Nelayan Tak Kunjung Kembali, Desa Basaan Diliputi Cemas
Di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, suasana harap-harap cemas masih terasa kuat.
Seorang nelayan setempat, Baim Kalipe (55), sudah dua hari belum kembali dari laut. Keluarga dan warga desa masih bertahan pada satu harapan: ia pulang dalam keadaan selamat.
Baim yang setiap hari menggantungkan hidup pada perahu kecilnya berangkat melaut pada dini hari, lalu menghilang tanpa kabar hingga kini.
Jejak Terakhir: Perahu Terbawa Ombak Tanpa Pemilik
Satu-satunya tanda keberadaan Baim sejauh ini hanyalah perahu miliknya.
Perahu itu ditemukan terdampar di perairan Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, namun Baim tak berada di sana.
Temuan ini menambah kecemasan sekaligus menjadi titik fokus pencarian di area laut sekitar.
Tim Gabungan Turun: Laut Disisir, Udara Dipantau Drone
Kapolsek Ratatotok, IPDA Tengku Said Hafiz, memimpin langsung upaya pencarian.
Sejak laporan hilangnya Baim diterima, tim gabungan digerakkan tanpa menunda waktu.
Beberapa unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini antara lain:
Personel kepolisian dari jajaran Polsek Ratatotok
Polairud Mitra yang menyisir area laut
Tim Basarnas dengan kemampuan dan peralatan SAR
Komunitas penyelam Ratatotok Dive Club
Komunitas pilot Drone DJI Ratatotok yang memantau dari udara
Kolaborasi laut dan udara ini menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pencarian dalam waktu relatif singkat.
IPDA Hafiz menegaskan, semua jalur sedang dimaksimalkan, baik penyisiran langsung di permukaan laut maupun pengamatan lewat udara dengan bantuan drone.
Peran Drone: Mata Tambahan di Langit
Di tengah gelombang dan luasnya perairan, drone menjadi salah satu senjata penting tim di lapangan.
Dengan perspektif dari ketinggian, drone membantu:
Memetakan area laut yang sulit dijangkau kapal kecil
Mencari tanda-tanda keberadaan korban di permukaan
Mengambil visual real-time untuk koordinasi di darat dan di laut
Pantauan udara ini memberi peluang tambahan untuk menemukan Baim, terutama di area yang secara manual sulit disisir satu per satu.
Doa di Tepi Laut: Harapan yang Belum Padam
Meski hingga kini hasil pencarian masih nihil, semangat tim tidak luntur.
Di pesisir Desa Basaan, keluarga dan warga hanya bisa menatap hamparan laut sambil menggenggam harapan.
Mereka menunggu kabar, sambil berdoa tanpa henti agar Baim Kalipe segera ditemukan dan dapat kembali ke rumah.
Di antara debur ombak dan langit yang diawasi drone, harapan untuk keajaiban masih terus hidup di hati mereka.


komentar