Dari Bandung untuk UMKM dan Ekonomi Jabar
Tercatat sebagai Caleg DPR RI 2024–2029, mojang Priangan asal Kota Bandung, Estiana Fitriana Dewi tidak pernah berhenti mendorong kemajuan UMKM, khususnya di kota kelahirannya.
Selain aktif sebagai Ketua Bidang Humas IKAL DKI Lemhanas RI dan Bakal Calon Walikota Bandung, Esti terus mengawal pengembangan UMKM, sekaligus mendorong pentingnya sertifikasi halal agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan lebih percaya diri.
Ia juga menggagas gerakan Indonesia menulis, karena baginya siapa pun bisa berkarya lewat literasi. Di sisi lain, Esti fokus pada percepatan ekonomi daerah di berbagai sektor, sembari menekankan pentingnya evaluasi program berbasis kebutuhan masyarakat.
Profil Esti: Karier, Pengabdian, dan Tagline Hidup
Perempuan kelahiran Jakarta 11 Agustus ini adalah lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran dan pernah mengikuti Diklat Taplai Lemhanas RI. Esti sempat berkarier di bank BUMN, lalu aktif di Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI).
Pengalamannya membuat Esti yakin bahwa pemberdayaan UMKM di berbagai sektor, termasuk perikanan, mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus bagian penting dari ketahanan pangan dan pemenuhan protein.
Ia melihat bahwa ketika gizi masyarakat membaik, kesejahteraan juga ikut terangkat, sejalan dengan program Pemerintah Pusat di sektor pangan. Karena itu, Esti bertekad untuk terus memberi dampak nyata, dan bila kelak diberi amanah di ranah eksekutif, ia akan berpegang teguh pada tagline: “Dari Hati Untuk Jabar!”
Sebagai perempuan, Esti memaknai setiap amanah politik bukan sekadar jabatan, tetapi pengakuan atas eksistensi dan kapasitas perempuan. Ia pernah masuk nominasi Wanita Inspirasi dalam buku IPEMI 2021 dan buku HIPKI Award, sekaligus membuktikan bahwa perempuan bisa meraih prestasi tanpa menanggalkan jati diri.
Perjalanan kariernya melintasi berbagai dunia: pemerintahan, media, BUMN, hingga akhirnya politik. Di setiap fase, ia memilih untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Niat, Tujuan Hidup, dan Tantangan Era Digital
Bagi Esti, semua yang ia jalani berawal dari niat untuk bermanfaat dan membawa kebaikan. Ia menyadari bahwa setiap pencapaian hanyalah atas izin dan Rahmat Allah, namun kesungguhan dan keyakinan tetap harus diiringi dengan rencana hidup yang jelas.
Ia menegaskan pentingnya memiliki list goals dalam hidup, agar langkah pengabdian dan pengembangan diri tidak berjalan tanpa arah. Dalam perannya sebagai Dewan Pakar partai politik dan Wakil Ketua Umum DPP HIPKI, prinsip ini selalu ia pegang.
Di sisi lain, Esti melihat tantangan era digital begitu kompleks, terutama bagi perempuan yang juga memegang peran sebagai ibu. Tanggung jawab untuk menyiapkan generasi unggul terasa makin berat di tengah derasnya arus informasi.
Menurutnya, dua tantangan terbesar saat ini adalah apatisme dan disinformasi. Kehadiran AI dan percepatan dunia digital membuat banyak orang tanpa sadar menjauh dari lingkungan terdekat, bahkan dari keluarganya sendiri.
Sebagai contoh, saat berkumpul keluarga, tidak jarang orang justru sibuk dengan gawai daripada menghadirkan diri sepenuhnya di momen itu. Di saat yang sama, maraknya berita hoax menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Esti menekankan, peran setiap individu sangat penting untuk mengawal generasi penerus agar tidak tersesat dalam arus informasi yang menyesatkan. Ia juga memohon doa untuk buku perdananya yang akan segera launching, insya Allah, dengan harapan karyanya mampu membangkitkan kualitas SDM negeri tercinta.
Kunci Sukses Versi Esti: Integritas dan Kedekatan dengan Masyarakat
Berbicara tentang kesuksesan di keluarga, karier, sosial, maupun bisnis, Esti selalu kembali pada nilai-nilai yang menjadi pedoman langkah hidupnya.
Baginya, kuncinya adalah keyakinan dan konsistensi. Rasa percaya diri harus dibarengi dengan integritas dan transparansi, terutama saat memegang amanah organisasi.
Dalam aktivitas berorganisasi, Esti berusaha selalu:
Mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung
Lebih dekat dengan warga yang ia wakili
Menghadirkan solusi melalui kebijakan, bukan sekadar wacana
Ia berharap bisa terus memberi dampak positif lewat kebijakan yang mendukung:
Pengembangan industri halal
Pemberdayaan perempuan dan anak
Akses pendidikan yang merata
Edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat
Esti sangat mengagumi sosok perempuan sukses yang mampu menempatkan diri sesuai fitrahnya, tanpa kehilangan kelembutan, tetapi tetap kuat dan berdaya.
Ibu, Cahaya Surga di Kehidupan Esti
“Ibu adalah cahaya surga” bukan sekadar kalimat puitis bagi Esti, tetapi cermin dari pengalaman hidupnya sendiri.
Baginya, Hari Ibu bukan hanya perayaan tahunan, melainkan momen untuk merenung dan menghargai seluruh pengorbanan seorang ibu. Sejak kecil, ia memandang ibunya dengan penuh kekaguman: sosok yang selalu hadir, mendukung tanpa syarat, dan memberikan cinta tanpa batas.
Esti menyadari, peran ibu jauh melampaui apa yang terlihat. Seorang ibu bukan hanya memberi kehidupan, tapi juga membentuk karakter dan kepribadian anak.
Setiap kata, tindakan, dan keteguhan hati seorang ibu akan diwariskan pada generasi berikutnya. Itu sebabnya, ia memandang Hari Ibu sebagai waktu yang tepat untuk:
Mengingat kembali pengorbanan para ibu
Mengapresiasi dedikasi yang mereka berikan tanpa pamrih
Menyampaikan rasa terima kasih, bukan hanya lewat ucapan tetapi juga tindakan
Bagi Esti, cinta seorang ibu adalah cinta paling tulus dan tak terbatas. Cinta yang memberi tanpa menuntut balasan, yang terus mengalir meski sering tidak terlihat dan jarang dihargai sebagaimana mestinya.
Ia berharap, di Hari Ibu, semua orang mau berhenti sejenak untuk menghargai setiap ibu di sekitar mereka dan mengakui bahwa benar adanya: Ibu adalah cahaya surga.
Karena itu, setiap ibu patut bangga dengan dirinya — dengan dedikasi, kehadiran, dan cinta yang mereka berikan. Esti mengajak para ibu untuk terus bersinar dari hati.
Me Time: Menjaga Cantik, Bugar, dan Waras
Sebagai perempuan dengan banyak peran, Esti sangat menyadari pentingnya me time. Menurutnya, me time bukan sekadar bersantai, tetapi salah satu kunci untuk menjaga kecantikan, kebugaran, dan keseimbangan hidup.
Ia memandang kecantikan dan kebugaran bukan hanya soal penampilan luar, tetapi cerminan dari bagaimana seseorang merawat dirinya dari dalam. Apa yang kita pikirkan, rasakan, dan bagaimana kita memaknai hidup akan terpancar pada raga.
Karena itu, hal pertama yang ia jaga setiap hari adalah rasa bahagia dan pikiran positif. Bagi Esti, pikiran yang sehat punya dampak besar pada tubuh, dan kebahagiaan merupakan kunci untuk tetap seimbang.
Ia berusaha memulai hari dengan rasa syukur dan fokus pada hal-hal baik yang ada di sekelilingnya.
Olahraga Favorit: Lari, Tenis, dan Yoga
Olahraga adalah bagian penting dari rutinitas Esti. Ia percaya, aktivitas fisik tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyeimbangkan mental.
Olahraga yang sering ia pilih antara lain:
Lari: Memberinya rasa kebebasan dan ruang untuk merenung
Tenis: Menghadirkan semangat kompetitif yang sehat dan menyenangkan
Yoga: Membantu menenangkan pikiran dan membuatnya lebih terhubung dengan tubuh
Bagi Esti, olahraga adalah cara menjaga tubuh tetap aktif dan pikiran tetap jernih. Ketika tubuh bergerak, otak pun lebih siap menghadapi tantangan hidup sehari-hari dengan sudut pandang yang lebih bening.
Cantik Alami dan Self Care yang Sadar
Dalam hal perawatan kecantikan, Esti cenderung memilih cara yang alami. Ia lebih menyukai perawatan yang tidak bertumpu pada bahan kimia, melainkan pada jamu dan bahan alami lain yang telah lama dikenal memberi manfaat bagi tubuh.
Ia meyakini bahwa kecantikan sejati lahir dari dalam, dan menjaga tubuh secara alami adalah langkah penting untuk mencapainya.
Namun, baginya kecantikan dan kebugaran tidak hanya berpusat pada diri sendiri, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hubungan dengan orang-orang di sekitar.
Karena itu, Esti berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Di sela kesibukan, ia menyisihkan waktu untuk berkumpul dengan teman dan keluarga, karena dari merekalah ia mendapatkan energi positif dan dukungan terbesar.
Menyusun Hidup yang Seimbang: Tubuh, Pikiran, dan Hubungan
Esti melihat me time dan kebugaran sebagai bagian dari pendekatan hidup yang holistik. Menurutnya, merawat diri yang ideal adalah ketika seseorang mampu menjaga:
Kesehatan tubuh
Ketenangan pikiran
Kehangatan hubungan dengan orang-orang terkasih
Ia juga berupaya mengatur waktu secara terstruktur, agar pekerjaannya tidak menghapus ruang untuk kehidupan pribadi. Baginya, semua memang penting, tetapi keluarga adalah sumber energi yang tidak tergantikan.
Kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai memberinya kekuatan untuk kembali melangkah, mengabdi, dan berkarya dari hati — untuk Jabar, untuk keluarga, dan untuk dirinya sendiri.


komentar