Taman Adipura Disulap Jadi Lautan Pelari
SURABAYA — Taman Adipura Sumenep berubah jadi lautan pelari ketika ribuan warga berkumpul mengikuti ajang lari massal Aslah Fit Run 2026.
Minggu pagi itu, warga dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep tumpah ruah, menjadikan momen ini bukan sekadar lomba lari, tetapi sebuah gerakan bersama untuk menguatkan budaya gaya hidup sehat di ujung timur Pulau Madura.
Peserta dari Berbagai Latar Belakang
Suasana meriah terasa sejak awal.
Peserta yang hadir datang dari beragam kalangan:
Pelajar dan mahasiswa
Komunitas lari
Aparatur pemerintah daerah
Personel TNI dan unsur lain masyarakat
Mereka berbaur tanpa sekat, berlari menyusuri rute-rute ikonik di jantung Kota Sumenep dengan penuh antusiasme.
Nuansa sportivitas dan kebersamaan begitu kuat, menjadikan ajang ini lebih mirip pesta olahraga rakyat dibanding kompetisi biasa.
CSR yang Dikemas Jadi Gerakan Gaya Hidup Aktif
Aslah Fit Run 2026 merupakan inisiatif dari produsen air mineral Aslah, yang menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).
Fokusnya jelas: mengampanyekan gaya hidup aktif dan sehat melalui olahraga yang mudah diikuti semua kalangan.
Untuk itu, panitia merancang dua kategori lomba yang inklusif:
2K (2 kilometer): cocok untuk pemula, anak-anak, dan keluarga
5K (5 kilometer): untuk peserta yang ingin tantangan lebih
Dengan pilihan jarak yang terjangkau, ajang ini tidak hanya dikhususkan bagi pelari profesional, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin mulai bergerak dan memperbaiki kualitas hidup.
Kesehatan Fisik sebagai Investasi SDM
Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Bendi Wibisono, memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya acara ini.
Ia menekankan bahwa kesehatan fisik adalah fondasi utama dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, kebiasaan berolahraga bukan sekadar aktivitas sampingan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan masyarakat yang kuat, produktif, dan tangguh.
Bendi juga melihat ajang ini bukan hanya soal lari dan keringat.
Ia menyebut, kegiatan seperti ini menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor:
Pemerintah daerah
TNI
Pelaku usaha
Masyarakat umum
Sinergi inilah yang diharapkan bisa berlanjut, sehingga Aslah Fit Run tidak berhenti sebagai acara musiman, melainkan dapat berkembang menjadi agenda rutin yang ditunggu masyarakat.
Olahraga Komunitas Hidupkan Ruang Publik
Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, yang turut hadir, memandang olahraga berbasis komunitas punya peran strategis dalam menghidupkan ruang publik.
Menurutnya, ketika warga berkumpul untuk berolahraga, taman dan ruang terbuka bukan hanya sekadar tempat lewat, tetapi berubah menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan positif.
Ia juga menyoroti peran sektor swasta seperti Aslah yang aktif terlibat.
Dengan adanya dukungan ini, kampanye hidup sehat bisa berjalan masif tanpa harus terlalu membebani anggaran daerah, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berkelanjutan dan lebih kreatif.
Penyerahan Medali dan Komitmen ke Depan
Acara ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah untuk para pemenang di masing-masing kategori.
Namun, lebih dari sekadar siapa yang naik podium, pesan besar yang ingin ditegaskan adalah pentingnya olahraga sebagai fondasi pembangunan manusia.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif yang menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, bukan hanya seremoni.
Dalam kesempatan ini, selain Wakil Bupati dan Dandim, hadir pula CEO Aslah Utomo serta jajaran pejabat dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep.
Kehadiran beragam pihak ini mempertegas bahwa gerakan hidup sehat tidak bisa berjalan sendiri.
Ketika pemerintah, swasta, dan masyarakat bergerak bersama, gaya hidup sehat bukan lagi slogan—melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung di ruang-ruang publik seperti Taman Adipura Sumenep.






