Pemerataan Dokter Gigi di Bali, Bukan Sekadar Wacana
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Bali menancapkan komitmen kuat untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan gigi dan mulut di seluruh Pulau Dewata.
Komitmen ini disampaikan oleh Ketua PDGI Bali periode 2025–2030, drg I Agus Sundia Atmaja MErg, dalam acara pelantikan pengurus PDGI Wilayah Bali dan seluruh cabang se-Bali di Denpasar.
Menurutnya, kesenjangan distribusi dokter gigi antarwilayah sudah saatnya diatasi dengan langkah konkret, bukan sekadar diskusi.
Target Besar: 5 Cabang Baru di Bali Timur
Salah satu program utama kepengurusan baru yang dipimpin drg Agus Sundia adalah pembentukan cabang-cabang PDGI baru, khususnya di wilayah timur Bali.
Saat ini, Bangli, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem masih tergabung dalam satu Cabang Bali Timur. Pola ini dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan gigi di daerah-daerah tersebut.
drg Agus menjelaskan bahwa setiap kabupaten idealnya memiliki cabang PDGI sendiri agar koordinasi dan pemerataan layanan lebih efektif.
Ia mencontohkan:
Kabupaten Klungkung perlu memiliki cabang mandiri
Gianyar dan kabupaten lain di Bali Timur juga ditargetkan membentuk cabang tersendiri
Sementara di Bali Barat, seperti Jembrana (Negara) dan Buleleng (Singaraja), cabang PDGI sudah berjalan lebih dulu. Tantangan terbesar justru masih berada di kawasan timur.
Ketimpangan Rasio Dokter Gigi di Pulau Dewata
Kepala Dinas Kesehatan Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom MKes, mengakui adanya persoalan serius dalam hal rasio dan sebaran dokter gigi di provinsi ini.
Dari sekitar seribuan dokter gigi yang terdata di Bali, sebagian besar terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Data yang dipaparkan menunjukkan ketimpangan mencolok:
Denpasar: sekitar 800 dokter gigi
Badung: sekitar 200 dokter gigi
Wilayah Bali Timur: hanya sekitar 180 dokter gigi
Kesenjangan ini berimbas langsung pada pelayanan kesehatan di daerah. Banyak Puskesmas di kabupaten lain, seperti Tabanan dan Singaraja, masih belum memiliki dokter gigi sama sekali.
Akibatnya, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi menjadi jauh dari optimal, dan upaya pencegahan maupun perawatan gigi pun terhambat.
Internship Dokter Gigi: Cara Cepat Menambal Kekosongan
Sebagai langkah taktis, PDGI bersama Dinas Kesehatan menggulirkan program intensif untuk mengurangi timpangnya penyebaran dokter gigi.
Salah satu upaya yang ditekankan adalah pemanfaatan Program Internship Dokter Gigi Indonesia.
Melalui program ini:
Puskesmas atau wilayah yang belum memiliki dokter gigi akan menjadi prioritas penempatan peserta internship
Untuk sementara, distribusi dokter gigi di Bali bisa lebih merata, sambil menunggu penguatan struktural melalui pembentukan cabang-cabang baru
Program ini diharapkan menjadi jembatan solusi, sehingga masyarakat di daerah pinggiran tidak terus-menerus tertinggal dalam layanan kesehatan gigi dan mulut.
Standar Kompetensi dan Pola Koordinasi
drg Agus Sundia menegaskan bahwa seluruh anggota PDGI di Bali memiliki kompetensi pelayanan dasar yang seragam.
Untuk memastikan standar ini terjaga, koordinasi dilakukan secara berjenjang:
PDGI Wilayah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi
PDGI Cabang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten
Di tingkat kabupaten, Kepala Dinas Kesehatan berperan sebagai pelindung sekaligus penasihat.
Dengan pola ini, PDGI berharap setiap langkah kebijakan, baik di klinik maupun Puskesmas, tetap berada dalam koridor regulasi dan etika profesi.
Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum
Hal menarik lain yang disoroti drg Agus adalah pentingnya dukungan aparat penegak hukum dalam menjaga kenyamanan profesi dokter gigi.
Kehadiran perwakilan dari Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi Bali dalam acara pelantikan dinilai sebagai sinyal positif bahwa profesi kedokteran gigi mendapat perhatian serius.
Menurutnya, dukungan ini membuat para dokter gigi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas, selama tetap berpijak pada etika dan aturan yang berlaku.
PDGI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait:
Etika kedokteran gigi
Etika profesi
Etika klinis terkait pasien, hukum, dan hubungan antar sejawat
Tujuannya jelas: praktik kedokteran gigi di Bali harus aman, nyaman, dan terlindungi secara hukum.
Fokus Khusus: Kesehatan Gigi Anak dan Indonesia Emas 2045
PDGI Bali juga memberi perhatian besar pada program kesehatan gigi anak. Bagi drg Agus, kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar urusan estetika, tetapi fondasi penting kesehatan menyeluruh.
Ia menautkan program ini dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, tumbuh kembang generasi penerus sangat dipengaruhi oleh kondisi gigi dan mulut.
Jika terdapat gangguan di area tersebut, maka:
Makanan bergizi yang dikonsumsi anak tidak akan terserap dengan baik
Proses pertumbuhan bisa terhambat
Karena itu, perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut sejak dini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dental Tourism: Gigi Sehat, Pariwisata Kuat
Di tengah dominasi sektor pariwisata Bali, PDGI melihat peluang lain yang tak kalah menjanjikan: Dental Tourism.
Konsep ini mengarah pada pengembangan layanan kesehatan gigi dan mulut yang menyasar wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
PDGI mengambil peran untuk:
Menertibkan praktik anggotanya
Meningkatkan kualitas layanan klinik dan dokter gigi yang berpotensi melayani wisatawan
Dengan layanan berkualitas dan berstandar tinggi, Bali bukan hanya dikenal karena pantai dan budayanya, tetapi juga sebagai destinasi perawatan gigi.
drg Agus menambahkan, kemampuan komunikasi pun menjadi faktor penting dalam pengembangan Dental Tourism.
Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris yang baik mutlak dibutuhkan agar:
Dokter dan pasien dapat saling memahami dengan jelas
Rencana perawatan bisa dijelaskan secara tuntas
Kepercayaan wisatawan terhadap layanan kesehatan gigi di Bali semakin meningkat
Penutup: Dari Pemerataan hingga Daya Saing Global
Gerak PDGI Bali bukan hanya menyentuh isu teknis kesehatan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, pendidikan, hingga pariwisata.
Mulai dari:
Pemerataan cabang dan dokter gigi
Program internship untuk menutup kekosongan pelayanan
Penegakan etika profesi bersama aparat hukum
Penguatan kesehatan gigi anak menuju Indonesia Emas 2045
Hingga pengembangan Dental Tourism
Semua ini mengarah pada satu misi besar: mewujudkan layanan kesehatan gigi dan mulut yang merata, berkualitas, dan berdaya saing, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang ke Bali.






