sumber gambar utama: Fantech World Official Website
Yo, kali ini kita kedatangan salah satu gamepad yang paling banyak dibahas di komunitas gaming lokal belakangan ini. Fantech EOS PRO II WGP15V2 dan saat pertama kali dipegang, reaksi pertama saya adalah "tunggu, ini harganya 400 ribuan?"
Tapi sebelum kalian langsung checkout, jujur ada satu hal yang perlu kalian tahu dari awal. Di balik semua fitur kerennya, ada trade-off yang perlu dipertimbangkan. Jadi, baca sampai habis dulu.
Kesimpulan singkat: Fantech EOS PRO II adalah gamepad terbaik di harga sub-500 ribu Indonesia saat ini, dengan fitur yang beneran ngalahin produk kompetitor dua kali lipat harganya, dan jadi pilihan ideal buat gamer PC, mobile, dan multiplatform yang serius tanpa mau boncos.
Ini Sebenarnya Produk Apa?
Fantech EOS PRO II (model WGP15V2) adalah gamepad wireless premium dari Fantech Indonesia, brand lokal yang kini sudah hadir di lebih dari 80 negara. Posisinya berada di tier mid-to-high dalam lineup Fantech sendiri, tepat di atas seri Shooter dan Revolver, dirancang untuk gamer yang mau lebih dari sekadar "gamepad biasa."
Dua varian yang tersedia: WGP15V2 (standar, koneksi Bluetooth + Wired) dan WGP15V2S (versi S, koneksi Tri-Mode: 2.4GHz Wireless + Bluetooth + Wired). Perbedaan utamanya ada di konektivitas dan beberapa fitur tambahan di V2S seperti polling rate 1000Hz via dongle 2.4GHz dan Hall Effect Trigger tambahan.
Unboxing: Pertama Kali Ketemu Si EOS PRO II

sumber gambar: Fantech World Official Website
Waktu buka kemasannya, yang langsung terasa adalah bobotnya yang seimbang di sekitar 271 gram — cukup ringan untuk sesi gaming marathon tapi tetap berasa "berisi" di tangan. Bodi-nya didominasi plastik matte dengan finishing solid yang nggak berbunyi krek waktu digenggam kuat. Ini bukan plastik tipis murahan, ini plastik yang terasa kokoh.
Yang langsung bikin mata melek adalah RGB di thumbstick-nya — subtle tapi keren, terutama pas setup gaming gelap malam. Hadir dalam beberapa pilihan warna seperti Epsilon, Polaris, Electra, dan Solaris, jadi bisa disesuaikan sama estetika meja gaming kamu.
Kontur grip-nya ergonomis banget, terasa pas di tangan ukuran sedang hingga besar. Tekstur anti-slip di bagian belakang bikin genggaman tetap firm bahkan pas kondisi sesi ranked yang bikin telapak tangan sedikit berkeringat.
Bedah 7 Keunggulan Utama
1. Hall Effect Thumbstick Anti-Drift — Ini yang Paling Penting
Kalau ada satu fitur yang bikin EOS PRO II beda kelas, ini dia. TMR (Triple Magnetic Resistor) Hall Effect di thumbstick menggunakan sensor magnetik, bukan potentiometer konvensional seperti gamepad biasa. Artinya? Stick drift yang sering bikin frustrasi di gamepad 200–500 ribuan lain praktis hilang. Circularity error-nya hanya 0,1% — ini presisi level milimeter yang biasanya cuma ada di controller seharga 1 juta ke atas.
Buat yang main game FPS seperti Call of Duty Mobile, PUBG Mobile, atau game PC seperti FIFA, DotA, atau Elden Ring, perbedaan ini terasa banget. Aiming jadi konsisten, karakter berhenti pas di mana kamu mau, bukan bergerak sendiri gara-gara drift.
2. Polling Rate 1000Hz — 4x Lebih Cepat dari Gamepad Standar
EOS PRO II V2S dilengkapi polling rate 1000Hz via dongle 2.4GHz StrikeSpeed Wireless. Artinya gamepad ini mengirim input ke device 1000 kali per detik, dibanding gamepad standar yang biasanya hanya 250Hz. Dalam praktiknya, respons setiap tombol yang kamu tekan terasa lebih instan dan akurat, terutama di game kompetitif yang butuh reaksi cepat.
3. Tombol Mekanikal Face Button + D-Pad — Feel yang Beneran Berbeda
Ini upgrade yang signifikan dari generasi sebelumnya. EOS PRO II dilengkapi Mechanical Face Buttons dan Mechanical D-Pad — setiap tekanan tombol terasa jelas, ada suara klik tipis yang memuaskan, dan travel distance-nya konsisten. Buat yang biasa main fighter games atau platform games yang butuh input presisi cepat, ini game-changer.
4. Dual Rear Paddle yang Bisa Diprogramming Sampai 63 Tombol
Di bagian belakang, ada 2 paddle tambahan yang bisa kamu assign ke tombol apa pun sesuai kebutuhan. Lompat, reload, dash, atau special move bisa dilakukan tanpa angkat jempol dari thumbstick sama sekali. Untuk game aksi atau battle royale yang intensitasnya tinggi, ini bukan sekadar fitur — ini beneran bikin gameplay lebih efisien.
Yang lebih keren lagi, fitur Timed Macro bisa merekam hingga 63 tombol sekaligus dengan durasi hingga 5 menit. Bayangkan bisa merekam combo panjang di game fighting, lalu tinggal pencet satu tombol buat eksekusinya.
5. Tri-Mode Connectivity: 2.4GHz + Bluetooth + Wired (Varian V2S)
Fleksibilitas koneksi EOS PRO II V2S itu jarang ada di harga segini: wireless StrikeSpeed 2.4GHz buat gaming kompetitif dengan latensi super rendah, Bluetooth buat nyambung ke HP atau TV, dan wired USB-C buat turnamen atau pas baterai hampir habis. Dua dongle disertakan sekaligus: USB-A dan USB-C, jadi langsung bisa colok ke HP Android tanpa adapter.
6. Gyroscope 6-Axis + Interchangeable D-Pad & Thumbstick
Ada fitur motion sensor 6-axis gyroscope yang memungkinkan kontrol berbasis gerakan, berguna di game tertentu seperti Nintendo Switch games. Plus, D-Pad dan thumbstick bisa dicabut dan diganti sesuai preferensi — biasanya fitur ini hanya ada di controller premium 1 juta ke atas.
7. Kompatibilitas Multi-Platform Nyaris Sempurna
Satu gamepad bisa dipakai di PC, Steam, Nintendo Switch, PS4, PS3, Android, iOS, MacOS, tvOS, hingga Cloud Gaming seperti Xbox Game Pass. Ini berarti kamu nggak perlu beli controller berbeda buat setiap platform. Buat gamer yang main di berbagai device, nilai ini jauh melebihi harga belinya.
Checkout sekarang!
Yang Perlu Jadi Catatan
Baterai 600mAh dengan kapasitas bermain sekitar 18–20 jam — cukup, tapi bukan yang terbaik.
Untuk pemakaian wireless, 18–20 jam adalah angka yang solid. Tapi kalau kamu terbiasa gaming marathon 6–8 jam sehari, kamu perlu charge sekitar 3 hari sekali. Charging via USB-C memang nyaman, tapi kalau mau lebih praktis lagi, Fantech juga jual Charging Dock ACGP03 yang dirancang khusus untuk seri WGP15 ini. Worth it untuk ditambahkan sebagai paket.
Tombol Face Mekanikal: Ada Suara Klik yang Terdengar
Trade-off dari tombol mekanikal adalah suara klik yang lebih terdengar dibanding membrane biasa. Kalau kamu gaming di ruangan yang butuh ketenangan, atau main bareng orang yang tidur di dekat kamu, suara ini mungkin sedikit ganggu. Buat yang suka taktil dan audio feedback saat main, ini justru jadi kenikmatan tersendiri.
Alternatif Budget: Fantech Shooter III WGP13S (~Rp 300 ribuan)

sumber gambar: Fantech World Official Website
Kalau budget lebih ketat tapi tetap mau Hall Effect anti-drift, Fantech Shooter III WGP13S adalah pilihan yang sangat solid di kisaran 300 ribuan. Gamepad ini juga punya Dual Hall Effect di thumbstick dan trigger, polling rate 1000Hz di kedua mode koneksi (wireless dan wired), motion sensor gyroscope, timed macro hingga 63 tombol, dua dongle (USB-A + USB-C), serta baterai 600mAh yang tahan sampai 20 jam. Yang berbeda dibanding EOS PRO II: tidak ada rear paddle, tombol face button-nya membrane biasa (bukan mekanikal), tidak ada RGB di thumbstick, dan desainnya lebih simpel. Untuk gamer kasual hingga semi-serius yang prioritasnya anti-drift tanpa mau keluar budget lebih, WGP13S adalah value terbaik di kelasnya dan bisa jadi stepping stone sebelum upgrade ke EOS PRO II.
Spesifikasi Utama EOS PRO II WGP15V2
Konektivitas: Bluetooth 5.0 + Wired (WGP15V2) / StrikeSpeed 2.4GHz + Bluetooth + Wired (WGP15V2S). Hall Effect: Thumbstick (K-Silver TMR). Tombol Face: Mekanikal. Total tombol: 22. Programmable: Rear Paddle 2 tombol (macro hingga 63 input). Polling Rate: 1000Hz via 2.4GHz (V2S). Trigger Lock: Ya. Gyroscope: 6-Axis. Vibration: 4 level adjustable. RGB: Thumbstick. Baterai: 600mAh Li-ion (~18–20 jam). Charging: USB-C. Bobot: ~271 gram. Kompatibilitas: PC, Steam, Switch, PS4/PS3, Android, iOS, MacOS, Cloud Gaming. Garansi: 1 tahun Fantech Indonesia.
Cocok Untuk Siapa?
EOS PRO II WGP15V2 sangat cocok untuk: Gamer PC dan mobile yang sudah bosan dengan stick drift di gamepad murah dan mau upgrade ke Hall Effect tanpa bayar mahal. Gamer multiplatform yang mau satu gamepad untuk semua device. Gamer kompetitif yang butuh rear paddle dan tombol mekanikal untuk edge di game aksi. Pelajar atau mahasiswa yang mau controller serius dengan budget terbatas tapi fiturnya premium.
Pertimbangkan dua kali kalau: Kamu tipe yang lebih suka tombol yang totally silent tanpa suara klik sama sekali. Atau kalau kamu sudah punya controller console resmi (PS5 DualSense, Xbox Series Controller) dan hanya butuh backup ringan tanpa fitur lengkap.
Beli di mana: Official Store Fantech di Ecommerce. Cari model WGP15V2 untuk versi standar, atau WGP15V2S untuk Tri-Mode koneksi. Harga WGP15V2 berkisar di Rp 370.000–420.000, dan WGP15V2S sekitar Rp 420.000–460.000 tergantung promo. Fantech sering kasih flash sale dan promo hari gaming, jadi worth it buat pantau dulu sebelum beli. Jangan lupa checkout pakai KuyBeli!


komentar