GARLaTik, Saat Labirin Batik Ketemu Augmented Reality
Sebuah inovasi unik lahir dari kolaborasi lintas program studi di Universitas Pakuan. Program Studi S2 Ilmu Komputer SPs Unpak menggandeng S1 Ilmu Komputer FMIPA, Prodi Manajemen Informasi Sekolah Vokasi, dan Prodi Manajemen FEB Unpak untuk menghadirkan GARLaTik (Game Augmented Reality Labirin Batik).
GARLaTik tampil sebagai salah satu inovasi yang dipamerkan dalam ajang Gelar Inovasi Daerah 2025 yang diselenggarakan Bappeda Litbang Kabupaten Bogor. Di sana, game ini bukan cuma ditampilkan, tetapi juga langsung didemonstrasikan sebagai sebuah solusi edukasi yang kekinian.
Belajar Shortest Path Lewat Game, Bukan Sekadar Teori
GARLaTik dirancang sebagai game edukasi yang mengajarkan konsep algoritma Shortest Path. Materi yang biasanya terasa abstrak di kelas Optimasi, di sini dikemas dalam bentuk permainan labirin yang interaktif.
Melalui gameplay-nya, pemain diajak mencari jalur terpendek dalam labirin, sehingga konsep algoritmik tidak lagi hanya ada di papan tulis atau slide presentasi, tapi benar-benar bisa dirasakan lewat pengalaman bermain.
Kekuatan utama GARLaTik ada pada cara ia menjembatani teori komputasi dengan pengalaman visual dan interaktif.
AR, Batik Kemang, dan Kearifan Lokal dalam Satu Game
Yang membuat GARLaTik berbeda dari game edukasi lain adalah sentuhan Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan motif Batik Kemang Bogor.
Labirin dalam game dibentuk dari motif batik Kemang
Pemain berinteraksi dengan elemen batik dalam dunia AR
Nilai kearifan lokal disisipkan dalam pengalaman digital yang modern
Dengan pendekatan ini, belajar teknologi tidak tercerabut dari budaya lokal. Justru, batik dijadikan pusat pengalaman visual, sehingga generasi muda bisa mengenal motif Batik Kemang Bogor lewat medium yang dekat dengan keseharian mereka: game.
Media Edukasi Sekaligus Digital Marketing Batik
GARLaTik bukan hanya dirancang sebagai sarana pembelajaran algoritma dan teknologi AR. Game ini juga berfungsi sebagai media digital marketing yang kreatif.
Melalui desain labirin yang diambil dari motif batik, game ini:
Mengenalkan motif Batik Kemang Bogor dengan cara yang tidak membosankan
Membangun awareness terhadap produk budaya lokal
Menciptakan pengalaman branding yang dibungkus dalam bentuk permainan
Alih-alih sekadar katalog atau poster, batik dihadirkan sebagai dunia yang bisa dijelajahi.
Menuju Play Store dan Integrasi dengan AI
Saat ini, GARLaTik sedang dalam proses untuk diunggah ke Play Store agar bisa diakses lebih luas oleh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
Ke depan, pengembangan GARLaTik diproyeksikan akan terus berlanjut, seiring dengan perkembangan riset terkait algoritma Shortest Path dan teknologi lainnya.
Potensi pengembangannya antara lain:
Penyesuaian level dan skenario berdasarkan kemampuan pemain
Integrasi dengan berbagai mesin Artificial Intelligence untuk membuat game lebih adaptif dan personal
Ekspansi motif dan tema batik dari daerah lain sebagai konten tambahan
Arah pengembangan ini membuka peluang GARLaTik untuk menjadi ekosistem game edukasi yang tidak hanya lokal secara budaya, tetapi global secara teknologi.


Penutup: Saat Edukasi, Budaya, dan AI Berjalan Seiring
GARLaTik adalah contoh konkret bagaimana pendidikan, kearifan lokal, dan teknologi mutakhir bisa disatukan dalam satu produk digital.
Algoritma tidak lagi sekadar rumus di papan tulis
Batik tidak lagi cuma motif di kain
AR dan AI bukan lagi sekadar istilah teknis, tapi pengalaman yang bisa dimainkan
Jika tren seperti ini terus berlanjut, game edukasi semacam GARLaTik bisa menjadi gerbang bagi generasi muda untuk jatuh cinta pada sains, teknologi, sekaligus budaya lokal dalam satu paket yang seru dan relevan.






