Foto: monkeybusinessimages/istockphoto
Memasak menggunakan oven merupakan salah satu teknik kuliner yang membutuhkan ketepatan tinggi agar hidangan matang dengan sempurna. Banyak orang merasa bingung saat harus menentukan derajat panas yang pas untuk jenis masakan yang berbeda beda di dapur. Memahami cara mengatur suhu oven sangatlah penting karena kesalahan sedikit saja bisa membuat masakan menjadi kering, bantat, atau bahkan gosong di bagian luar.
Setiap bahan makanan memiliki titik didih dan ketahanan panas yang unik untuk mencapai tekstur yang diinginkan. Oven yang terlalu panas akan merusak nutrisi dan rasa masakan, sementara suhu yang terlalu rendah bisa membuat bakteri tidak mati sempurna. Dengan menguasai pengaturan suhu, kamu bisa menyajikan hidangan berkualitas restoran mulai dari panggangan daging hingga aneka kue lezat.
Tips dan Trik Mengatur Panas Oven Berdasarkan Jenis Hidangan
1. Memahami Rentang Suhu untuk Kue dan Roti
Untuk membuat bolu atau kue spons, biasanya suhu yang ideal berada di kisaran 170 hingga 180 derajat Celcius agar mengembang cantik. Roti membutuhkan panas yang sedikit lebih tinggi sekitar 190 hingga 200 derajat Celcius untuk membentuk kerak luar yang renyah namun tetap lembut di dalam. Pastikan kamu selalu memanaskan oven terlebih dahulu agar cara mengatur suhu oven bekerja efektif sejak menit pertama adonan masuk.
2. Pengaturan Suhu Rendah untuk Teknik Slow Roasting \
Memasak daging dalam potongan besar seperti roast beef atau ayam utuh sebaiknya menggunakan suhu rendah sekitar 120 hingga 150 derajat Celcius. Teknik ini memungkinkan panas meresap hingga ke serat terdalam tanpa membuat bagian kulit luar menjadi terlalu keras atau hangus. Hasilnya, daging akan terasa jauh lebih juicy dan empuk karena lemak dan kolagen di dalamnya mencair secara perlahan.
3. Panas Tinggi untuk Tekstur Renyah dan Garing
Jika kamu ingin membuat pizza atau sayuran panggang yang garing, suhu tinggi di atas 220 derajat Celcius adalah pilihan yang paling tepat. Udara panas yang intens akan segera menguapkan kelembapan di permukaan makanan sehingga tercipta tekstur krispi yang menggoda selera. Pengaturan panas yang sangat tinggi ini juga membantu memberikan aroma karamelisasi yang khas pada bahan makanan yang kamu panggang.
Apa Saja yang Perlu Dilakukan dan Hindari Saat Menggunakan Oven
Hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah selalu meletakkan rak oven pada posisi tengah untuk mendapatkan distribusi panas yang paling merata. Gunakan termometer internal tambahan jika kamu merasa indikator bawaan oven kurang akurat dalam menunjukkan suhu aktual di dalam ruang panggang. Selalu bersihkan sisa minyak atau remah makanan setelah digunakan agar tidak menimbulkan asap berlebih pada pemakaian berikutnya.

Foto: AnVr/istockphoto
Di sisi lain, hindari kebiasaan membuka pintu oven terlalu sering karena hal ini dapat menurunkan suhu secara drastis dalam waktu singkat. Jangan pernah memasukkan wadah plastik yang tidak tahan panas atau kertas tipis yang mudah terbakar ke dalam oven yang sedang menyala. Selain itu, hindari memenuhi ruang oven dengan terlalu banyak loyang sekaligus karena sirkulasi udara panas akan terhambat dan membuat masakan matang tidak beraturan.
Temukan Peralatan Masak Impian Kamu di KuyBeli
Menguasai teknik pemanggangan memang memerlukan latihan, namun pengetahuan tentang pengaturan panas adalah fondasi yang harus dimiliki setiap koki rumahan. Dengan menerapkan cara mengatur suhu oven yang benar, setiap masakan yang kamu sajikan akan selalu menggugah selera keluarga tercinta.
Jangan ragu untuk terus bereksperimen dengan berbagai tingkatan panas hingga kamu menemukan titik paling pas untuk setiap menu andalan.Cek berbagai artikel den pilihan deals kebutuhan dapur laiinya lewat KuyBeli.


komentar