Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Naik 75 Lantai dalam Satu Sprint: Panduan Vertical Run Jakarta

Naik 75 Lantai dalam Satu Sprint: Panduan Vertical Run Jakarta
Minat|Lari

Mengapa Lari Vertikal di Autograph Tower Bukan Sekadar Lomba

Vertical run Jakarta adalah ajang lari menanjak lantai di dalam gedung tinggi, di mana pelari berlomba menapaki ribuan anak tangga secara vertikal hingga ke titik finis di ketinggian tertentu, sehingga menuntut kombinasi kekuatan otot kaki, kapasitas kardiovaskular, dan ketahanan mental yang jauh berbeda dari marathon jalan raya biasa. Geely Jakarta Vertical Run 2026 digelar oleh Pemprov DKI di Autograph Tower, bagian dari kompleks Thamrin NineJakarta Vertical Run 2026 di Autograph Tower. Gedung setinggi 385 meter ini adalah yang tertinggi di Jakarta dan salah satu yang tertinggi di belahan bumi selatan, membuat event ini langsung terasa ekstrem. Peserta diajak menaklukkan sekitar 2.120 anak tangga hingga setinggi 75 lantai, menghadirkan sensasi lari vertikal yang berbeda dari lomba lari jalan raya. Jika Anda terbiasa berlari di aspal, ajang tower running ini akan menguji ulang batas kemampuan Anda dari nol.

Naik 75 Lantai dalam Satu Sprint: Panduan Vertical Run Jakarta

Tantangan 2.120 Anak Tangga: Mengelola Risiko, Bukan Menantang Nasib

Hal paling menakutkan dari lari vertikal Jakarta bukan hanya angka 2.120 anak tangga, tetapi cara kaki, paru-paru, dan kepala Anda bereaksi terhadap tekanan ketinggian dan kepadatan lintasan. Para pelari akan berlari secara vertikal hingga setinggi 75 lantai, di dalam gedung 106 lantai setinggi 385 meter. Meski lintasan “hanya” sampai lantai 75, tantangan ini menuntut kemampuan fisik dan mental karena peserta harus menjaga ritme serta mengatur tenaga saat menapaki ribuan anak tangga. Kebanyakan pelari jalan raya cenderung menggebu di awal, lalu kehabisan tenaga di tengah. Di vertical run, kesalahan seperti itu bisa berakhir pada rasa pusing, napas tersengal, bahkan menyerah di tengah tangga. Kunci utamanya: perlakukan event ini sebagai lomba manajemen energi jangka menengah, bukan sprint emosional satu napas.

Latihan Fisik Terarah: Membangun Mesin Kaki dan Jantung

Persiapan lari vertikal yang serius harus berangkat dari satu kesadaran: otot kaki Anda akan melakukan ribuan repetisi dorongan menanjak, dan sistem kardiovaskular harus sanggup mengalirkan oksigen tanpa henti. Tantangan ini jelas berbeda dari marathon tradisional di jalan raya. Alih-alih hanya menambah jarak lari, Anda perlu program latihan bertingkat: sesi stair workout di tangga gedung, latihan squat dan lunges untuk menguatkan paha dan betis, serta interval cardio untuk mensimulasikan denyut jantung saat memanjat. Karena pelari harus menjaga ritme dan mengatur tenaga saat menapaki ribuan anak tangga, latihan tempo di tangga — misalnya 10–15 lantai berulang dengan jeda singkat — jauh lebih relevan dibanding sekadar lari panjang datar. Pendekatan ini memang melelahkan, tetapi menjadi satu-satunya cara realistis agar tubuh tidak kaget ketika berhadapan dengan 2.120 langkah yang menanjak tajam.

Ketahanan Mental dan Strategi Start Pagi Buta

Ketahanan mental dalam lari menanjak lantai sering diremehkan, padahal pikiran adalah faktor yang memutuskan apakah Anda berhenti di lantai 30 atau tiba di lantai 75. Lomba akan dimulai sejak pukul 04.30 WIB, memberi peluang bagi pelari tercepat untuk mencapai puncak lintasan saat matahari terbit dan menyaksikan lanskap kota dari ketinggian. Start yang sangat pagi menuntut disiplin tidur, pola makan, dan manajemen rasa tegang sejak malam sebelumnya. Visualisasi jalur, menetapkan target lantai per segmen, dan menerima sejak awal bahwa napas akan berat adalah bagian penting dari persiapan mental. Tantangan ini membutuhkan kemampuan fisik dan mental karena peserta harus menjaga ritme dan mengatur tenaga saat menapaki ribuan anak tangga, jadi latihan meditasi singkat, breathing exercise, atau simulasi lomba di tangga gedung tempat kerja bisa menjadi senjata psikologis. Tanpa kepala yang tenang, setiap anak tangga akan terasa seperti hukuman, bukan tantangan.

Dimensi Urban dan Teknologi: Lari Vertikal sebagai Simbol Gaya Hidup Baru

Jakarta Vertical Run bukan hanya olahraga, tetapi pernyataan tentang bagaimana kota modern memaknai aktivitas fisik dan mobilitas. Ajang ini masuk dalam kalender Towerrunning World Association World Series, dan dijadwalkan menghadirkan atlet profesional dari lebih dari 20 negara, sekaligus meramaikan rangkaian menuju perayaan 500 Tahun Kota Jakarta. Kehadiran Geely Auto Indonesia sebagai official partner utama menambah dimensi menarik: mereka membawa lini kendaraan listrik tercanggih untuk mendukung mobilitas atlet dunia, tamu VIP, dan panitia. "Semangat ajang ini dalam menantang batas sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan solusi mobilitas elektrifikasi yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat urban," ujar Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso. Kombinasi tower running, gedung tertinggi, dan teknologi kendaraan listrik menjadikan vertical run Jakarta sebagai simbol gaya hidup aktif yang berpihak pada lingkungan dan kota masa depan. Jika Anda ikut, Anda tidak hanya menaklukkan tangga — Anda ikut merayakan arah baru olahraga urban.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!