sumber gambar: Andrew Neel via pexels
Membawa perlengkapan dokumentasi seperti kamera mirrorless, drone, hingga power bank sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tips traveling masa kini. Namun, tahukah kamu bahwa baterai lithium-ion yang menggerakkan perangkat tersebut masuk dalam kategori barang berisiko tinggi dalam penerbangan?
Otoritas penerbangan internasional memiliki aturan ketat terkait kapasitas dan cara membawa baterai demi mencegah risiko kebakaran. Agar perjalanan kamu lancar tanpa hambatan di pemeriksaan bandara, simak panduan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Baterai Lithium Sangat Diawasi?
Baterai lithium-ion menyimpan energi besar dalam ruang yang sangat sempit. Jika baterai dalam kondisi rusak, bengkak, atau mengalami short circuit (korsleting), ia bisa mengalami overheating hingga memicu api. Di ketinggian ribuan kaki, insiden sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Itulah sebabnya petugas bandara sangat teliti mengecek baterai kamera dan perangkat elektronik lainnya yang kamu bawa.
Aturan Kapasitas Baterai yang Wajib Kamu Tahu

sumber gambar: Vitalii Petrushenko via iStock
Sebelum packing, pastikan kamu mengecek satuan Watt-hour (Wh) yang tertera pada badan baterai. Berikut adalah ketentuan umum yang berlaku:
Baterai di bawah 100 Wh: Umumnya aman dan bebas dibawa ke kabin tanpa izin khusus. Ini mencakup baterai ponsel, laptop standar, dan sebagian besar baterai kamera.
Baterai 100 – 160 Wh: Kamu masih diperbolehkan membawanya, namun biasanya memerlukan izin dari maskapai saat proses check-in.
Baterai di atas 160 Wh: Dilarang keras untuk dibawa ke dalam pesawat, baik di kabin maupun bagasi.
Lokasi Penyimpanan: Kabin vs Bagasi
Salah satu kesalahan fatal dalam tips traveling adalah menaruh baterai cadangan di bagasi check-in. Aturan maskapai sangat jelas: semua baterai cadangan dan power bank wajib dibawa ke kabin.
Alasannya sederhana, jika terjadi panas berlebih di kabin, awak pesawat bisa segera menanganinya dengan alat pemadam api. Sebaliknya, jika kebakaran terjadi di ruang kargo (bagasi bawah), sensor mungkin terlambat mendeteksi dan api akan lebih sulit dipadamkan. Perangkat seperti laptop dan kamera juga sangat disarankan dibawa ke kabin untuk menghindari kerusakan fisik akibat guncangan bagasi.
Tips Membawa Baterai Kamera dan Drone
Bagi kamu yang hobi fotografi atau videografi, penanganan baterai kamera dan drone memerlukan perhatian ekstra:
Gunakan Case Khusus: Pastikan terminal baterai tidak bersentuhan dengan benda logam seperti kunci atau koin untuk mencegah arus pendek.
Keluarkan Saat Pemeriksaan: Saat melewati X-ray, biasanya kamu diminta mengeluarkan kamera DSLR, drone, dan power bank besar dari tas. Taruh di tray terpisah agar petugas bisa melihatnya dengan jelas.
Pastikan Bisa Dinyalakan: Terkadang petugas meminta kamu menyalakan perangkat untuk memastikan itu benar-benar barang elektronik asli. Jadi, pastikan baterai kamu masih memiliki daya minimal 10% sebelum tiba di bandara.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penumpang
Hindari membawa baterai yang sudah bengkak atau bocor karena pasti akan disita. Selain itu, jangan pernah mengisi daya (charging) perangkat selama fase take-off atau landing. Pastikan juga semua perangkat dalam airplane mode untuk menjaga stabilitas sistem komunikasi pesawat.
Menyiapkan perlengkapan digital dengan benar adalah kunci perjalanan yang tenang. Untuk kamu yang sedang mencari perlengkapan fotografi berkualitas atau aksesori gadget terbaru untuk menemani perjalanan, yuk cek koleksinya di KuyBeli.
Jangan lupa download aplikasi KuyBeli di smartphone kamu untuk mendapatkan promo eksklusif setiap harinya. Terbang aman, konten pun maksimal!


komentar