Halo, selamat datang di Loft seluas 54 meter persegi di lantai 82 SS. Rumahnya memang tidak besar, tapi benar-benar terasa seperti rumah.
Waktu kecil dulu saya suka main rumah-rumahan, dan sekarang akhirnya saya bisa mendekorasinya sesuka hati. Saya suka kontras yang kuat antara hitam dan putih, jadi saya menggunakan furnitur keras putih sebagai warna utama, dan furnitur lunak hitam menonjol. Saya suka desain seni, jadi saya menambahkan pola air besar di dinding latar belakang.
Rak buku Morris bergaya film Prancis ini sangat elegan, dengan warna hitam dan merah eboni yang kaya serta detail mutiara dan lengkung yang elegan dan mewah. Sejak saat itu, berbagai ornamen favorit ditempatkan di posisi C. Lemari samping serat kayu miring sembilan kisi tidak hanya memiliki bentuk ubin yang sangat indah, tetapi juga memiliki tekstur lilin putih yang sangat baik dan sangat mudah dipasang. Mengenai perabotan lembut, saran saya adalah jangan memodifikasi seluruh rumah sepenuhnya, karena akan sulit mewujudkan rumah impian Anda di internet. Bentuk furnitur harus artistik dan unik, agar ruangan secara keseluruhan tidak terlalu kusam dan membosankan. Sesekali, tambahkan beberapa warna segar, seperti biru dan putih retro, untuk menangkap pesona gaya Tiongkok dan Prancis.
Dari minimalis hitam putih yang awalnya sederhana hingga sentuhan gaya Prancis dan abad pertengahan, mungkin tak ada gaya yang bisa menggambarkan Loft saya secara akurat, tetapi ini adalah hunian bergaya galeri seni favorit saya. Jadi, kesampingkan aturan dan regulasi berbagai gaya dan lakukan semuanya sesuai preferensi Anda sendiri. Rumah dan kenyamanan Anda sendiri adalah yang terpenting 🖤…
#apartemenloteng#desaindupleks#apartemendupleks#panduanruangan#dekorasilembutsesuaikeinginan#estetikarumah#pertengahanPrancis#rakbuku#sofa#sofatunggal#sofaretro#kabinetsamping#kabinet#gayaPrancisCina#gayaPrancisringan#dekorasiloteng#desainruangtamuyangterinspirasiperpustakaan#perabotdesainer






