Gigi Sehat, Badan Ikut Sehat
Jakarta bukan cuma soal kemacetan dan gedung tinggi. Di sudut Bukit Duri, ada satu momen hangat yang mengingatkan kita: kesehatan gigi dan mulut itu pintu gerbang kesehatan seluruh tubuh.
Di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bukit Duri Bercerita, dua dokter gigi yang tergabung dalam Dokter Alumni SMAN 8 Jakarta (DAS) menggelar penyuluhan dengan tema yang dekat sekali dengan keluarga: “Gigi Sehat itu Kerja Tim: Anak dan Orang Tua”.
Dalam suasana akrab, penyuluhan ini menjadikan gigi dan mulut bukan lagi topik menakutkan, tapi bahan obrolan seru antara dokter, orang tua, dan anak-anak.
Kolaborasi DAS dan TBM: Ilmu, Hadiah, dan Banyak Tawa
Penyuluhan di TBM Bukit Duri Bercerita diisi oleh:
drg. Triana Zuraida (alumni 1995)
drg. Aulia Agustina, MSi., MKM (alumni 2003)
Keduanya hadir sebagai narasumber utama. Turut hadir pula beberapa alumni lain yang mendukung jalannya kegiatan dan menguatkan model kolaborasi antara DAS dan TBM agar bisa terus berlanjut.
Sekitar 90 peserta dari berbagai usia — anak, remaja, hingga orang tua — berkumpul mengikuti sesi penyuluhan yang dibuat interaktif.
Bukan cuma duduk dan mendengar, peserta diajak aktif lewat:
Kuis seputar kesehatan gigi dan mulut
Hadiah menarik untuk setiap jawaban benar
Suasana pun jadi meriah. Anak-anak berebut menjawab kuis, sementara para orang tua ikut antusias, karena ilmu yang dibagikan langsung berkaitan dengan kesehatan keluarga mereka.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi DAS dan TBM, serta dukungan keluarga alumni SMAN 8 Jakarta yang berkecimpung di bidang kesehatan. Bentuk dukungan ini menunjukkan bahwa perawatan gigi bukan hanya urusan klinik, tetapi juga gerakan sosial.
drg. Triana: Menjaga Gigi Harus Dimulai Sejak Dini

Dalam penyuluhan, drg. Triana Zuraida menekankan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut harus ditanamkan sedini mungkin. Menurutnya, melibatkan anak dan orang tua, terutama ibu, adalah kombinasi yang efektif untuk membangun rutinitas sehat di rumah.
Salah satu fokus materi adalah:
Cara menyikat gigi yang benar
Kapan waktu terbaik untuk menyikat gigi
Bagaimana orang tua bisa mendampingi anak dalam rutinitas sehari-hari
Harapannya, setelah mengikuti penyuluhan ini, anak dan orang tua bisa benar-benar mempraktikkan cara menyikat gigi yang baik dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya paham teorinya.
Triana juga mengingatkan bahwa menjaga gigi dan mulut bukan sekadar soal penampilan, tapi berhubungan erat dengan pencegahan berbagai penyakit yang bisa muncul kemudian hari.
Fakta Mengejutkan: Banyak yang Sakit Gigi, Sedikit yang ke Dokter
Masih dari penjelasan drg. Triana, data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan:
56,9% penduduk Indonesia berusia di atas 3 tahun mengalami masalah gigi
Hanya 11,2% yang datang berobat ke dokter gigi
Dari masalah yang ditemukan, 88% berupa karies gigi (gigi berlubang)
Hanya 6,8% yang menyikat gigi dengan benar
Angka-angka ini menggambarkan jurang besar antara masalah yang ada dan upaya yang dilakukan.
Karena itulah, Triana kembali menegaskan bahwa perawatan gigi dan mulut harus dimulai sejak awal, sebelum berbagai penyakit datang menyusul dan menurunkan kualitas hidup seseorang.
drg. Aulia: Kebiasaan Sederhana, Dampak Luar Biasa

Melengkapi pemaparan Triana, drg. Aulia Agustina mengingatkan bahwa banyak masalah gigi dan mulut sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.
Beberapa kebiasaan yang ditekankan antara lain:
Menyikat gigi dengan teknik yang benar
Menyikat gigi secara rutin, terutama sebelum tidur
Lebih peduli terhadap tanda-tanda awal masalah gigi
Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala
Menurut Aulia, edukasi berkelanjutan adalah kunci utama untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Bukan cukup sekali sosialisasi, tapi terus-menerus diingatkan dan dipraktikkan.
Ia berharap kegiatan seperti bakti sosial dan penyuluhan ini bisa:
Memberikan dampak positif langsung bagi warga sekitar
Meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan gigi adalah bagian dari kesehatan menyeluruh
Mengangkat kualitas hidup masyarakat lewat kebiasaan sehat yang konsisten
Aulia menegaskan bahwa penyuluhan ini dirancang agar materinya:
Mudah dipahami oleh semua kalangan
Relevan dengan masalah sehari-hari
Bisa langsung dipraktikkan di rumah, terutama oleh anak-anak dan orang tua mereka
TBM Bukit Duri: Bukan Sekadar Tempat Baca
Pendiri dan pengelola TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih, melihat kolaborasi dengan DAS sebagai hal yang sangat penting.
Dari kegiatan ini terlihat bahwa masih banyak warga yang baru menyadari bagaimana cara merawat gigi dan mulut dengan benar. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang baru tahu cara menyikat gigi yang baik setelah mengikuti penyuluhan.
Safrudiningsih, yang akrab dipanggil anak-anak sebagai Ka Ning Nong, menjelaskan bahwa TBM yang dikelolanya memang sengaja dibuka untuk banyak bentuk kerja sama.
TBM Bukit Duri Bercerita aktif menggandeng:
Komunitas seperti DAS
Komunitas lain di masyarakat
Berbagai kalangan perguruan tinggi
Semua kerja sama itu diarahkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan anak-anak dan para orang tua mereka.
Bagi Ka Ning Nong, anak yang sehat dan orang tua yang mendukung akan membuat proses belajar dan bermain di TBM jadi jauh lebih bersemangat.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para dokter gigi yang sudah berbagi ilmu dan dukungan, khususnya untuk masyarakat Bukit Duri.
Kenapa Kegiatan Seperti Ini Harus Lebih Banyak
Dari penyuluhan di TBM Bukit Duri Bercerita, ada beberapa hal penting yang bisa ditarik sebagai pelajaran bersama:
Kesehatan gigi dan mulut bukan hal remeh, tapi sering diabaikan
Edukasi yang melibatkan anak dan orang tua sekaligus jauh lebih efektif
Angka masalah gigi di Indonesia masih tinggi, sementara kunjungan ke dokter gigi masih rendah
TBM dan komunitas lokal bisa jadi jembatan penting antara tenaga kesehatan dan masyarakat
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini bukan hanya soal penyuluhan satu hari, tetapi tentang membangun kebiasaan baru di rumah:
Anak-anak tumbuh dengan gigi yang lebih sehat
Orang tua lebih paham dan peduli
Masyarakat pelan-pelan naik kualitas hidupnya lewat hal sederhana yang dilakukan setiap hari
Perawatan gigi dan mulut mungkin tampak kecil, tapi dampaknya bisa sangat besar. Dari satu sikat gigi yang dilakukan dengan benar, kita sedang berinvestasi untuk kesehatan jangka panjang seluruh keluarga.






