Tetap Pakai Masker, Tetap Butuh Tabir Surya
Saat pandemi dan masa-masa setelahnya, banyak yang mulai bertanya-tanya: kalau wajah sudah tertutup masker, apakah tabir surya masih perlu dipakai di seluruh wajah?
Jawabannya: tetap perlu, dan sangat penting.
Masker memang memberi perlindungan tambahan, tapi bukan pengganti tabir surya harian. Kulitmu tetap butuh perlindungan langsung dari sinar UV yang bisa memicu penuaan dini hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Kenapa Tabir Surya Tetap Wajib?
Yayasan Kanker Kulit merekomendasikan penggunaan tabir surya setiap hari dengan:
SPF minimal 30 untuk aktivitas harian
SPF lebih tinggi, seperti SPF 50, jika kamu bakal terpapar matahari lebih lama
Tabir surya juga hanya salah satu bagian dari paket lengkap “sun-smart lifestyle”:
Mencari tempat teduh saat memungkinkan
Memakai topi dengan pinggiran lebar
Menggunakan kacamata hitam yang melindungi dari UV
Re-apply tabir surya secara berkala, terutama kalau kamu banyak beraktivitas di luar atau berolahraga di bawah matahari
Jadi, meskipun masker menutup sebagian wajah, rutinitas tabir surya harian tetap tidak boleh dilewatkan.
Seberapa Kuat Perlindungan Masker Sebenarnya?
Perlindungan yang diberikan masker terhadap sinar matahari ternyata tidak sesederhana kelihatannya. Ada beberapa faktor yang menentukan seberapa besar proteksinya:
Bahan masker
Bahan sintetis umumnya memberikan perlindungan lebih baik dibanding kain alami.Warna masker
Warna yang lebih gelap biasanya menyerap dan memblokir lebih banyak sinar UV dibanding warna terang.Kerapatan bahan
Semakin rapat tenunan kain, semakin kecil peluang sinar UV menembus ke kulit.
Kenyataannya, banyak masker kain yang kita pakai sehari-hari terbuat dari katun ringan, yang kira-kira hanya memberikan perlindungan setara SPF sekitar 7 atau sedikit lebih. Itu berarti hanya sekitar setengah dari SPF minimum yang direkomendasikan untuk penggunaan rutin.
Beberapa brand memang sudah memproduksi masker dengan label UPF 50, yang berarti perlindungan terhadap sinar UV-nya jauh lebih tinggi. Kamu bisa mencari jenis masker seperti ini secara daring, terutama jika sering beraktivitas di luar ruangan.
Bagian Wajah yang Sering Terlupakan
Ada satu hal penting yang sering luput: kita tidak selalu memakai masker sepanjang waktu.
Saat makan atau minum
Saat butuh bernapas lega di area sepi
Saat foto sebentar
Di momen-momen ketika masker diturunkan inilah, bagian wajah yang tadinya tertutup jadi terekspos matahari.
Karena itu, gunakan tabir surya di seluruh wajah, bukan hanya di area yang tidak tertutup masker. Dengan begitu, ketika masker kamu ditarik turun sebentar, kulit tetap sudah terlindungi.
Kesimpulan: Masker Bukan Alasan Untuk Skip Sunscreen
Ringkasnya:
Masker boleh menutupi wajah, tapi tidak menggantikan fungsi tabir surya.
Mayoritas masker kain hanya memberi perlindungan setara SPF rendah, jauh di bawah rekomendasi untuk pemakaian harian.
Kamu tetap perlu tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30, diaplikasikan ke seluruh wajah.
Jangan lupa kombinasikan dengan gaya hidup cerdas terhadap matahari: teduh, topi, kacamata hitam, dan re-apply tabir surya.
Jadi, bahkan saat kamu rajin memakai masker, tabir surya harian tetap wajib hadir di langkah terakhir skincare-mu sebelum keluar rumah.






