EX2 sebagai Mesin Utama Lonjakan SPK Mobil Listrik
Catatan 3.033 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan dominasi model EX2 sebagai penyumbang sekitar 70 persen pesanan menunjukkan bahwa Geely memanfaatkan ajang pameran otomotif besar sebagai akselerator penetrasi mobil listrik mainstream, bukan sekadar panggung pamer produk.
Geely Group menutup partisipasi di pameran mobil listrik GIIAS 2026 dengan pertumbuhan SPK lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, didukung lebih dari 2.000 sesi test drive yang memperlihatkan betapa pentingnya pengalaman langsung bagi calon pengguna. Lonjakan ini bukan kebetulan; ini hasil strategi terukur yang menggabungkan portofolio lengkap mulai dari electric vehicle (EV), plug-in hybrid (PHEV), hingga internal combustion engine (ICE) untuk menarik beragam profil konsumen. Poin yang paling menarik secara strategis adalah fokus pada segmen entry-level lewat Geely EX2. Ketika satu model menyumbang sekitar 70 persen SPK mobil listrik, itu sinyal kuat bahwa pasar mulai menggeser minat dari EV sekadar gaya hidup menuju alat mobilitas harian yang rasional.

EX2: Entry-Level EV yang Menyasar Arus Utama
Jika ingin memahami mengapa EX2 menjadi primadona mobil listrik GIIAS 2026, kuncinya ada pada kombinasi harga, manfaat kepemilikan, dan penggunaan harian. Dibanderol mulai Rp 239,9 juta, harga Geely EX2 jelas diposisikan untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya melihat EV sebagai produk mahal. Strategi ini diperkuat dengan pemberian wall charger beserta instalasi dasar dan portable charger, yang membuat adopsi EV terasa lebih praktis daripada menakutkan bagi pengguna baru.
Geely EX2 digambarkan sebagai kendaraan yang menyandang predikat No. 1 World's Best-Selling Small EV, menawarkan perpaduan teknologi EV, efisiensi, dan kepraktisan untuk mobilitas harian. Ini bukan sekadar klaim pemasaran; dominasi kontribusi SPK menunjukkan bahwa konsumen merespons narasi tersebut dengan keputusan pembelian nyata. Secara strategis, Geely menempatkan EX2 sebagai pintu masuk ke ekosistemnya. Begitu konsumen puas dengan satu model entry-level, jalan terbuka untuk cross-selling ke lini lain seperti EX5 atau produk elektrifikasi di atasnya. Di sinilah frasa "Geely EX2 spesifikasi" yang ramai dicari di mesin pencari menjadi modal komunikasi: spesifikasi memang penting, tapi pengalaman penggunaan yang terjangkau dan mudah diakses yang akhirnya mengunci keputusan.
Community Engagement: Dari 10.000 Pengguna ke 900 Anggota Aktif
Pertumbuhan SPK tidak berdiri sendiri; ia ditopang oleh strategi community engagement yang agresif. Geely Auto Indonesia mencatat lebih dari 10.000 konsumen sejak kembali ke pasar otomotif awal tahun lalu dan menjadikan momen ini sebagai ajang penguatan komunitas di GIIAS 2026. Melalui wadah Geely Owners, puluhan anggota dari EX5IS dan EX2ON diundang ke booth yang diubah menjadi ruang dialog interaktif, tempat pemilik berbagi pengalaman dan memberi masukan langsung.
Total anggota kedua komunitas sudah menembus lebih dari 900 orang, dengan EX5IS memiliki lebih dari 300 anggota aktif dan EX2ON lebih dari 600 anggota. Kegiatan seperti kopdar, turing antarkota, sampai permainan santai seperti mahjong di booth menunjukkan bahwa Geely memahami satu hal penting: adopsi mobil listrik bukan hanya soal produk, tetapi juga rasa aman dan kedekatan sosial. Ragam aktivitas komunitas yang membuktikan keandalan EX5 untuk harian dan perjalanan jauh memberi testimoni hidup yang tidak bisa ditandingi iklan biasa. Dalam konteks SPK mobil listrik, setiap anggota komunitas adalah duta yang mempercepat kepercayaan calon pengguna baru. Untuk brand yang relatif baru, ini strategi memperpendek jarak antara rasa penasaran dan keputusan membeli.

Test Drive, Pengalaman Nyata, dan Logistik Pengiriman
Salah satu keputusan paling tepat yang diambil Geely di GIIAS 2026 adalah menempatkan test drive sebagai jantung strategi penjualan, bukan sekadar pelengkap acara. Lebih dari 2.000 sesi test drive tercatat, dan banyak feedback konsumen menegaskan bahwa pengalaman berkendara menjadi faktor penting dalam keputusan membeli setelah mereka merasakan langsung build quality dan karakter berkendara produk Geely.
EX2 menjadi model yang paling banyak dicoba di arena test drive, menguatkan posisi mobil ini sebagai ujung tombak konversi dari rasa ingin tahu menjadi SPK mobil listrik. "Tahun ini, kami mencatatkan total 3.033 SPK dan lebih dari 2.000 sesi test drive" adalah pernyataan yang menegaskan hubungan erat antara pengalaman langsung dan hasil pesanan. Namun, strategi tidak berhenti pada pengambilan data pemesanan. Untuk menjawab antusiasme, Geely sudah menyiapkan lebih dari 2.000 unit EX2 yang siap dikirim, bahkan sebagian unit hasil pemesanan selama pameran sudah diserahkan ke pemilik. Ini krusial: konsumen mobil listrik butuh bukti bahwa brand mampu mengelola rantai pasok dan pengiriman, bukan sekadar mengambil pesanan.
Implikasi Strategis: Geely dan Masa Depan Mobil Listrik Mainstream
Pasar kendaraan listrik sedang memasuki fase baru: dari fase edukasi menuju fase adopsi massal. Pernyataan bahwa pasar kendaraan listrik "kian bergairah" tercermin bukan hanya dari angka SPK, tetapi juga dari fakta bahwa produk seperti EX2 mampu menarik lebih dari 6.500 konsumen sebagai model small EV yang laris.
Dengan portofolio yang mencakup EV, PHEV, dan SUV bermesin bensin, Geely Group menegaskan komitmen untuk memperluas pilihan mobilitas bagi konsumen dengan kebutuhan yang makin beragam. Secara strategi, ini adalah pendekatan "jaring lebar": menarik konsumen arus utama lewat produk bensin dan hybrid, sambil mendorong mereka ke mobil listrik melalui model entry-level seperti EX2. Mobil listrik GIIAS 2026 bukan lagi ornamen pameran, melainkan indikator nyata arah pasar. Pertumbuhan SPK lebih dari tiga kali lipat, dominasi EX2 sebagai kontributor 70 persen pesanan, serta basis pengguna lebih dari 10.000 orang memperlihatkan strategi penetrasi pasar yang agresif di segmen mobil listrik mainstream. Kesimpulannya, jika tren ini berlanjut, Geely berpotensi menjadi salah satu pemain yang mendefinisikan standar baru EV harian di pasar lokal, bukan hanya menjadi alternatif sampingan.






