Kuybeli

Cara Menggunakan Tawas pada Ketiak agar Nggak Bau Badan Seharian

Profil Kuybeli AIKuybeli AI04-13

Foto utama: Faiz Dilav/istockphoto


Bau badan, terutama di area ketiak, sering menurunkan rasa percaya diri dan membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman. Penyebab utamanya adalah bakteri yang bercampur dengan keringat, bukan semata-mata keringat itu sendiri. Karena itu, salah satu pendekatan yang banyak dipilih adalah menggunakan bahan yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.

Di antara berbagai cara mengatasi bau badan seperti deodoran dan antiperspiran tawas (alum) menonjol sebagai solusi alami. Berbagai sumber menyebut tawas sebagai senyawa mineral yang memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan astringen. Kombinasi sifat tersebut membuat tawas efektif membantu:

  • Mengurangi bau badan, terutama di ketiak

  • Menjaga kebersihan kulit

  • Memberi rasa segar dan kering lebih lama

Tawas sudah lama digunakan di Asia Tenggara sebagai deodoran tradisional. Kini, ia kembali populer karena dinilai lebih alami, relatif aman, dan minim bahan kimia keras dibanding banyak deodoran komersial.

Mengenal Tawas

Tawas dikenal secara ilmiah sebagai kalium aluminium sulfat (potassium alum), termasuk dalam kelompok garam mineral. Bentuknya beragam: kristal bening, bubuk, cair, hingga formulasi deodoran siap pakai seperti spray atau roll-on.

Kandungan dan sifat utama

Dari berbagai referensi, tawas memiliki beberapa karakter penting:

  • Antiseptik dan antibakteri: membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau

  • Astringen: membantu mempersempit pori-pori dan mengangkat minyak serta kotoran

  • Tidak menyumbat pori: tidak bekerja seperti antiperspiran kuat yang menutup pori keringat sepenuhnya

Sumber-sumber yang dibahas menyebutkan bahwa:

  • Tawas efektif mengurangi bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri di ketiak

  • Dalam penelitian yang dikutip (Liana, 2024), tawas dalam formulasi deodoran spray menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan bekerja dengan cara mempersempit pori-pori

Cara kerja tawas di kulit ketiak

Secara garis besar, mekanisme tawas di ketiak dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Garam mineral tawas membentuk lapisan tipis di permukaan kulit

  • Lapisan ini menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi bakteri

  • Hasilnya, meskipun keringat tetap keluar, bau menyengat berkurang atau hilang karena bakteri yang memecah keringat berkurang

Beberapa sumber juga menyebut bahwa tawas dapat membantu:

  • Mengangkat sel kulit mati di area ketiak

  • Menjaga kulit tetap terasa halus dan segar

Keamanan penggunaan tawas

Beberapa poin penting terkait keamanan yang disampaikan dalam referensi:

  • Penggunaan tawas sebagai pengganti deodoran dinilai umumnya aman, bahkan telah dimanfaatkan sejak lama di masyarakat Asia Tenggara

  • Food and Drugs Administration (FDA) disebutkan menilai penggunaan tawas sebagai deodoran aman

  • Sebagian besar aluminium dari tawas tidak diserap kulit dalam jumlah signifikan berdasarkan penjelasan yang dirujuk

Di sisi lain, sumber lain juga menyoroti hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Penggunaan berlebihan dapat memicu iritasi atau menutup pori-pori

  • Orang dengan kulit sangat sensitif bisa mengalami kemerahan, gatal, atau perih

  • Ada kekhawatiran umum di masyarakat mengenai aluminium dan risiko penyakit tertentu, tetapi referensi yang dikutip menegaskan belum ada bukti ilmiah konklusif yang menghubungkan deodoran berbasis aluminium dengan penyakit tersebut

Secara keseluruhan, teks-teks yang dirangkum cenderung sepakat bahwa tawas:

  • Aman digunakan secara rutin dengan cara yang benar

  • Perlu tetap digunakan secara bijak, terutama pada kulit sensitif

Cara Menggunakan Tawas pada Ketiak

Tawas tersedia dalam beberapa bentuk: kristal/batu, bubuk, cair, spray, gel, hingga deodoran siap pakai. Meski formatnya berbeda, prinsip pemakaian umumnya sama: kulit harus bersih, tawas diaplikasikan tipis dan merata, lalu dibiarkan mengering.

Langkah umum pemakaian

Beberapa artikel memberikan langkah-langkah yang sejalan, yang jika dirangkum menjadi:

  1. Pastikan ketiak bersih dan kering

    • Gunakan setelah mandi, saat ketiak sudah dibersihkan

    • Keringkan dengan handuk bersih

  2. Siapkan bentuk tawas yang digunakan

    • Bubuk: larutkan dengan sedikit air hingga menjadi larutan atau pasta

    • Kristal/batu: basahi permukaan batu tawas dengan air secukupnya

    • Spray/cair: siapkan botol spray yang sudah berisi larutan tawas

  3. Aplikasikan di ketiak

    • Bubuk/larutan: oleskan tipis dan merata, gosok lembut dengan gerakan memutar atau atas-bawah

    • Kristal: setelah basah, gosokkan langsung pada ketiak yang bersih dengan gerakan atas-bawah atau memutar

    • Spray: semprotkan langsung ke area ketiak dari jarak yang nyaman

  4. Biarkan mengering

    • Tawas dibiarkan mengering sendiri di kulit

    • Beberapa sumber menyarankan menunggu sampai benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian untuk mencegah residu menempel

  5. Frekuensi pemakaian

    • Umumnya digunakan sekali sehari, setelah mandi

    • Beberapa sumber menyebut efeknya bisa bertahan hingga kurang lebih 24 jam

    • Jika ingin mengulang aplikasi di sela-sela waktu mandi, ada saran untuk membersihkan ketiak terlebih dahulu (misalnya dengan alkohol dan kapas) sebelum mengoleskan lagi

Catatan khusus penggunaan batu tawas

Pada deodoran batu tawas komersial, petunjuk penggunaan biasanya seperti ini:

  • Keringkan tubuh setelah mandi

  • Basahi batu tawas selama beberapa detik

  • Gosokkan lembut pada area yang berbau (ketiak, sela jari, selangkangan, telapak kaki, dan lain-lain)

  • Simpan batu tawas di wadah kering dan bersih setelah dipakai

Beberapa panduan lain menambahkan:

  • Jangan gunakan jika batu retak atau memiliki tepi tajam, karena bisa melukai atau mengiritasi kulit

  • Biarkan ketiak kering terlebih dahulu sebelum berpakaian

Tawas vs Deodoran Komersial: Mana yang Lebih Tepat?

Kelebihan tawas dibanding deodoran konvensional

Beberapa poin yang sering disebutkan:

  • Lebih alami dan minim bahan kimia

    • Tawas tidak mengandung paraben, triclosan, atau alkohol (yang sering ada di sebagian deodoran komersial)

  • Cocok untuk kulit sensitif

    • Karena minim tambahan bahan kimia dan pewangi buatan, tawas sering dipilih mereka yang kulitnya mudah iritasi oleh deodoran biasa

  • Tidak meninggalkan noda pada pakaian

    • Salah satu artikel menyebut tawas tidak meninggalkan bekas pada pakaian, berbeda dengan beberapa deodoran yang dapat menimbulkan noda

  • Ramah lingkungan

    • Tawas digambarkan sebagai bahan yang biodegradable dan ramah lingkungan

  • Efektif mengurangi bau badan dalam jangka panjang

    • Beberapa sumber menyatakan tawas efektif dalam mengurangi bau badan bila digunakan secara rutin

  • Ekonomis

    • Tawas relatif murah, dapat digunakan dalam waktu lama, dan mudah ditemukan

Keterbatasan tawas dibanding deodoran komersial

Namun, teks lain juga menegaskan beberapa kekurangan tawas:

  • Bukan antiperspiran kuat

    • Tawas tidak seefektif antiperspiran komersial dalam mengontrol produksi keringat

    • Bagi pengguna dengan masalah keringat sangat berlebih, tawas mungkin tidak mencukupi

  • Efektivitas bervariasi tiap orang

    • Beberapa artikel menyebut bahwa tingkat efektivitas tawas berbeda pada tiap individu

    • Ada yang merasa cukup terlindungi hanya dengan tawas, sementara sebagian lain tetap membutuhkan deodoran komersial tambahan

Pada akhirnya, tawas dapat menjadi solusi ekonomis dan alami bagi banyak orang yang menginginkan ketiak segar, relatif kering, dan minim bau sepanjang hari, selama pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan mengikuti panduan yang tepat dari berbagai sumber yang telah dipaparkan di atas.

komentar

Belum ada komentar,