AI, Kampus, dan Masa Depan Kota Pintar
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan keseriusannya menjembatani dunia kampus dan industri dengan menghadirkan Rizky Munggaran, M.T., Assistant Vice President AI/ML Product Video Analytic PT Indosat Ooredoo Hutchison, dalam sebuah sesi kuliah tamu yang sarat wawasan.
Mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer, Magister Teknik Elektro, hingga Magister Kecerdasan Buatan berkumpul dalam satu ruang untuk menyimak bagaimana AI kini menjadi tulang punggung solusi kota pintar (smart city).
Tren Terkini AI untuk Kota Pintar
Dalam sesi yang dipandu oleh Dr. Kahlil, Rizky Munggaran mengulas perkembangan terbaru penerapan Kecerdasan Buatan dalam pembangunan kota pintar.
Ia memetakan berbagai skenario penggunaan AI yang sudah dan sedang berkembang:
Sistem transportasi cerdas yang membantu mengurai kemacetan
Solusi keamanan berbasis analitik video dan sensor
Sistem pendeteksi dan pencegahan banjir secara dini
Manajemen sampah yang lebih efisien dan terukur
Menurutnya, AI bukan lagi sekadar konsep futuristik, tetapi sudah menjadi alat nyata untuk menjawab tantangan kota modern yang kompleks.
Keunggulan Telko dalam AI Skala Besar
Rizky juga menekankan posisi strategis perusahaan telekomunikasi dalam mengimplementasikan AI secara masif.
Dengan infrastruktur internet yang luas dan tersebar, perusahaan telekomunikasi memiliki fondasi kuat untuk menjalankan solusi AI di berbagai titik kota, mulai dari kamera, sensor, hingga perangkat edge lainnya.
Ia menegaskan bahwa skala dan cakupan jaringan menjadi kunci ketika membangun solusi kota pintar yang benar-benar bisa dioperasikan di dunia nyata, bukan hanya di atas kertas.
AI Harus Sesuai Kebutuhan Spesifik Kota
Rizky mengingatkan bahwa tidak ada satu resep tunggal untuk semua kota.
Menurutnya, implementasi AI untuk kota pintar harus:
Disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik tiap kota
Berfokus pada penyelesaian masalah optimasi dan efisiensi
Dirancang agar benar-benar menjawab isu nyata, bukan sekadar demi tren teknologi
Ia menekankan bahwa tujuan utama kota pintar adalah efektivitas solusi, bukan sekadar memasang label “smart” pada sebuah sistem.
Tantangan untuk Mahasiswa: Riset yang Nyambung ke Pasar
Menjelang akhir sesi, Rizky melempar tantangan terbuka kepada para mahasiswa.
Ia mendorong mereka untuk:
Memilih topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan pasar dan industri
Mengarahkan riset pada solusi yang berpotensi diadopsi dunia nyata
Menggunakan proyek akademik sebagai sarana membangun kompetensi yang dibutuhkan industri
Dengan begitu, hasil riset tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi karier dan kontribusi nyata di dunia profesional.
COMVISTALK: Menghadirkan Pelaku Industri ke Kampus
Sebagai penggagas acara, Dr. Kahlil, pendiri COMVISLAB-USK, menjelaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari seri COMVISTALK yang dirancang untuk rutin menghadirkan pakar di bidangnya.
Pada seri kedua ini, mereka sengaja memilih narasumber dari perusahaan multinasional agar mahasiswa bisa:
Memperluas sudut pandang terhadap perkembangan AI global
Memahami tren teknologi langsung dari pelaku industri
Melihat bagaimana teori yang dipelajari di kampus diterapkan dalam produk dan solusi nyata
Komitmen USK: Riset Berdampak dan Hilirisasi Produk
Kuliah tamu ini juga menjadi refleksi komitmen USK dalam beberapa hal penting:
Fokus pada riset yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat
Pengembangan kompetensi mahasiswa yang sejalan dengan tren Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
Orientasi pada hilirisasi produk, bukan berhenti di prototipe atau laporan akhir saja
Dengan sinergi antara kampus, industri, dan teknologi AI, USK menegaskan perannya sebagai bagian dari ekosistem yang mendorong lahirnya solusi kota pintar yang aman, efisien, dan berkelanjutan.






