Sumber gambar utama: ArtMarie via iStock
Dalam beberapa tahun terakhir, oximeter jadi salah satu alat kesehatan yang cukup populer, terutama sejak meningkatnya kesadaran akan pentingnya memantau kesehatan secara mandiri di rumah. Mungkin kamu juga pernah melihatnya, alat kecil yang dijepit di ujung jari dan menampilkan angka kadar oksigen serta detak jantung.
Namun, sebenarnya apa itu oximeter, dan bagaimana cara kerjanya bisa mengukur oksigen dalam darah tanpa perlu jarum suntik? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Oximeter dan Fungsinya
Oximeter atau yang sering disebut pulse oximeter adalah alat medis kecil yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah (oxygen saturation atau SpO2) dan juga detak jantung (pulse rate). Alat ini bekerja secara non-invasif, artinya kamu tidak perlu mengambil darah untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam tubuhmu.
Fungsi utama oximeter adalah membantu memantau kondisi pernapasan seseorang, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit paru, asma, pneumonia, atau gangguan pernapasan lainnya. Dengan alat ini, kamu bisa tahu apakah tubuhmu mendapatkan cukup oksigen atau tidak. Kadar oksigen normal biasanya berada di kisaran 95–100%. Jika angkanya di bawah itu, bisa jadi ada gangguan yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis.
Cara Kerja Oximeter dalam Mengukur Oksigen Darah

Sumber gambar: D-Keine via iStock
Meskipun terlihat sederhana, oximeter bekerja dengan teknologi optik yang cukup canggih. Alat ini memancarkan dua jenis cahaya, merah dan inframerah, melalui ujung jari, telinga, atau area tubuh lain yang cukup tipis. Sensor di sisi lain alat akan membaca seberapa banyak cahaya yang diserap oleh hemoglobin di dalam darah.
Hemoglobin yang membawa oksigen akan menyerap cahaya secara berbeda dengan hemoglobin yang tidak membawa oksigen. Berdasarkan perbedaan ini, oximeter dapat menghitung persentase kadar oksigen dalam darahmu secara real-time. Hasilnya langsung muncul di layar dalam bentuk angka SpO2. Selain itu, alat ini juga bisa menampilkan detak jantungmu, yang sangat berguna untuk memantau kondisi fisik saat berolahraga atau sedang sakit.
Menariknya, oximeter tidak hanya digunakan oleh tenaga medis di rumah sakit. Banyak orang kini memiliki alat ini di rumah untuk pemantauan rutin, terutama saat pandemi, ketika saturasi oksigen menjadi indikator penting kesehatan paru-paru.
Tips Menggunakan Oximeter agar Hasilnya Akurat
Meskipun mudah digunakan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar hasil pengukuran oximeter lebih akurat. Pertama, pastikan jari dalam kondisi bersih dan kering, karena kotoran atau kuku yang dicat bisa memengaruhi hasil pembacaan sensor cahaya. Kedua, hindari gerakan berlebihan saat pengukuran, karena gerakan bisa mengganggu stabilitas sinyal.
Selain itu, pastikan tangan dalam kondisi hangat. Suhu tubuh yang terlalu dingin dapat memperlambat aliran darah di ujung jari dan membuat hasil pengukuran tidak akurat. Jika kamu ingin memantau secara rutin, sebaiknya ukur dalam posisi duduk santai dan pada waktu yang sama setiap hari agar hasilnya lebih konsisten.
Sekarang kamu sudah tahu, ternyata oximeter bukan sekadar alat medis biasa, tapi bisa jadi sahabat penting dalam memantau kesehatan harianmu. Alat kecil ini membantu kamu mengetahui kondisi oksigen dalam darah dengan cepat, mudah, dan tanpa rasa sakit. Jadi, nggak ada salahnya punya satu di rumah, apalagi jika kamu atau keluargamu memiliki riwayat penyakit pernapasan.






