KuybeliKuybeli

Ini 10 Benda yang Sering Jadi Sarang Bakteri, Salah Satunya Uang!

Ini 10 Benda yang Sering Jadi Sarang Bakteri, Salah Satunya Uang!
Minat|Popularisasi Sains oleh Ahli|Kompilasi Ponsel

Ilustrasi uang sebagai benda yang jadi tempat bakteri. Foto: berkay/istockphoto


Dalam keseharian, kamu mungkin merasa sudah menjaga kebersihan dengan mencuci tangan atau mandi secara rutin. Tapi tanpa disadari, banyak benda yang kamu sentuh setiap hari ternyata bisa jadi tempat berkumpulnya bakteri.

Benda-benda ini sering terlihat bersih padahal menyimpan kotoran mikro yang tidak terlihat oleh mata. Kalau kamu tidak membersihkannya, bakteri dapat berpindah ke tangan, wajah, atau makanan, dan bisa memicu masalah kesehatan. Makanya penting banget untuk tahu dan mulai memperhatikan kebersihan benda-benda ini.

Benda Sehari-hari yang Sering Menjadi Sarang Bakteri

Berikut daftar benda yang sebenarnya dekat banget dengan kamu, tapi jarang dibersihkan dan bisa menyimpan banyak bakteri:

  • Smartphone
    Smartphone sering disentuh sepanjang hari, termasuk setelah memegang benda kotor. Tanpa disadari, permukaannya bisa menyimpan ribuan bakteri.

  • Keyboard dan Mouse
    Keduanya digunakan terus-menerus tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Debu dan kotoran kecil juga mudah masuk di sela-selanya.

  • Kunci Motor/Mobil
    Selalu dibawa dan dipakai di luar rumah, tetapi hampir tidak pernah dibersihkan. Bakteri dari berbagai permukaan bisa ikut menempel.

  • Handle Pintu
    Banyak orang memegang handle pintu setiap harinya. Itu membuatnya jadi titik perpindahan bakteri yang sangat cepat.

  • Uang Tunai
    Uang berpindah dari tangan ke tangan tanpa tahu kondisi kebersihan orang sebelumnya. Karena itu, uang termasuk salah satu benda paling penuh bakteri.

  • Tas atau Tote Bag
    Tas sering ditaruh di lantai, kursi umum, atau permukaan sembarang. Akhirnya, tas membawa banyak kuman tanpa disadari.

  • Sarung Bantal
    Sarung bantal bersentuhan langsung dengan wajah setiap malam. Keringat, minyak wajah, dan debu dapat menumpuk dan memicu bakteri berkembang.

  • Headset atau Earphone
    Kondisi lembab di dalam telinga membuat kuman mudah berkembang pada headset. Tanpa pembersihan rutin, dapat menyebabkan infeksi ringan pada telinga.

  • Spons Cuci Piring
    Spons selalu lembab dan terkena sisa makanan. Situasi ini sangat ideal untuk bakteri berkembang biak dengan cepat.

  • Remote TV
    Remote sering dipegang banyak orang tanpa memperhatikan kebersihan tangan. Hal ini membuat permukaannya mudah terkontaminasi bakteri.

    Supaya tetap higienis, benda-benda ini sebaiknya rutin dibersihkan, minimal sekali sehari untuk benda yang sering disentuh.

  • Cara Praktis Membersihkan Benda Sehari-Hari

    Supaya kebersihan tetap terjaga, kamu sebenarnya nggak perlu ribet. Yang penting, punya sanitizer yang bisa diandalkan setiap saat, baik buat tangan maupun permukaan benda yang sering disentuh.

    Pilih produk yang cepat kering, tidak lengket, dan efektif bunuh bakteri, biar aktivitas tetap nyaman.Berikut adala beberapa produk yang bisa kamu coba:

    Natura Hand Sanitizer X100 Cair Liquid Peach Antiseptik Antibacterial Spray

    Teksturnya ringan dan aromanya lembut. Bikin tangan tetap bersih tanpa rasa kesat atau lengket. Cocok banget buat kamu yang sering beraktivitas di luar dan butuh sanitizer yang praktis.

    Tuca Hand Sanitizer and Surface Sanitizer - Sunset Pink

    Ini lebih fleksibel, karena bisa dipakai buat tangan dan permukaan. Formulanya food grade, jadi tetap aman dan nyaman dipakai harian. Cocok buat yang pengin satu produk dengan dua fungsi.

    Ratel Home - Pocket Hand & Surface Sanitizer

    Desainnya kecil dan ringkas, gampang dimasukin ke tas atau saku. Tinggal semprot, langsung beres. Pas banget buat kamu yang nggak mau repot, tapi tetap peduli kebersihan.

    Kalau Kawankuy mau beli, langsung aja ke KuyBeli. Di situ kamu bakal dapat rekomendasi produk yang cocok, tinggal klik, dan nanti langsung diarahkan ke tokonya. Praktis banget!

    Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

    You May Also Like

    Comments
    Tulis sesuatu...
    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!