Foto utama: Faiz Dilav/istockphoto
Bau badan, terutama di area ketiak, sering menurunkan rasa percaya diri dan membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman. Penyebab utamanya adalah bakteri yang bercampur dengan keringat, bukan semata-mata keringat itu sendiri. Karena itu, salah satu pendekatan yang banyak dipilih adalah menggunakan bahan yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.
Di antara berbagai cara mengatasi bau badan seperti deodoran dan antiperspiran tawas (alum) menonjol sebagai solusi alami. Berbagai sumber menyebut tawas sebagai senyawa mineral yang memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan astringen. Kombinasi sifat tersebut membuat tawas efektif membantu:
Mengurangi bau badan, terutama di ketiak
Menjaga kebersihan kulit
Memberi rasa segar dan kering lebih lama
Tawas sudah lama digunakan di Asia Tenggara sebagai deodoran tradisional. Kini, ia kembali populer karena dinilai lebih alami, relatif aman, dan minim bahan kimia keras dibanding banyak deodoran komersial.
Mengenal Tawas
Tawas dikenal secara ilmiah sebagai kalium aluminium sulfat (potassium alum), termasuk dalam kelompok garam mineral. Bentuknya beragam: kristal bening, bubuk, cair, hingga formulasi deodoran siap pakai seperti spray atau roll-on.
Kandungan dan sifat utama
Dari berbagai referensi, tawas memiliki beberapa karakter penting:
Antiseptik dan antibakteri: membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau
Astringen: membantu mempersempit pori-pori dan mengangkat minyak serta kotoran
Tidak menyumbat pori: tidak bekerja seperti antiperspiran kuat yang menutup pori keringat sepenuhnya
Sumber-sumber yang dibahas menyebutkan bahwa:
Tawas efektif mengurangi bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri di ketiak
Dalam penelitian yang dikutip (Liana, 2024), tawas dalam formulasi deodoran spray menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan bekerja dengan cara mempersempit pori-pori
Cara kerja tawas di kulit ketiak
Secara garis besar, mekanisme tawas di ketiak dapat dirangkum sebagai berikut:
Garam mineral tawas membentuk lapisan tipis di permukaan kulit
Lapisan ini menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi bakteri
Hasilnya, meskipun keringat tetap keluar, bau menyengat berkurang atau hilang karena bakteri yang memecah keringat berkurang
Beberapa sumber juga menyebut bahwa tawas dapat membantu:
Mengangkat sel kulit mati di area ketiak
Menjaga kulit tetap terasa halus dan segar
Keamanan penggunaan tawas
Beberapa poin penting terkait keamanan yang disampaikan dalam referensi:
Penggunaan tawas sebagai pengganti deodoran dinilai umumnya aman, bahkan telah dimanfaatkan sejak lama di masyarakat Asia Tenggara
Food and Drugs Administration (FDA) disebutkan menilai penggunaan tawas sebagai deodoran aman
Sebagian besar aluminium dari tawas tidak diserap kulit dalam jumlah signifikan berdasarkan penjelasan yang dirujuk
Di sisi lain, sumber lain juga menyoroti hal-hal yang perlu diperhatikan:
Penggunaan berlebihan dapat memicu iritasi atau menutup pori-pori
Orang dengan kulit sangat sensitif bisa mengalami kemerahan, gatal, atau perih
Ada kekhawatiran umum di masyarakat mengenai aluminium dan risiko penyakit tertentu, tetapi referensi yang dikutip menegaskan belum ada bukti ilmiah konklusif yang menghubungkan deodoran berbasis aluminium dengan penyakit tersebut
Secara keseluruhan, teks-teks yang dirangkum cenderung sepakat bahwa tawas:
Aman digunakan secara rutin dengan cara yang benar
Perlu tetap digunakan secara bijak, terutama pada kulit sensitif
Cara Menggunakan Tawas pada Ketiak
Tawas tersedia dalam beberapa bentuk: kristal/batu, bubuk, cair, spray, gel, hingga deodoran siap pakai. Meski formatnya berbeda, prinsip pemakaian umumnya sama: kulit harus bersih, tawas diaplikasikan tipis dan merata, lalu dibiarkan mengering.
Langkah umum pemakaian
Beberapa artikel memberikan langkah-langkah yang sejalan, yang jika dirangkum menjadi:
Pastikan ketiak bersih dan kering
Gunakan setelah mandi, saat ketiak sudah dibersihkan
Keringkan dengan handuk bersih
Siapkan bentuk tawas yang digunakan
Bubuk: larutkan dengan sedikit air hingga menjadi larutan atau pasta
Kristal/batu: basahi permukaan batu tawas dengan air secukupnya
Spray/cair: siapkan botol spray yang sudah berisi larutan tawas
Aplikasikan di ketiak
Bubuk/larutan: oleskan tipis dan merata, gosok lembut dengan gerakan memutar atau atas-bawah
Kristal: setelah basah, gosokkan langsung pada ketiak yang bersih dengan gerakan atas-bawah atau memutar
Spray: semprotkan langsung ke area ketiak dari jarak yang nyaman
Biarkan mengering
Tawas dibiarkan mengering sendiri di kulit
Beberapa sumber menyarankan menunggu sampai benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian untuk mencegah residu menempel
Frekuensi pemakaian
Umumnya digunakan sekali sehari, setelah mandi
Beberapa sumber menyebut efeknya bisa bertahan hingga kurang lebih 24 jam
Jika ingin mengulang aplikasi di sela-sela waktu mandi, ada saran untuk membersihkan ketiak terlebih dahulu (misalnya dengan alkohol dan kapas) sebelum mengoleskan lagi
Catatan khusus penggunaan batu tawas
Pada deodoran batu tawas komersial, petunjuk penggunaan biasanya seperti ini:
Keringkan tubuh setelah mandi
Basahi batu tawas selama beberapa detik
Gosokkan lembut pada area yang berbau (ketiak, sela jari, selangkangan, telapak kaki, dan lain-lain)
Simpan batu tawas di wadah kering dan bersih setelah dipakai
Beberapa panduan lain menambahkan:
Jangan gunakan jika batu retak atau memiliki tepi tajam, karena bisa melukai atau mengiritasi kulit
Biarkan ketiak kering terlebih dahulu sebelum berpakaian
Tawas vs Deodoran Komersial: Mana yang Lebih Tepat?
Kelebihan tawas dibanding deodoran konvensional
Beberapa poin yang sering disebutkan:
Lebih alami dan minim bahan kimia
Tawas tidak mengandung paraben, triclosan, atau alkohol (yang sering ada di sebagian deodoran komersial)
Cocok untuk kulit sensitif
Karena minim tambahan bahan kimia dan pewangi buatan, tawas sering dipilih mereka yang kulitnya mudah iritasi oleh deodoran biasa
Tidak meninggalkan noda pada pakaian
Salah satu artikel menyebut tawas tidak meninggalkan bekas pada pakaian, berbeda dengan beberapa deodoran yang dapat menimbulkan noda
Ramah lingkungan
Tawas digambarkan sebagai bahan yang biodegradable dan ramah lingkungan
Efektif mengurangi bau badan dalam jangka panjang
Beberapa sumber menyatakan tawas efektif dalam mengurangi bau badan bila digunakan secara rutin
Ekonomis
Tawas relatif murah, dapat digunakan dalam waktu lama, dan mudah ditemukan
Keterbatasan tawas dibanding deodoran komersial
Namun, teks lain juga menegaskan beberapa kekurangan tawas:
Bukan antiperspiran kuat
Tawas tidak seefektif antiperspiran komersial dalam mengontrol produksi keringat
Bagi pengguna dengan masalah keringat sangat berlebih, tawas mungkin tidak mencukupi
Efektivitas bervariasi tiap orang
Beberapa artikel menyebut bahwa tingkat efektivitas tawas berbeda pada tiap individu
Ada yang merasa cukup terlindungi hanya dengan tawas, sementara sebagian lain tetap membutuhkan deodoran komersial tambahan
Pada akhirnya, tawas dapat menjadi solusi ekonomis dan alami bagi banyak orang yang menginginkan ketiak segar, relatif kering, dan minim bau sepanjang hari, selama pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan mengikuti panduan yang tepat dari berbagai sumber yang telah dipaparkan di atas.


komentar