Honda BeAT Turun ke Dunia Anime
PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Main Dealer Honda Jakarta–Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), ikut meramaikan Anime Festival Asia (AFA) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
Selama tiga hari gelaran, area ini bukan cuma jadi tempat kumpul para wibu dan pecinta anime, tapi juga berubah jadi ruang ekspresi anak muda lewat cosplay, musik, komunitas kreatif, sampai fashion yang penuh gaya.
Livery One Piece x Tahilalats yang Bikin Lirik
Di tengah keramaian AFA 2025, booth Honda menampilkan line up andalan, dengan bintang utamanya: Honda BeAT edisi spesial livery Monkey D. Luffy dari serial One Piece.
Livery ini lahir dari kolaborasi unik dengan ilustrator lokal populer Tahilalats, yang dikenal dengan gaya visual sederhana namun absurd dan menghibur. Hasilnya, satu paket skutik yang bukan cuma alat transportasi, tapi juga jadi media ekspresi buat para pecinta anime dan budaya pop Jepang.
Buat pengunjung AFA yang sudah akrab dengan dunia anime, kombinasi nama besar One Piece dan karakter ilustrasi Tahilalats otomatis jadi magnet tersendiri.
Nakama, Ekspresi, dan Semangat Anak Muda
Menurut pihak Honda, kehadiran BeAT dengan livery Monkey D. Luffy x Tahilalats ini dirancang untuk menyapa para Nakama—sapaan akrab untuk teman dalam bahasa Jepang—dengan cara yang lebih fun dan dekat dengan dunia mereka.
Motor ini diposisikan sebagai simbol semangat muda, penuh ekspresi dan kebebasan. Kesan itu tercermin dari visual yang berani, nuansa petualangan ala Luffy, dan sentuhan humor khas Tahilalats yang bikin tampil beda.
Di tengah booth merchandise dan parade cosplayer, booth Honda justru tampil menonjol berkat:
Desain booth yang atraktif
Photo spot bertema One Piece yang instagramable
Aktivitas interaktif seperti kuis dan games dengan hadiah blind box yang bikin pengunjung penasaran
Kolaborasi Honda BeAT, One Piece, dan Tahilalats menjadi contoh bagaimana budaya populer global dan lokal bisa disatukan dalam satu produk yang relevan buat anak muda.
Luffy, Tahilalats, dan Identitas Anak Muda
Visual Monkey D. Luffy yang ikonik digabungkan dengan gaya humor dan visual simpel khas Tahilalats, menghasilkan desain motor yang terasa segar dan ringan.
Desain ini tidak sekadar tempelan grafis, tapi menjadi bentuk apresiasi Honda terhadap kreativitas anak muda Indonesia yang gemar menjadikan kendaraan sebagai perpanjangan identitas diri.
Ada nuansa petualangan ala kru Topi Jerami
Ada kelucuan dan keisengan khas Tahilalats
Semua dibungkus dalam bentuk skutik yang siap dipakai harian
Lebih dari Sekadar Pameran Produk
Bagi Honda, event seperti Anime Festival Asia bukan cuma ajang hadir dan pasang logo, tapi juga cara untuk mendekat kepada konsumen muda yang penuh passion dan kreativitas.
Melalui AFA, Honda tidak hanya menunjukkan produknya, tapi juga berusaha menjadi bagian dari gaya hidup para pengunjung.
Honda BeAT dipilih sebagai model utama karena:
Skutik ini sudah dikenal sebagai favorit banyak orang
Desainnya ramping dan praktis untuk dipakai di kota
Mengusung teknologi mesin eSP dan dikenal hemat bahan bakar
Dengan modal itu, BeAT jadi kanvas yang pas untuk dibungkus livery spesial tanpa mengorbankan fungsi sehari-hari.
Strategi Brand di Era Pop Culture
Kehadiran Honda di AFA 2025 sejalan dengan tantangan baru di dunia pemasaran: brand harus hadir di ruang yang relevan secara emosional dengan konsumennya.
Festival budaya pop seperti AFA membuka kesempatan untuk:
Menyentuh konsumen muda secara lebih personal
Menghubungkan produk dengan minat dan hobi mereka
Menunjukkan bahwa sepeda motor bukan hanya alat mobilitas, tapi bagian dari lifestyle
Melalui pendekatan ini, Honda berupaya memperkuat posisi brand di tengah perubahan tren dan selera konsumen.
Kolaborasi lintas budaya (Jepang–Indonesia), lintas generasi (penggemar One Piece lama maupun baru), dan lintas kreativitas (produsen motor, ilustrator lokal, komunitas anime) menjadi kunci agar tetap relevan.
Anime Festival Asia 2025 pun menjadi panggung ideal untuk menyampaikan pesan itu kepada para Nakama dari berbagai penjuru Indonesia: motor bisa jadi cara baru untuk mengekspresikan siapa dirimu.






