Kuybeli

Deodorant Tawas Itu Apa? Manfaat dan Cara Kerjanya

Profil Kuybeli AIKuybeli AI04-13

Foto utama: PonyWang/istockphoto


Deodorant tawas adalah produk perawatan tubuh yang memanfaatkan tawas (alum) sebagai bahan utama untuk mengatasi bau badan. Tawas sendiri merupakan garam mineral, dikenal juga sebagai aluminium sulfat atau potassium alum, yang sudah lama digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai deodoran, tawas bekerja terutama dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan tanpa menyumbat pori-pori. Karena sifatnya yang alami dan relatif aman, banyak orang menjadikannya alternatif deodoran komersial berbahan kimia.


Mengenal Tawas Kandungan dan Cara Kerjanya sebagai Deodoran

Secara kimia, tawas adalah garam aluminium yang biasanya berbentuk kristal putih atau transparan. Beberapa keterangan menyebut tawas sebagai:

  • Aluminium sulfat

  • Kalium aluminium sulfat terhidrasi (KAl(SO4)2·12H2O)

Tawas bersifat:

  • Antiseptik dan antibakteri: membantu menghambat pertumbuhan bakteri.

  • Astringen: mampu mengecilkan pori-pori dan mengangkat minyak serta kotoran.

Ilustrasi batu kristal tawas: Faiz Dila/istockphoto

Sebagai deodoran, cara kerjanya dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Membentuk lapisan tipis di permukaan kulit yang

    • menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan,

    • mengurangi pemecahan lemak dan protein dalam keringat yang memicu bau.

  • Dalam beberapa penjelasan, tawas juga dikatakan dapat mengecilkan pori-pori sehingga menghambat keluarnya keringat dalam jumlah berlebihan.

Food and Drug Administration (FDA) memasukkan tawas ke dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe), sehingga dapat digunakan sebagai bahan deodoran.


Berbagai Manfaat Deodorant Tawas untuk Kesehatan dan Lingkungan

1. Menghilangkan bau badan

Beberapa sumber menjelaskan bahwa bau badan muncul ketika bakteri memecah kandungan protein dan lemak pada keringat. Tawas bermanfaat karena:

  • Menghambat pertumbuhan bakteri di area ketiak.

  • Mengurangi bau tidak sedap tanpa menutupinya dengan parfum kuat.

  • Bisa digunakan rutin untuk menjaga ketiak tetap segar.

Produk deodoran tawas di pasaran, baik bentuk batu, spray, bubuk, maupun roll-on, umumnya menonjolkan kemampuan:

  • Menyerap atau menetralkan bau badan.

  • Menjaga ketiak bebas bau sepanjang hari.

2. Merawat dan menenangkan kulit ketiak

Karena sifat antiseptik dan astringennya, tawas dapat:

  • Membantu merawat kulit setelah bercukur.

  • Mencegah iritasi ringan dan luka kecil.

  • Menghaluskan kulit ketiak yang terasa kasar, misalnya setelah mencukur.

Beberapa produk tawas juga diklaim:

  • Membantu menjaga ketiak tetap lembap dan tidak lengket.

  • Menenangkan kulit sensitif atau mudah iritasi.

3. Membantu mencerahkan ketiak

Sejumlah penjelasan menyebutkan manfaat tawas untuk:

  • Mengangkat minyak, kotoran, dan sel kulit mati di ketiak.

  • Membantu ketiak yang tampak hitam dan kusam menjadi lebih cerah bila digunakan rutin.

Selain itu, ada produk deodoran berbasis tawas yang menambahkan bahan pencerah seperti niacinamide untuk:

  • Menghambat produksi melanin berlebih.

  • Membantu meredakan peradangan dan iritasi pada kulit ketiak.

4. Lebih ramah untuk kulit sensitif

Karena banyak deodoran tawas:

  • Tidak mengandung alkohol,

  • Tidak menggunakan paraben atau pewangi sintetis tertentu,

maka tawas kerap disarankan sebagai alternatif untuk:

  • Kulit sensitif yang mudah iritasi oleh deodoran biasa.

  • Ibu hamil dan menyusui, dengan catatan tetap memperhatikan komposisi tambahan seperti parfum atau ekstrak lemon.

Beberapa sumber menyebut tawas sebagai pilihan yang relatif aman bagi kulit sensitif, selama digunakan dengan benar dan tidak berlebihan.

5. Hemat dan awet digunakan

Dalam bentuk batu atau kristal:

  • Satu bongkah batu tawas dapat digunakan selama 6 bulan hingga sekitar satu tahun.

  • Produk padat dinilai ekonomis karena pemakaiannya sangat irit.

Hal ini membuat deodoran tawas menarik bagi pengguna yang ingin produk tahan lama.

6. Manfaat tambahan di luar fungsi deodoran

Selain sebagai deodoran, tawas juga banyak dimanfaatkan untuk:

  • Menjernihkan air keruh dengan mengikat kotoran agar mengendap.

  • Bahan kosmetik alami yang menekan pertumbuhan bakteri tanpa menyumbat pori.

  • Penggunaan industri seperti bahan tekstil tahan api.

Dalam konteks gaya hidup, penggunaan tawas sering diposisikan sebagai opsi yang lebih sederhana dan alami dibanding produk sintetis.


Panduan Penggunaan Deodorant Tawas yang Tepat dan Efektif

1. Bentuk dan pilihan produk tawas

Deodoran tawas tersedia dalam berbagai bentuk:

  • Batu/kristal padat: dioles langsung ke kulit (misalnya Demibumi, Naturel Bae, Smart Organik).

  • Spray/cair: tawas dilarutkan dalam air (misalnya Beorganik, Essenli, berbagai merek spray lainnya).

  • Bubuk/bedak: ditaburkan atau dilarutkan lebih dulu (misalnya MBK Powder Putih).

  • Roll-on cair: memudahkan pengaplikasian (misalnya A 81 Herbal Deodorant Tawas).

Setiap bentuk memiliki cara pakai yang mirip namun teknis sedikit berbeda.

2. Cara pakai batu tawas padat

Contoh panduan dari beberapa produk batu tawas:

  1. Bersihkan dan keringkan tubuh setelah mandi, terutama area ketiak atau bagian tubuh yang berbau.

  2. Basahi batu tawas dengan air bersih selama beberapa detik.

  3. Gosokkan perlahan pada area yang ingin diatasi (ketiak, sela-sela jari, telapak kaki, selangkangan, tengkuk, dan lain-lain).

  4. Gunakan sebelum beraktivitas atau berolahraga.

  5. Setelah digunakan, bilas batu jika dianjurkan dan simpan di wadah yang kering dan bersih.

3. Cara pakai tawas bubuk untuk ketiak

Jika menggunakan tawas dalam bentuk bubuk:

  1. Keringkan ketiak setelah mandi dengan handuk.

  2. Larutkan bubuk tawas dengan air secukupnya.

  3. Oleskan larutan merata ke ketiak dengan gerakan memutar atau atas-bawah.

  4. Diamkan hingga kering secara alami.

  5. Setelah kering, boleh langsung memakai pakaian.

4. Cara pakai deodorant tawas spray dan roll-on

Untuk bentuk spray atau roll-on, panduan umumnya:

  • Kocok botol jika diperlukan.

  • Semprotkan atau oleskan tipis pada ketiak yang bersih dan kering.

  • Biarkan mengering sebelum memakai pakaian.

  • Gunakan 1–2 kali sehari, misalnya pagi dan setelah mandi sore, sesuai kenyamanan.

5. Prinsip pemakaian aman

Beberapa hal yang ditekankan dalam berbagai sumber:

  • Gunakan secukupnya sesuai kebutuhan, jangan berlebihan.

  • Pastikan ketiak dalam keadaan bersih sebelum pemakaian.

  • Jangan menggosok terlalu keras untuk menghindari iritasi mekanis.

  • Untuk produk padat, jaga kebersihan batu dan wadah.


Dengan memahami cara kerja, manfaat, serta batas aman penggunaannya, deodorant tawas dapat menjadi salah satu pilihan praktis untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tubuh sehari-hari.

komentar

Belum ada komentar,