kuat dan aktif.
Konten bisa menyebar secara organik.
Interaksi langsung dengan calon pembeli terasa lebih natural.
Dengan cara ini, ia bisa menekan biaya pemasaran, tapi tetap menjaga kedekatan dengan audience yang berpotensi jadi pelanggan.
Rencana Cabang dan Koleksi Desain Sendiri
Soal ekspansi, Tia memilih untuk tidak terburu-buru. Fokus utamanya sekarang adalah menguatkan satu outlet dulu.
Rencananya, kalau performa outlet sudah stabil dan berkembang, pembukaan cabang tentu masuk agenda.
Ke depan, Tia juga punya keinginan untuk mendesain sendiri gamis yang dipajang di tokonya, bukan sekadar menjual koleksi yang sudah ada di pasaran.
Ia melihat bahwa gamis bukan cuma busana untuk hari raya. Gamis bisa dipakai ke:
pesta
acara pernikahan
kegiatan formal dan semi-formal lainnya
Bahkan, ia sudah mulai menerima pesanan gamis seragam pernikahan dalam jumlah cukup banyak untuk setelah Lebaran.
Kembali ke Akar dengan Versi yang Lebih Matang
Langkah Tia Veres di 2026 menunjukkan satu hal penting: ia tidak sekadar comeback ke dunia fashion, tapi kembali ke akar yang dulu pernah ia bangun.
Bedanya, kali ini ia datang dengan:
pengalaman yang lebih panjang
kontrol penuh atas brand yang memakai namanya sendiri
arah bisnis yang lebih jelas dan terukur
Untuk kamu yang suka gamis dan aksesoris penunjang tampilan hijab, terutama yang suka sentuhan pink dan suasana butik yang hangat, Tia Veres Fashion di PGC bisa jadi destinasi belanja sekaligus konsultasi gaya dalam satu tempat.






