Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Parfum Lokal Menguasai E-Commerce: Mykonos dan Scarlett di Puncak

Parfum Lokal Menguasai E-Commerce: Mykonos dan Scarlett di Puncak
Minat|Parfum

Dominasi Parfum Lokal di E-Commerce: Dari Niche ke Arus Utama

Parfum lokal terlaris di platform e-commerce wewangian adalah produk wewangian yang dibuat oleh merek domestik, dijual terutama melalui kanal daring seperti marketplace, dan berhasil meraih pangsa pasar signifikan berkat kombinasi harga terjangkau, desain kemasan menarik, serta strategi pemasaran digital yang agresif. Fenomena ini mengubah parfum dari sekadar pelengkap penampilan menjadi identitas gaya hidup baru bagi konsumen yang makin akrab dengan belanja online. Cuaca panas dan lembap di wilayah tropis yang mendorong kebutuhan produk perawatan diri, berpadu dengan lonjakan penggunaan e-commerce sebagai kanal utama mencari dan membeli parfum, membuat pasar parfum lokal bertransformasi dari segmen sampingan menjadi panggung utama persaingan merek. Dalam konteks itu, data terbaru Compas untuk Kuartal II menunjukkan bahwa merek lokal bukan lagi pelengkap, melainkan penentu arah pasar.

Parfum Lokal Menguasai E-Commerce: Mykonos dan Scarlett di Puncak

Mykonos Menguasai Shopee, Scarlett Mendominasi ShopTokopedia

Jika dulu rak wewangian didominasi nama internasional, kini brand parfum Shopee dipimpin Mykonos parfum Indonesia dengan pangsa 6,78% pada Kuartal II di kategori parfum dan wewangian. Menariknya, posisi puncak ini bukan kebetulan sementara, melainkan kelanjutan tren yang stabil karena peringkat lima teratas diisi oleh produk lokal yang tidak bergeser dari periode sebelumnya. Di sisi lain, di ShopTokopedia, Scarlett muncul sebagai parfum lokal terlaris dengan pangsa 12,72% dari total nilai penjualan parfum, meninggalkan kompetitornya yang masing-masing berada di bawah 7%."Scarlett: 12,72%, NCO: 6,59%, MyKonos: 4,64%, Braven: 3,37%" adalah deret angka yang menunjukkan betapa pasar parfum lokal sudah mapan, bukan sekadar tren sesaat. Dominasi ini menjadi sinyal jelas bahwa konsumen massal memberi kepercayaan besar pada merek lokal ketika berbelanja wewangian secara daring.

Strategi Kreatif: Scarcity, Kolaborasi, dan Cerita di Balik Aroma

Kekuatan parfum lokal terlaris bukan hanya pada aromanya, tetapi pada strategi mereka mengemas cerita dan pengalaman. Mykonos misalnya, populer di kalangan Gen Alpha karena promosi masif di media sosial dan kolaborasi dengan e-sports, sembari menerapkan scarcity marketing dengan membatasi ketersediaan produk untuk menciptakan kesan langka dan mendorong pembelian cepat. Scarlett menonjol lewat kemasan botol silinder kapsul minimalis yang ergonomis dan variasi aroma hasil kolaborasi dengan perfumer kelas dunia, dengan positioning harga yang ekonomis sehingga mudah dijangkau dan bahkan masuk minimarket terdekat. HMNS mengandalkan seni Soliflore yang menonjolkan satu jenis bunga demi menghadirkan kesan mewah dari bahan lokal, sekaligus memperkuat hubungan emosional jangka panjang melalui filosofi nama mereka. Saff & Co bermain di segmen menengah dengan botol balok ramping dan kolaborasi peracik internasional, sementara Octarine menggarap niche aroma yang playful dan klasik serta rilis edisi terbatas yang memicu FOMO di kalangan penggemar.

E-Commerce Wewangian: Akses Massal dan Peta Persaingan Baru

Pertumbuhan e-commerce wewangian membuat beragam pilihan parfum lokal semakin mudah digaet konsumen massal, karena marketplace menjadi salah satu kanal utama masyarakat dalam mencari dan membeli wewangian. Compas menggunakan metode online crawling untuk mengumpulkan data penjualan dari toko resmi dan nonresmi dengan rating di atas 4, baik di Shopee maupun gabungan Tokopedia dan TikTok Shop, pada periode 1 April hingga 30 Juni. Hasilnya, daftar sepuluh merek lokal terlaris di ShopTokopedia menunjukkan ekosistem yang sudah padat pemain: dari Scarlett, NCO, MyKonos, Braven, hingga HMNS yang masing-masing memegang porsi pasar berbeda. Pada sisi Shopee, separuh bawah daftar baru mulai diisi merek global seperti Afnan, Macbrame, dan Morris, sementara pendatang baru Parfarome ikut meraih pangsa meski masih kecil. Artinya, untuk konsumen, konsekuensinya jelas: pilihan lebih banyak, harga lebih kompetitif, dan aroma yang semakin beragam karena merek lokal terus bereksperimen untuk merebut perhatian.

Kesimpulan: Parfum Lokal Sudah Menang di Kepala dan Keranjang Belanja

Data penjualan terbaru memperlihatkan satu hal yang sulit dibantah: pasar parfum lokal di e-commerce telah bergeser dari pinggiran ke pusat panggung. Ketika Mykonos memimpin Shopee dan Scarlett menguasai ShopTokopedia, merek internasional kehilangan hak istimewanya sebagai pilihan utama dan dipaksa bersaing di level yang sama. Kemenangan ini terjadi karena merek lokal paham bahwa konsumen tidak hanya mencari wangi, tetapi juga identitas, cerita, dan kedekatan harga serta akses. Dengan e-commerce sebagai saluran utama, brand yang paling lincah memanfaatkan data, mengemas diferensiasi aroma, dan membangun komunitas akan terus mencuri pangsa pasar. Ke depan, pertarungan tidak lagi antara lokal versus global, melainkan antara merek yang berani berinovasi dan yang masih mengandalkan nama besar saja. Bagi konsumen, dominasi parfum lokal berarti lebih banyak pilihan yang terasa relevan dengan keseharian, daripada sekadar meniru gaya wewangian luar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!