KuybeliKuybeli

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas
Minat|Demon Slayer

Tanjiro Kuat Setara Hashira, Tapi Kok Nggak Naik Pangkat?

Serial Demon Slayer benar-benar berjaya, apalagi dengan rilis film Infinity Castle Part 1 di tahun 2025. Tanjiro Kamado jadi sorotan utama dengan sederet pertarungan brutal yang bikin penonton susah napas.

Dengan level kekuatan yang sudah ia tunjukkan sepanjang seri, wajar kalau banyak fans bertanya-tanya: kenapa Tanjiro nggak pernah resmi jadi Hashira, padahal jelas-jelas sudah selevel?

Di balik layar, akhirnya terungkap alasan mengapa Tanjiro tidak pernah menyandang gelar Hashira, meski kekuatannya bisa dibilang sudah pantas.

Kekuatan Tanjiro Setara Hashira, Tapi Gagal Penuhi Syarat

Kenyataannya, di akhir cerita, Tanjiro sudah mencapai level kekuatan yang bisa disejajarkan dengan Hashira. Namun, secara formal, ia tidak pernah memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk promosi pangkat.

Selain itu, alur cerita berakhir terlalu cepat. Begitu Muzan kalah, eksistensi Korps Pembasmi Iblis otomatis kehilangan fungsi. Tanpa iblis untuk diburu, gelar Hashira pun kehilangan makna.

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

Hashira adalah jajaran tertinggi di Korps Pembasmi Iblis, kumpulan petarung paling kuat yang jadi senjata utama manusia melawan iblis. Kesenjangan kekuatan antara Hashira dan anggota biasa terlihat jelas sepanjang seri: mereka adalah puncak kekuatan manusia di dunia Demon Slayer.

Hashira Asli dan “Kekosongan” yang Tak Terisi

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

Deretan Hashira yang kita kenal di awal cerita meliputi:

  • Gyomei

  • Shinobu

  • Mitsuri

  • Sanemi

  • Giyu

  • Muichiro

  • Tengen

  • Obanai

  • Rengoku

Seiring perjalanan cerita dan menjelang pertempuran terakhir, Rengoku gugur dan Tengen pensiun. Secara logika, posisi kosong ini seharusnya bisa diisi oleh generasi baru.

Banyak penggemar berharap akan ada penerus, apalagi dengan sosok seperti Tanjiro yang jelas-jelas sudah berada di level Hashira.

Namun, tidak ada pengganti resmi yang diumumkan. Tanjiro pun tidak pernah diangkat jadi Hashira meski kemampuannya sudah memenuhi standar kekuatan.

Alasannya? Ia tidak pernah menyelesaikan syarat formal untuk menjadi Hashira, meski dari sisi kemampuan ia bahkan mungkin melampaui beberapa Hashira.

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

Tiga Syarat Resmi Jadi Hashira

Di dunia Demon Slayer, ada beberapa jalur resmi untuk naik menjadi Hashira. Dan menariknya, tak satu pun dari jalur ini benar-benar dicapai Tanjiro.

Jadi, apa saja syarat Hashira di Demon Slayer?

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

1. Menjadi Tsuguko (Penerus Hashira)

Cara pertama, dan secara teori yang paling “langsung”, adalah menjadi Tsuguko, alias murid yang disiapkan sebagai penerus resmi seorang Hashira.

Contohnya, Shinobu memiliki Tsuguko seperti Kanao. Kalau perang tidak berakhir setelah kematian Shinobu, Kanao sangat mungkin naik menjadi Hashira.

Ini adalah jalur yang jelas dan diakui untuk naik pangkat. Namun, Tanjiro tidak pernah secara resmi diangkat sebagai Tsuguko oleh Hashira manapun.

2. Membunuh 50 Iblis sebagai Kinoe

Cara kedua: membunuh 50 iblis acak dengan pangkat resmi Kinoe.

Jumlah pasti iblis yang pernah dibunuh Tanjiro memang tidak dijelaskan dengan rinci. Tapi di atas kertas, hal itu jadi tidak relevan karena pangkat tertinggi Tanjiro secara formal hanya Hinoe, satu tingkat di bawah Kinoe.

Artinya, meskipun ia membantai banyak iblis, secara administratif ia tidak memenuhi syarat ini. Inilah salah satu penghalang mengapa mimpi “Tanjiro jadi Hashira” tidak pernah benar-benar terjadi.

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

3. Mengalahkan Sendirian Salah Satu dari Dua Belas Kizuki

Jalur terakhir, dan paling brutal, adalah mengalahkan seorang anggota Dua Belas Kizuki seorang diri.

Tanjiro memang punya kontribusi besar dalam berbagai pertempuran melawan Kizuki. Namun, ia tidak pernah menjatuhkan satu Kizuki pun sendirian.

Setiap pertarungan pentingnya selalu melibatkan kerja sama—baik dengan Hashira maupun rekan sesama Pembasmi Iblis. Dari sudut pandang aturan Korps, itu tidak cukup untuk memenuhi syarat Hashira.

Dengan kata lain, Demon Slayer Tanjiro Hashira hanya sebatas potensi, bukan titel resmi.

Cerita Terlalu Singkat, Promosi yang Tak Pernah Datang

Alasan lain yang sering terlupakan adalah tempo cerita Demon Slayer yang sangat singkat.

Tanjiro sebenarnya punya segala potensi untuk naik pangkat di masa depan. Jika cerita berlanjut lebih lama setelah perang, bukan hal mustahil ia akhirnya diresmikan sebagai Hashira.

Namun, semuanya berhenti setelah Muzan dikalahkan. Begitu musuh utama tumbang, Korps Pembasmi Iblis kehilangan fungsi, dan secara otomatis, posisi Hashira juga tidak lagi dibutuhkan.

Dengan berakhirnya organisasi, setiap peluang formal Tanjiro untuk naik menjadi Hashira ikut lenyap.

Tanjiro Gak Jadi Hashira?! Ini Dia Penjelasan Lengkap yang Jarang Dibahas

Sekilas Tentang Dunia Demon Slayer

Berangkat dari manga shonen karya Koyoharu Gotouge, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba adalah kisah aksi yang berlatar di Jepang awal abad ke-20.

Tanjiro Kamado memulai perjalanannya setelah keluarganya dibantai dan adik perempuannya, Nezuko, diubah menjadi iblis. Didorong oleh dendam dan harapan tipis untuk menyelamatkan Nezuko, Tanjiro bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis dan ikut dalam perang panjang melawan iblis-iblis di bawah komando Muzan.

Di sepanjang perjalanan itulah ia tumbuh dari bocah yang polos menjadi pejuang yang secara kekuatan selevel Hashira, meski tak pernah mendapat gelar itu secara resmi.

Kesimpulan: Tanjiro Adalah Hashira Tanpa Gelar

Kalau ditarik garis besar, alasan Tanjiro tidak pernah menjadi Hashira adalah kombinasi dari:

  • Aturan formal Korps Pembasmi Iblis yang tidak pernah ia selesaikan.

  • Jalan promosi (Tsuguko, Kinoe, Kizuki) yang tak satu pun ia penuhi secara teknis.

  • Alur cerita yang berakhir tepat saat seluruh sistem Hashira tidak lagi dibutuhkan.

Pada akhirnya, Tanjiro mungkin bukan Hashira di atas kertas, tapi dari sisi perjalanan, tekad, dan kekuatan, ia sudah berdiri di level yang sama—bahkan lebih—dibanding banyak Hashira lainnya.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!