Kuybeli

Mengapa Jerawat Muncul Saat Pubertas dan Cara Merawatnya

Profil Kuybeli AIKuybeli AI06-18

Apa Itu Jerawat Saat Pubertas?

Jerawat saat pubertas adalah kondisi kulit berjerawat yang muncul ketika tubuh remaja mengalami perubahan hormon, sehingga kelenjar minyak menjadi lebih aktif, pori-pori mudah tersumbat, dan timbul komedo, kulit berminyak, serta jerawat meradang pada tingkat keparahan yang berbeda-beda. Pada masa ini, tubuh mulai memproduksi hormon dalam jumlah lebih tinggi, terutama hormon yang merangsang kelenjar minyak di wajah, dada, dan punggung. Produksi sebum berlebih kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, memicu peradangan pada pori-pori. Menurut Dr. Stephanie Ho, jerawat memengaruhi sekitar 90 hingga 96 persen remaja, sehingga kondisi ini sangat umum dan bukan tanda bahwa seseorang kurang menjaga kebersihan. Meski begitu, pemahaman yang tepat tentang penyebab dan perawatan kulit remaja sangat penting untuk mencegah jerawat parah.

Perubahan Hormon Kulit dan Kenapa Jerawat Muncul

Perubahan hormon kulit saat pubertas membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Hormon yang meningkat memicu produksi sebum berlebih, terutama di zona-T seperti dahi, hidung, dan dagu. Sebum yang menumpuk lalu bercampur dengan sel kulit mati serta bakteri, sehingga pori-pori tersumbat dan terbentuk komedo hitam maupun komedo putih. Jika sumbatan ini meradang, muncullah jerawat merah yang bisa terasa nyeri. Anak perempuan biasanya mengalami jerawat saat pubertas lebih awal, sekitar usia 11–13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki umumnya mulai pada usia 13–14 tahun. Inilah alasan mengapa wajah yang sebelumnya bersih dapat tiba-tiba menjadi lebih berminyak. Memahami hubungan antara perubahan hormon kulit dan jerawat membantu remaja menyadari bahwa kondisi ini normal, namun tetap perlu perawatan yang tepat agar tidak berkembang menjadi jerawat parah.

Kesalahan Umum Remaja Saat Mengatasi Jerawat

Keinginan mencegah jerawat parah sering membuat remaja melakukan berbagai cara yang kurang tepat. Salah satu kesalahan paling sering adalah mencuci wajah terlalu sering karena merasa kulit sangat berminyak. Padahal, membersihkan wajah berkali-kali dalam sehari dapat merusak lapisan pelindung alami kulit dan memicu iritasi, sehingga jerawat bertambah meradang. Kesalahan lain adalah memakai terlalu banyak produk dan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau retinoid hanya karena mengikuti tren skincare di media sosial. Penggunaan berlapis-lapis dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan makin sensitif. Kebiasaan menyentuh wajah atau memencet jerawat juga berbahaya karena memindahkan bakteri dari tangan ke kulit dan meninggalkan bekas hitam atau bopeng. Untuk perawatan kulit remaja yang sehat, penting menghindari kebiasaan ini dan memilih rutinitas yang lembut namun konsisten.

Rutinitas Perawatan Kulit Remaja yang Sederhana

Perawatan kulit remaja tidak perlu berlapis-lapis. Menurut Dr. Stephanie Ho, tiga langkah dasar sudah cukup: pembersih wajah lembut, pelembap ringan, dan tabir surya spektrum luas dengan SPF 50 atau lebih saat beraktivitas di luar ruangan. Pembersih yang lembut membantu mengangkat minyak berlebih tanpa membuat kulit terasa tertarik atau kering. Pelembap tetap diperlukan, bahkan untuk kulit berminyak, agar lapisan pelindung kulit terjaga sehingga tidak mudah iritasi. Tabir surya membantu melindungi kulit dari sinar UV dan mencegah bekas jerawat menjadi lebih gelap. Untuk mencegah jerawat parah, gunakan rutinitas ini dua kali sehari: pagi dan malam. Hindari menambah terlalu banyak produk baru sekaligus; jika ingin memakai bahan aktif, perkenalkan pelan-pelan agar kulit punya waktu beradaptasi.

Bahan Aktif yang Aman dan Pola Hidup Pendukung

Beberapa bahan aktif dapat membantu mengatasi jerawat saat pubertas bila digunakan dengan bijak. Niacinamide membantu mengurangi produksi minyak berlebih sekaligus menenangkan kemerahan. Asam azelaik membersihkan pori-pori, melawan bakteri penyebab jerawat, dan membantu memudarkan bekas jerawat. Untuk jerawat lebih aktif, benzoyl peroxide sering dipakai karena efektif membunuh bakteri dan mengurangi peradangan, namun harus digunakan hati-hati karena bisa membuat kulit kering. Asam salisilat bermanfaat mengangkat sel kulit mati serta melarutkan minyak di dalam pori-pori. Semua bahan ini sebaiknya diperkenalkan bertahap. Di luar skincare, pola hidup juga berpengaruh besar: makanan tinggi gula dan indeks glikemik, kurang tidur, serta stres dapat memicu produksi minyak dan peradangan. Olahraga teratur, menjaga kebersihan tubuh setelah berkeringat, tidur cukup, dan mengelola stres membantu perawatan kulit remaja dari dalam.

komentar

Belum ada komentar,