KuybeliKuybeli

Kolaborasi Lintas Profesi di RSGM Gusti Hasan Aman: Cetak Tenaga Kesehatan Gigi yang Siap Hadapi Tantangan Zaman

Kolaborasi Lintas Profesi di RSGM Gusti Hasan Aman: Cetak Tenaga Kesehatan Gigi yang Siap Hadapi Tantangan Zaman
Minat|Perawatan Kesehatan Mulut

RSGM Pendidikan yang Bukan Sekadar Rumah Sakit

Bertempat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, peran sebagai rumah sakit pendidikan kembali ditegaskan melalui pelaksanaan kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Sebagai rumah sakit pendidikan, RSGM tidak hanya menjadi tempat praktik klinik, tetapi juga wadah pembentukan pola pikir kolaboratif bagi calon tenaga kesehatan yang akan terjun langsung melayani masyarakat.

Tiga Profesi, Satu Tujuan Pelayanan Terbaik

Kegiatan IPC ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi profesi di ULM, yaitu:

  • Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM

  • Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM

  • Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM

Melalui pertemuan tiga profesi ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu tidak pernah dikerjakan sendirian, melainkan melalui sinergi peran yang saling melengkapi.

IPC Tiga Hari: Dari Pengkajian Hingga Evaluasi Terapi

Pelaksana Tugas Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, menjelaskan dalam rilisnya bahwa kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) digelar selama beberapa hari, pada rentang 19–24 Januari 2026.

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menjalankan praktik pelayanan kesehatan yang:

  • Kolaboratif

  • Terintegrasi

  • Berorientasi pada keselamatan pasien

Melalui pendekatan kerja tim antarpofesi, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing profesi dalam penatalaksanaan pasien secara menyeluruh.

Belajar Langsung di Klinik RSGM

Selama rangkaian IPC, mahasiswa dari ketiga program studi bekerja bersama dalam berbagai aktivitas di ranah klinik dan diskusi kasus.

Proses pembelajaran meliputi:

  • Pengkajian kondisi pasien

  • Penyusunan rencana perawatan

  • Pelaksanaan terapi secara kolaboratif

  • Evaluasi hasil terapi

Seluruh kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan klinik RSGM Gusti Hasan Aman sebagai rumah sakit pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori kolaborasi, tetapi merasakan langsung dinamika kerja tim interprofesional di fasilitas pelayanan kesehatan nyata.

Kolaborasi sebagai Kunci Keselamatan Pasien

Menurut Mashuda, model pembelajaran melalui IPC ini sejalan dengan komitmen rumah sakit untuk terus mendukung pengembangan pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi.

Pendekatan ini dinilai penting untuk:

  • Mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang terbiasa bekerja dalam tim

  • Menumbuhkan budaya saling menghargai peran masing-masing profesi

  • Menguatkan fokus pada mutu layanan dan keselamatan pasien

Keselamatan pasien bukan hanya urusan satu profesi, melainkan hasil kerja bersama seluruh tim kesehatan.

Menjawab Tantangan Sistem Kesehatan Modern

Lebih jauh, Mashuda menekankan bahwa pelaksanaan IPC ini juga merupakan bagian dari upaya Universitas Lambung Mangkurat dalam menjawab tantangan sistem pelayanan kesehatan modern yang menuntut sinergi antartenaga kesehatan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan lulusan:

  • Dokter gigi

  • Dokter

  • Apoteker

memiliki kesiapan yang lebih matang dalam berkolaborasi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Mereka tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga terlatih dalam komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan bersama.

Mencetak Tenaga Kesehatan Gigi yang Profesional dan Humanis

Peran RSGM Gusti Hasan Aman sebagai wahana pendidikan sekaligus pelayanan menjadikan kegiatan IPC ini sangat strategis.

Dari sudut pandang perawatan kesehatan mulut, sinergi dokter gigi, dokter, dan apoteker akan berdampak langsung pada:

  • Perencanaan perawatan gigi dan mulut yang lebih komprehensif

  • Pemilihan obat yang lebih rasional dan aman

  • Penanganan pasien dengan penyakit sistemik yang juga memiliki masalah kesehatan mulut

Harapannya, kegiatan ini akan berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan pelayanan aman, efektif, dan bermutu bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya dalam layanan kesehatan gigi dan mulut yang terpadu.

Dengan fondasi kolaborasi sejak di bangku pendidikan, generasi baru tenaga kesehatan diharapkan siap menghadapi tantangan dunia medis modern yang semakin kompleks—tanpa melupakan satu hal penting: pasien selalu menjadi pusat dari setiap keputusan klinis.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!