Cinta Literasi yang Turun Langsung ke Panti Asuhan
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Indonesia FITK UIN Sumatera Utara menggelar kegiatan Cinta Literasi dengan konsep yang berbeda dari biasanya.
Kali ini, mereka tidak jalan sendiri, melainkan berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Medan. Program yang akrab disebut Cili ini adalah agenda rutin Prodi Tadris Bahasa Indonesia yang biasa digelar sekali dalam sepekan.
Selama ini, Cili sering berpindah-pindah lokasi, mulai dari sekolah, taman bermain, hingga berbagai titik keramaian lain. Namun, edisi kali ini terasa lebih istimewa karena menyasar langsung anak-anak di panti asuhan.
Kolaborasi Empat Kampus untuk Satu Misi
Kegiatan Cili kali ini berlangsung di Panti Asuhan An-Nur pada hari Minggu, 2 Oktober 2025.
Fokus utama acara ini adalah menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi di kalangan anak-anak panti. Tidak hanya sekadar datang dan mengajar, para mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana yang hangat dan penuh keceriaan.
Yang membuat kegiatan ini semakin spesial adalah hadirnya kolaborasi dari empat universitas:
Universitas Medan Area (UMA)
Universitas Sumatera Utara (USU)
Universitas Negeri Medan (UNIMED)
Universitas Muslim Nusantara (UMN)
Melalui sinergi lintas kampus ini, semangat literasi diharapkan bisa menjangkau lebih banyak anak dan memberikan dampak yang lebih luas.
Belajar, Bermain Game, dan Mendongeng dalam Satu Paket
Program Cinta Literasi di panti asuhan ini dirancang sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan tidak hanya fokus pada teori, tetapi pada pembinaan literasi dasar lewat berbagai aktivitas menarik yang dekat dengan dunia anak-anak, seperti:
Membaca bersama dengan pendampingan mahasiswa
Lomba mendongeng yang mengasah imajinasi dan keberanian
Bermain game edukatif yang membuat belajar terasa seperti bermain
Donasi buku bacaan untuk menambah koleksi literasi di panti
Anak-anak panti terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Rangkaian acara dikemas dengan suasana yang akrab, sehingga ilmu tidak terasa menggurui, melainkan dibagikan dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan.
Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial
Di balik senyum dan tawa anak-anak, kegiatan ini juga punya makna besar bagi para mahasiswa.
Cinta Literasi menjadi sarana untuk:
Mempererat silaturahmi antarmahasiswa dari berbagai universitas
Menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan empati
Melatih kepekaan terhadap pentingnya akses pendidikan dan bahan bacaan yang merata
Melalui kolaborasi ini, HMJ Tadris Bahasa Indonesia berharap agar nyala semangat literasi terus hidup, terutama di lingkungan yang masih membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan.
Cinta Literasi sebagai Gerakan, Bukan Sekadar Acara
Bagi para mahasiswa, Program Cinta Literasi bukan hanya sebuah agenda mingguan yang datang lalu pergi.
Lebih dari itu, kegiatan ini adalah:
Wujud nyata cinta dan tanggung jawab terhadap dunia pendidikan
Bentuk kontribusi pada isu kemanusiaan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan
Upaya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya, bukan hanya slogan
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, mereka berharap kegiatan seperti ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk menjadikan literasi sebagai kebiasaan yang mengakar di setiap lapisan masyarakat.



Pada akhirnya, Cinta Literasi tidak hanya membuat anak-anak betah membaca, mendengar dongeng, dan bermain game edukatif, tetapi juga mengajarkan bahwa berbagi ilmu adalah salah satu bentuk cinta paling sederhana yang bisa diberikan siapa saja.






