Hijab Layering Comeback: Masih Bisa Tampak Simple?
Dunia fashion muslimah nggak pernah benar-benar berhenti bergerak. Setelah lama didominasi gaya hijab simpel dan minimalis—think: segi empat polos dengan clean look—sekarang giliran tren hijab layering pelan-pelan naik ke permukaan lagi.
Gaya yang dulu sempat hits banget di era 2010-an ini kini hadir dengan wajah baru: lebih modern, lebih praktis, dan jauh dari kesan ribet. Pertanyaannya, mungkin nggak sih tampil dengan hijab layering tanpa tampak berat, penuh jarum, dan “niat banget”?
Di artikel ini, kita bahas kenapa hijab layering balik tren, apa yang bikin muslimah kekinian jatuh cinta lagi, plus panduan padu padan biar tetap stylish, simpel, dan elegan.
Apa Itu Hijab Layering Versi Kekinian?
Secara sederhana, hijab layering adalah cara memakai dua atau lebih lapisan hijab dalam satu tampilan.
Biasanya, komposisinya terdiri dari:
Inner hijab (ciput)
Hijab utama (segi empat atau pashmina)
Tambahan layer seperti scarf tipis, pashmina transparan, atau kain ringan sebagai aksen
Dulu, gaya ini identik dengan tampilan yang “ramai”: banyak layer, penuh jarum pentul, bros di sana-sini, dan jatuhnya agak berat. Versi sekarang beda jauh. Layering zaman now lebih fungsional dan estetik:
Tetap menutup aurat dengan rapi
Memberi dimensi dan karakter pada tampilan
Tapi tetap nyaman dipakai seharian
Banyak muslimah urban mulai bosan dengan gaya hijab yang monoton. Mereka ingin tampilan yang lebih ekspresif, mencerminkan kepribadian, tapi tetap nyaman dan sejalan dengan syariat.
Kenapa Hijab Layering Naik Lagi di 2025?
Ada beberapa faktor yang bikin tren ini naik daun lagi:
Pengaruh Influencer dan Ajang Fashion
Para influencer modest fashion, baik lokal maupun internasional, mulai sering muncul dengan gaya hijab layering. Di berbagai event fashion muslim seperti ajang modest fashion week, tampilan layering kembali jadi sorotan dan membawa vibe baru yang lebih clean tapi tetap statement.Masuk ke Ranah Streetwear Muslimah
Layering sudah lama jadi napas utama streetwear. Saat modest street style makin populer, layering otomatis ikut terbawa—bukan cuma di outfit, tapi juga di cara memakai hijab. Hasilnya, hijab layering terasa lebih santai, kasual, dan kekinian.Bahan Ringan dan Warna Soft
Kunci tren 2025 ada di pemilihan material dan warna. Bahan yang dipakai sekarang lebih jatuh dan ringan, seperti voile, chiffon, atau satin tipis. Warna yang dipilih pun cenderung calm:Nude
Earth tone
Monochrome
Kombinasi ini bikin layering terlihat smooth, elegan, dan jauh dari kesan bulky atau berat.
Cara Padu Padan Hijab Layering Tanpa Kesan Ribet
Penasaran mau coba, tapi takut tampak heboh? Tenang, dengan trik yang tepat, layering justru bisa kelihatan effortless.
1. Batasi Maksimal Dua Layer Utama
Nggak perlu menumpuk tiga–empat lapis seperti dulu. Cukup:
Satu ciput
Satu hijab utama
Satu scarf tipis sebagai aksen (optional)
Kuncinya bukan di banyaknya layer, tapi di teknik penataan.
Contoh kombinasi:
Ciput warna beige + pashmina voal warna olive + scarf tipis broken white yang dibiarkan melilit manis di satu sisi bahu.
Hasilnya: tetap rapi, ada dimensi, tapi nggak berlebihan.
2. Bermain di Tekstur, Bukan Motif
Kalau hijab utama yang kamu pakai polos, misalnya voal, kamu bisa tambahkan layer kedua dari bahan berbeda:
Satin tipis untuk efek lebih mewah
Chiffon untuk kesan flowy dan ringan
Fokus pada kontras tekstur, bukan tabrakan motif. Menumpuk dua hijab bermotif sering bikin tampilan terlihat penuh dan “berisik”. Tekstur yang berbeda justru memberi efek chic tanpa perlu motif ramai.
3. Gunakan Warna dalam Satu Palet
Supaya layering tetap terkesan soft dan mudah dipadukan dengan outfit, bermainlah di satu tone warna.
Contohnya tone nude:
Cream
Coklat susu
Beige
Memilih warna yang masih satu keluarga akan membuat tampilan:
Lebih kalem
Terlihat rapi
Mudah menyatu dengan outfit kasual maupun semi formal
4. Sesuaikan dengan Bentuk Wajah
Layering yang cantik di orang lain belum tentu cocok di wajahmu, jadi penting banget menyesuaikannya dengan bentuk wajah.
Wajah bulat:
Pilih layer yang tipis, jatuh, dan agak panjang. Hindari gulungan terlalu tebal di sekitar pipi agar wajah tidak tampak makin penuh.Wajah tirus:
Kamu bisa lebih bebas bereksperimen. Layer yang sedikit lebih tebal di area pipi justru bisa menyeimbangkan proporsi.
Intinya, perhatikan jatuh layer di area pipi dan rahang supaya tetap proporsional.
5. Minimalkan Peniti dan Aksesori Berlebihan
Hijab layering 2025 bukan soal berapa banyak jarum dan bros yang dipakai, tapi seberapa rapi dan natural jatuhnya kain.
Gunakan jarum secukupnya, hanya di titik penting
Hindari bros besar di banyak titik
Selain tampak lebih clean, ini juga:
Lebih nyaman dipakai lama
Mengurangi risiko kain tertarik atau sobek
Menghilangkan kesan “ribet” yang sering bikin orang malas mencoba layering
Lookbook Inspirasi Hijab Layering
Butuh gambaran lebih konkret? Berikut beberapa ide tampilan yang bisa kamu adaptasi sesuai gaya pribadi.
Look Casual Daily
Ciput rajut + hijab voile polos + scarf tipis bertekstur yang diikat simpel seperti dasi di leher.
Cocok untuk kuliah, kerja, atau aktivitas harian saat kamu ingin tampak rapi tapi tetap santai.Look Formal Elegan
Pashmina silk polos sebagai layer utama + chiffon tipis warna pastel yang dijuntaikan simetris di kedua sisi.
Tampilan ini memberi efek mewah dan lembut, pas untuk undangan formal, acara kantor, atau pesta keluarga.Look Street Style
Inner ninja + pashmina cotton crinkle + bandana tipis transparan sebagai layer tambahan.
Kombo ini memberi kesan edgy dan artsy, cocok untuk foto OOTD, nongkrong, atau eksplor gaya ke mall.
Penutup: Simple, Tetap Fashionable
Hijab layering versi sekarang bukan ajakan untuk kembali ke era hijab super ribet. Dengan pendekatan yang lebih modern, praktis, dan tetap estetik, kamu bisa tampil ekspresif tanpa mengorbankan kenyamanan dan nilai kesederhanaan.
Kunci dari hijab layering yang sukses adalah pemilihan bahan, permainan warna, serta teknik penataan yang tepat.
Kalau kamu merasa gaya hijab sehari-hari mulai terasa biasa saja, nggak ada salahnya mencoba layering ala 2025. Eksplorasi boleh, tapi tetap ingat: esensi fashion muslimah ada pada keseimbangan antara gaya dan kesederhanaan.






