KuybeliKuybeli

Pelatihan Barber Badung 2025: Dari Skill Cukur Sampai Buka Barbershop Sendiri

Pelatihan Barber Badung 2025: Dari Skill Cukur Sampai Buka Barbershop Sendiri
Minat|Penataan Rambut

Barber Bukan Sekadar Cukur Rambut

Di Kabupaten Badung, jasa potong rambut bukan lagi sekadar kebutuhan rutin, tapi sudah jadi peluang bisnis yang serius. Untuk menangkap peluang itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DiskopUKMP) Badung menggelar Pelatihan Barber UMKM Badung 2025 khusus bagi masyarakat yang ingin naik kelas lewat gunting dan clipper.

Pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Cempaka, Kantor Dinas Koperasi UKMP Badung, dan dirancang sebagai pintu masuk bagi calon-calon barber yang ingin menjadikan keahlian mereka sebagai sumber penghasilan.

5 Hari Belajar Serius Jadi Barber Profesional

Program pelatihan berlangsung selama lima hari, dari 20 hingga 24 Oktober 2025. Pesertanya berjumlah 25 orang, terdiri dari pelaku usaha mikro hingga calon wirausaha yang baru ingin terjun ke dunia barbershop.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya diajak memahami cara memegang gunting atau menggunakan mesin cukur, tapi juga dikenalkan pada standar layanan yang profesional dan rapi.

  • Peserta belajar teknik dasar dan lanjutan pemangkasan rambut.

  • Mereka dilatih untuk lebih percaya diri menawarkan jasa.

  • Fokusnya bukan cuma keterampilan teknis, tetapi juga cara melihat peluang usaha.

DiskopUKMP menghadirkan Bliss Barbershop sebagai narasumber teknis, sehingga peserta bisa belajar langsung dari pelaku usaha yang sudah berpengalaman di lapangan.

Dari Skill Cukur ke Peluang Bisnis Nyata

Pihak DiskopUKMP menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membekali peserta dengan keterampilan yang bisa langsung diterjemahkan jadi peluang kerja atau usaha baru di bidang barbershop.

Masyarakat tidak hanya diarahkan untuk bisa memotong rambut dengan baik, tetapi juga diajak memahami bahwa keahlian tersebut punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan serius.

Di banyak desa, barbershop hampir tak pernah sepi. Antrean pelanggan masih jadi pemandangan biasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa:

  • Permintaan jasa barber masih sangat tinggi.

  • Prospek usaha barbershop jangka panjangnya menjanjikan.

  • Potensi profitnya cukup menarik untuk digeluti sebagai usaha utama maupun sampingan.

Peluang Terbuka Lebar untuk Pemula

Menariknya, sebagian besar peserta pelatihan ini belum memiliki usaha sendiri. Meski begitu, antusiasme mereka sangat tinggi karena melihat besarnya potensi bisnis di dunia barbershop.

Bisnis ini juga relatif inklusif: bisa digeluti oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa, sepanjang mau belajar dan disiplin.

Semangat para peserta membuat DiskopUKMP berencana mengadakan pelatihan serupa di tahun-tahun berikutnya agar makin banyak barber baru yang lahir dari Badung.

Bukan Hanya Latihan, Ada Dukungan Lanjutan

DiskopUKMP tidak berhenti pada pelatihan saja. Bagi peserta yang serius ingin membuka usaha barbershop, tersedia dukungan lanjutan, termasuk dari sisi pembiayaan melalui program Sidi Kumbara yang ditujukan untuk UMKM dan calon wirausaha di Kabupaten Badung.

Dengan adanya fasilitas pembiayaan ini, lulusan pelatihan tidak perlu hanya berhenti pada tahap “bisa motong”, tetapi benar-benar bisa melangkah ke tahap “buka usaha sendiri”.

Menyiapkan Generasi Barber Wirausaha

Lewat pelatihan barber ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mengasah kemampuan di bidang jasa potong rambut.

Dampaknya bukan hanya pada peningkatan penghasilan pribadi, tetapi juga pada terciptanya lapangan kerja baru di lingkungan sekitar.

  • Keterampilan yang diperoleh bisa jadi modal kerja mandiri.

  • Usaha barbershop berpotensi menyerap tenaga kerja lain.

  • Semangat wirausaha masyarakat didorong untuk terus tumbuh.

Pada akhirnya, keahlian memotong rambut di tangan yang tepat bisa berubah menjadi bisnis berkelanjutan. Dari sebuah kursi barber di sudut desa, kesempatan ekonomi baru untuk banyak orang bisa lahir dan berkembang.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!