Lari Seru Sambut Dies Natalis & Kemerdekaan
Dalam rangka menyambut puncak Dies Natalis Untad ke-44 sekaligus merayakan mendekatnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, kampus Untad berubah jadi arena olahraga yang penuh energi.
Dua agenda utama digelar beruntun: Fun Run pada Sabtu (9/8) dan Fun Walk pada Minggu (10/8). Keduanya diikuti ratusan peserta, mulai dari sivitas akademika Untad hingga masyarakat umum yang ingin ikut merasakan euforianya.
Fun Run: Pemanasan Menuju Lari Jarak Jauh
Sekitar 400 pelari ambil bagian dalam Fun Run. Start dilakukan langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Fun Run bukan sekadar lomba santai, melainkan ajang perdana yang diharapkan bisa menjadi agenda rutin kampus.
Menurutnya, kegiatan ini adalah pemanasan awal untuk mempersiapkan event lari dengan jarak yang lebih menantang.
Ia mengungkapkan rencana untuk menggelar half marathon dengan jarak 5 hingga 10 kilometer pada bulan Oktober mendatang, sebagai lanjutan dari antusiasme peserta tahun ini.
Rute Kampus yang Nyaman & Kompetitif
Selain sebagai hiburan dan olahraga, Fun Run juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan rute lari di lingkungan kampus yang dinilai sangat layak dijadikan arena lomba.
Kegiatan ini menjadi sarana:
Menjalin silaturahmi antarwarga kampus dan masyarakat
Menumbuhkan semangat sportivitas
Menguatkan citra kampus sebagai ruang aktivitas sehat dan produktif
Fun Run tahun ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, mulai dari hadiah hingga perlengkapan pendukung acara.
Catatan waktunya pun cukup impresif: pemenang lomba lari 5 kilometer menorehkan waktu 16 menit, atau sekitar 3 menit per kilometer — angka yang menunjukkan kualitas pelari yang ikut berpartisipasi.
Prof. Amar menyampaikan harapan agar Fun Run bisa menjadi agenda tahunan.
Menurutnya, selain mempererat kebersamaan, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana promosi bagi Untad dan bisa memacu prestasi olahraga di kalangan mahasiswa maupun masyarakat.
Fun Walk: Santai, Meriah, dan Penuh Kebersamaan
Sehari setelah Fun Run, kemeriahan berlanjut lewat Fun Walk yang dipusatkan di pelataran Embung Untad.
Pesertanya datang dari berbagai kalangan: civitas akademika, warga umum, hingga sejumlah tokoh daerah. Di antara yang hadir terdapat Anggota DPR RI asal Sulawesi Tengah, Muhidin M Said, serta Bupati Sigi.
Nuansa kekeluargaan berpadu dengan semangat perayaan, menjadikan Fun Walk bukan hanya ajang jalan santai, tetapi juga momen kebersamaan lintas generasi dan profesi.


















Expo, UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan cuma jalan santai, Fun Walk juga dirangkai dengan expo UMKM yang menampilkan beragam produk, terutama makanan dan minuman.
Di sisi lain, peserta juga dimanjakan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Untad.
Suasana semakin hidup saat sesi pengundian door prize dimulai. Hadiah-hadiah menarik membuat peserta semakin antusias menunggu nomor undian mereka dipanggil.








Rangkaian Dies Natalis yang Penuh Agenda
Dalam sambutannya, Prof. Amar menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Dies Natalis tahun ini berlangsung sejak 8 hingga 10 Agustus, dengan beberapa agenda utama:
Expo UMKM dan kegiatan pendukung lainnya
Fun Run
Fun Walk
Puncak perayaan dijadwalkan pada 14 Agustus, dengan rangkaian acara yang lebih formal namun tetap sarat makna, antara lain:
Wisuda
Ramah tamah
Peluncuran film dokumenter
Peluncuran buku sejarah Untad
Ia juga menyebut bahwa tahun ini ada yang berbeda dari segi lokasi.
Biasanya kegiatan besar seperti ini dipusatkan di lapangan upacara, namun kali ini dipindahkan ke pelataran Embung Untad, yang direncanakan menjadi kawasan outbound kampus.
Menurutnya, momen seperti ini diharapkan dapat menguatkan silaturahmi sekaligus mendorong Untad menjadi kampus yang lebih unggul, tangguh, dan adaptif terhadap berbagai perubahan.
Apresiasi untuk 44 Tahun Perjalanan Untad
Anggota DPR RI, Muhidin M Said, turut menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Untad yang telah berdiri selama 44 tahun.
Ia menggambarkan suasana kegiatan sebagai sesuatu yang sangat istimewa dan penuh energi positif.
Muhidin menilai bahwa apa yang dulu dicita-citakan oleh Prof. Mattulada kini berkembang dengan baik dan layak dijaga bersama.
Ia menutup dengan doa dan harapan agar Untad semakin jaya dan sukses dalam menjalankan peran pentingnya mencerdaskan masyarakat Sulawesi Tengah.
Perayaan kali ini bukan hanya soal lari dan jalan santai, tetapi juga tentang sejarah, kebersamaan, dan masa depan sebuah kampus yang terus berlari menuju kemajuan.






