Umbi Tradisional yang Tiba-Tiba Viral
Kimpul, uwi, dan talas adalah umbi-umbian tradisional yang kini naik kelas menjadi camilan kekinian berkat kreativitas konten kuliner dan eksperimen resep modern yang ramai di media sosial. Fenomena umbi viral TikTok ini bukan sekadar tren sesaat, tetapi sinyal bahwa dapur rumahan bisa menjadi laboratorium inovasi pangan lokal yang menarik minat generasi muda. Kimpul yang dulu identik dengan camilan umbi tradisional rebus atau goreng, kini tampil sebagai bahan utama resep kimpul modern yang tampil di FYP. Belakangan, media sosial diramaikan dengan kimpul setelah kreator asal Bantul dengan akun TikTok @black.sheep8208 membagikan eksperimen memasak yang mengganti berbagai bahan dengan kimpul sebagai pengganti utama.
Kimpul: Dari Krowotan ke Mashed Potato dan Lasagna
Selama ini, kimpul lebih sering hadir sebagai krowotan: direbus, dikukus, atau digoreng sebagai camilan umbi tradisional yang sederhana. Padahal, teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat kimpul sangat potensial diolah menjadi resep kimpul modern. Dalam konten yang viral, kimpul diubah menjadi mashed potato, lasagna, dan berbagai kreasi makanan modern lain dengan memanfaatkan umbi lokal tersebut sebagai pengganti bahan impor. Di sini letak poin pentingnya: kita tidak sedang menghapus rasa autentik, melainkan memindahkan kimpul ke konteks baru. Pati kimpul yang menarik untuk teknologi pangan menunjukkan bahwa umbi ini bukan sekadar umbi viral TikTok, tetapi bahan baku serius yang layak dikembangkan lebih luas sebagai tepung, snack renyah, hingga produk pangan siap saji.
Uwi dan Talas: Talas Jadi Cookies, Uwi Jadi Donat
Jika kimpul ramai di dunia maya, uwi dan talas diam-diam bertransformasi di dapur komunitas. Uwi dan talas selama ini identik dengan makanan sederhana, cukup direbus lalu disantap sebagai krowotan di banyak rumah tangga. Namun, melalui kreativitas pengolahan, kedua komoditas itu diubah menjadi donat, brownies, cookies, hingga beragam kue kering yang memanfaatkan tepung uwi dan talas sebagai bahan utama. Talas jadi cookies bukan lagi ide aneh, melainkan pintu masuk untuk mengenalkan cita rasa lokal dalam format camilan kekinian. Dalam pelatihan pengolahan pangan yang digelar pada 13–15 Oktober 2026, warga diajari cara mengolah uwi dan talas menjadi cookies, brownies, dan olahan lain berbasis tepung umbi tersebut.

Panduan Singkat: Mengolah Uwi, Talas, dan Kimpul Jadi Camilan Kekinian
Pertanyaannya sekarang: bagaimana cara mengolah uwi, talas, dan kimpul supaya tidak berhenti di krowotan? Untuk uwi dan talas, kuncinya ada pada pengolahan menjadi tepung. Umbi dikupas, dikukus atau direbus, lalu dikeringkan dan digiling hingga halus. Tepung ini kemudian dipakai sebagai pengganti sebagian tepung terigu untuk donat, brownies, atau talas jadi cookies, sebagaimana dilatih dalam program peningkatan kapasitas pengolahan uwi dan talas. Untuk kimpul, pendekatannya bisa dua arah: diolah menjadi puree untuk mashed “potato” versi lokal, atau dikeringkan menjadi tepung kimpul yang siap masuk ke adonan camilan renyah. Intinya, camilan umbi tradisional tidak perlu ditinggalkan; ia cukup diberi format baru yang lebih akrab dengan lidah dan gaya hidup anak muda.
Dari Tren ke Peluang Usaha Pangan Lokal
Tren umbi viral TikTok ini punya implikasi yang jauh melampaui FYP. Kimpul, uwi, dan talas menunjukkan bahwa pangan lokal bisa naik kelas ketika diberi cerita baru dan bentuk baru. Menurut penjelasan lembaga yang mengembangkan pelatihan uwi dan talas, pengembangan produk olahan adalah langkah penting untuk memperluas pemanfaatan tanaman lokal dan memberi nilai jual lebih tinggi pada bahan yang selama ini tumbuh di pekarangan warga. Kimpul pun diakui memiliki peluang dimanfaatkan lebih luas berkat karakteristik patinya yang menarik. Artinya, camilan umbi tradisional yang dulu dianggap “makanan desa” kini berpotensi menjadi brand snack kekinian, membuka peluang usaha kuliner baru sekaligus memperkuat diversifikasi pangan lokal. Jika ada momentum yang layak diikuti, inilah saatnya: mulai dari dapur rumah, berakhir di lini usaha yang lahir dari resep kimpul modern dan cara mengolah uwi serta talas yang kreatif.






