Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Forum Keamanan Digital Bandung: Melawan Scam dan Deepfake Lewat Gerakan Bandung Aman Digital

Forum Keamanan Digital Bandung: Melawan Scam dan Deepfake Lewat Gerakan Bandung Aman Digital
Minat|Keamanan Pintar

Bandung Digital Safety Forum: Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Kolektif

Bandung Digital Safety Forum adalah sebuah forum keamanan digital yang digagas komunitas jurnalis untuk mengedukasi warga, pelaku UMKM, dan pemangku kebijakan agar lebih waspada terhadap penipuan online, ancaman deepfake, dan berbagai modus kejahatan siber, sekaligus mendorong lahirnya gerakan kolektif yang menjadikan kehati-hatian, verifikasi, dan perlindungan konsumen sebagai budaya bersama di ruang digital. Inti pesan dari Bandung Digital Safety Forum (BDSF) jelas: kejahatan digital sudah terlalu dekat dengan kehidupan sehari-hari untuk hanya disikapi sebagai urusan teknis para ahli. Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Barat dan Jurnalis Hukum Bandung menginisiasi forum ini sebagai respons atas maraknya penipuan online Bandung, manipulasi bukti transfer, phishing, dan ancaman deepfake yang kian sulit dikenali. Diselenggarakan di Pendopo Wali Kota Bandung pada Kamis, 29 Oktober 2026, forum ini sejak awal didesain bukan sekadar seminar seremonial, melainkan titik awal gerakan “Bandung Aman Digital” yang menempatkan literasi siber masyarakat sebagai prioritas bersama.

Tiga Wajah Kejahatan Digital: Scam, Deepfake, dan Rekayasa Kepercayaan

Forum keamanan digital ini menyoroti fakta pahit: kemajuan teknologi tanpa kewaspadaan adalah pintu terbuka bagi penjahat siber. Penipuan online, manipulasi bukti transfer, phishing, hingga ancaman deepfake berbasis kecerdasan buatan kini menyatu menjadi ekosistem kejahatan yang sulit dikenali hanya dengan “feeling”. Modus yang dibahas mencakup voice cloning, deepfake video, impersonation, SIM swap, sampai rekayasa rekening penampung dan akun palsu. Dampaknya bukan main; kerugian finansial akibat kejahatan digital yang tercatat pemerintah sudah menembus sekitar Rp9,5 triliun hingga April 2026. Kutipan yang layak digarisbawahi: “Korban tidak mengenal latar belakang pendidikan maupun profesi. Orang yang memahami hukum dan berpendidikan tinggi sekalipun bisa menjadi korban ketika pelaku berhasil memainkan kepercayaan dan kepanikan.” Ini menampar anggapan bahwa hanya orang “gaptek” yang bisa kena scam. Di Bandung, seorang mantan Ketua Pengadilan Tinggi pun menjadi korban penipuan berkedok petugas Dukcapil, menunjukkan betapa agresifnya social engineering yang dibedah dalam forum ini.

Bandung Aman Digital: Saat Wali Kota Turun Langsung ke Arena Siber

Yang membuat Bandung Digital Safety Forum lebih dari sekadar diskusi adalah keberanian politik yang menyertainya. Wali Kota Muhammad Farhan bukan hanya meminjamkan Pendopo sebagai lokasi acara, tetapi menyatakan siap terlibat langsung dalam deklarasi “Bandung Aman Digital” sebagai gerakan melawan kejahatan siber. Ia dijadwalkan memberikan sambutan, membuka kegiatan, dan menandatangani komitmen gerakan yang fokus pada edukasi, verifikasi transaksi, keamanan digital, dan perlindungan masyarakat. Sinyal yang dikirim jelas: pemerintah kota tidak mau berdiri di luar gelanggang ketika warga digempur penipuan online Bandung dan ancaman deepfake. Ketua panitia Yedi Supriadi menegaskan bahwa wali kota siap berada di garda depan memerangi kejahatan digital dan menjadikan Bandung bukan hanya lokasi forum, tetapi kota dengan komitmen kuat terhadap keamanan di ruang digital. Komitmen ini penting, karena tanpa dukungan anggaran, regulasi, dan kebijakan praktis, literasi siber masyarakat akan selalu kalah cepat dibanding inovasi pelaku penipuan.

Peran Jurnalis dan Komunitas dalam Membangun Literasi Siber Masyarakat

Bandung Aman Digital lahir dari kegelisahan jurnalis yang sehari-hari menyaksikan korban kejahatan siber berguguran. Jurnalis Hukum Bandung menolak peran pasif sekadar meliput kasus setelah kerugian terjadi; mereka memilih mengubah ruangan konferensi menjadi kelas besar literasi keamanan digital. Target peserta forum awalnya sekitar 150 orang, dibuka untuk berkembang hingga 300 orang, menjangkau UMKM, komunitas warga, mahasiswa, akademisi, pemerintah, industri, dan media. Pelaku UMKM disebut sebagai salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus. Konsepnya tegas: komitmen digital diarahkan untuk memperkuat edukasi, verifikasi, keamanan transaksi, dan perlindungan konsumen. Media didorong menjadi garda edukasi, bukan hanya corong berita kriminal. Data Indonesia Anti-Scam Centre yang disampaikan OJK menunjukkan lebih dari 608 ribu kasus penipuan telah ditangani hingga Juni 2026, dengan 557 ribu rekening diblokir dan sekitar Rp674 miliar dana berhasil diamankan atau diblokir. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah alarm bahwa tanpa literasi siber masyarakat yang kuat, angka korban akan terus naik.

Dari Forum ke Budaya: Bandung Harus Menjadikan Verifikasi sebagai Kebiasaan

Pertanyaan penting setelah forum keamanan digital seperti BDSF bukan “apa yang dibahas?”, tetapi “apa yang berubah?”. Panitia menegaskan bahwa Bandung Aman Digital tidak boleh berhenti sebagai slogan di backdrop acara. Gerakan ini diarahkan untuk menumbuhkan kebiasaan sederhana namun krusial: aman bertransaksi, cerdas memverifikasi, dan cepat merespons insiden. Yedi Supriadi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu takut menggunakan teknologi; yang perlu ditanam adalah kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan atau transaksi. Inilah inti literasi keamanan digital: mengalihkan refleks dari klik spontan menjadi cek berulang. Dengan kejahatan digital yang telah merugikan korban hingga sekitar Rp9,5 triliun dan menyasar siapa pun tanpa memandang profesi atau pendidikan, Bandung tidak punya pilihan selain mengubah cara warganya memandang ruang digital. Jika gerakan Bandung Aman Digital berhasil menginternalisasikan budaya verifikasi, maka forum ini layak dikenang bukan sebagai acara tahunan, tetapi sebagai titik balik kultur keamanan siber kota.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!