Saat Mahasiswi KPI Turun ke Panggung Beauty Muslimah
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo, Asy Syifa Nabila, berhasil mencuri perhatian di ajang Beauty Muslimah Indonesia 2025 dengan meraih juara 2.
Kompetisi ini digelar oleh PT Beauty Muslimah Indonesia dengan dukungan Yayasan Perempuan Pilar Peradaban dan sudah berjalan sejak 2021 sebagai wadah muslimah untuk berprestasi dengan tetap menjunjung nilai-nilai Islami.
Kontes Kecantikan Bernuansa Islami
Bagi Asy Syifa, konsep Beauty Muslimah Indonesia terasa sangat dekat dengan jati dirinya.
Ia melihat ajang ini sebagai kontes kecantikan yang bernuansa Islami, sehingga membuatnya lebih nyaman dan leluasa untuk terlibat.
Selain itu, ia juga ingin menantang diri di dunia modeling, fashion, dan influencer, menjadikan ajang ini sebagai langkah awal yang serius untuk masuk ke ranah tersebut.
Penilaian yang Bukan Hanya Soal Wajah
Kompetisi ini tidak sekadar menilai penampilan luar.
Aspek penilaian mencakup berbagai hal yang cukup komprehensif:
Voting dari publik
Unjuk bakat
Public speaking
Psikotes
Sesi wawancara
Manner dan etika
Pengelolaan media sosial
Interaksi sosial
Total look: make-up, busana, dan kerapian keseluruhan
Kecantikan versi Beauty Muslimah bukan hanya soal riasan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, bersikap, dan mengelola diri di ruang publik.
Momen Paling Berkesan di Balik Panggung
Salah satu hal paling berkesan bagi Asy Syifa adalah kesempatan bertemu dengan banyak sosok inspiratif dari berbagai provinsi.
Pengalaman itu membuatnya semakin sadar bahwa ia perlu terus meng-upgrade kualitas diri dan skill sebagai investasi masa depan.
Bertemu para finalis dengan latar belakang berbeda membuka wawasannya, sekaligus memotivasinya untuk tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.
Kekuatan Dukungan: Orang Tua, Teman, dan Komunitas
Di balik pencapaian tersebut, ada dukungan besar dari banyak pihak.
Orang tua menjadi motivator utama, baik dari sisi moral maupun materi. Mereka memberi dorongan agar Asy Syifa berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Dukungan juga datang dari teman-teman kampus dan para senior di organisasi yang membantu prosesnya selama mengikuti ajang ini.
Lingkungan yang suportif menjadi salah satu kunci ia mampu melalui setiap tahap seleksi dengan lebih percaya diri.
Role Model di Dunia Beauty Muslimah
Dalam perjalanan di dunia beauty muslimah, Asy Syifa banyak terinspirasi oleh senior-seniornya di organisasi.
Selain itu, sosok Winner Jawa Tengah 2024 juga menjadi sumber motivasi tersendiri yang mendorongnya untuk terus berprestasi.
Figur-figur ini menunjukkan bahwa muslimah bisa tampil anggun, cerdas, dan berdaya, tanpa kehilangan identitas keislaman.
Dari Belakang Layar ke Sorot Lampu Panggung
Ketertarikan Asy Syifa terhadap dunia beauty muslimah justru tumbuh kuat saat ia mulai berkuliah.
Sebelumnya, ketika masih di pondok, ia lebih sering berada di balik layar sebagai panitia berbagai kegiatan, sehingga jarang tampil di atas panggung.
Ajang Beauty Muslimah menjadi gerbang pertama baginya untuk berani muncul di depan publik dan lebih aktif di media sosial.
Dari yang semula hanya mengurus acara, kini ia menjadi salah satu pusat perhatian dalam sebuah ajang nasional.
Persiapan Intens: Dari Fisik sampai Gaun
Untuk bisa tampil maksimal, Asy Syifa memulai persiapan sejak satu bulan sebelum audisi regional yang digelar pada 31 November 2024.
Rangkaian persiapan yang ia jalani meliputi:
Latihan fisik untuk menjaga stamina
Latihan catwalk agar gerak tubuh lebih anggun dan percaya diri
Persiapan unjuk bakat
Pemilihan gaun yang tepat
Bekerja sama dengan MUA untuk menguatkan karakter tampilan
Persiapan yang intens ini menjadi fondasi penting yang mendukung penampilannya di atas panggung.
Dua Tahap Menuju Malam Puncak
Penyelenggaraan Beauty Muslimah Indonesia terbagi menjadi dua fase utama.
Tahap karantina di Ramada by Wyndham Yogyakarta pada 30–31 Januari 2025
Acara puncak di Sleman City Hall pada 1 Februari 2025
Masa karantina menjadi momen pembekalan, pelatihan, dan penguatan karakter, sebelum para finalis tampil di panggung utama.
Menyeimbangkan Kuliah dan Kompetisi
Di tengah padatnya jadwal kegiatan, Asy Syifa tetap menjalankan peran utamanya sebagai mahasiswi.
Ia mengatur ritme harian dengan cermat:
Jika kuliah pagi, latihan dilakukan pada sore hari
Jika kuliah siang atau sore, latihan dioptimalkan di pagi hari
Manajemen waktu yang disiplin membuatnya mampu berjalan di dua jalur sekaligus: berprestasi akademik dan aktif di dunia beauty muslimah.
Manfaat Besar untuk Muslimah
Menurut Asy Syifa, ajang seperti ini sangat penting bagi muslimah masa kini.
Kompetisi ini membantunya untuk:
Meningkatkan rasa percaya diri
Mengasah keterampilan komunikasi dan tampil di depan umum
Memperluas jaringan pertemanan dan relasi profesional
Ia juga mendapatkan banyak pelajaran berharga, seperti:
Manner dan etika yang baik
Kepemimpinan
Manajemen waktu
Disiplin
Seni berkomunikasi dan bersosialisasi di berbagai situasi
Semua ini menjadi bekal penting, bukan hanya untuk dunia beauty pageant, tetapi juga untuk karier dan kehidupan ke depan.
Seleksi Ketat dan Doa yang Menguatkan
Proses seleksi yang ia jalani terbilang ketat, terutama pada aspek bakat dan voting.
Meski begitu, ia merasakan banyak kemudahan di setiap tahap, didukung oleh doa, semangat dari orang-orang sekitar, dan usaha untuk terus melatih diri.
Kombinasi ikhtiar dan doa itulah yang akhirnya mengantarkannya pada posisi juara 2 di Beauty Muslimah Indonesia 2025.
Perjalanan Asy Syifa menjadi bukti bahwa muslimah bisa bersinar di panggung nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diyakini, selama berani mencoba, konsisten berproses, dan mau terus belajar.






