Gambaran umum: dua jagoan mid-range dengan fokus kamera
Samsung Galaxy A25 5G dan Samsung Galaxy A35 5G adalah dua smartphone mid-range yang diposisikan sangat dekat secara harga, sama-sama bermain di kisaran Rp3-4 jutaan dengan memori lega dan kamera 50MP ber-OIS, sehingga menargetkan pengguna yang ingin peningkatan signifikan pada kualitas foto dan video tanpa harus naik ke kelas flagship. Di segmen ini, keduanya jelas tidak sekadar jual nama, tetapi menawarkan kombinasi kamera OIS smartphone, baterai besar, dan konfigurasi tiga kamera belakang yang lengkap. Pertanyaan pentingnya: jika dana sekitar Rp4 jutaan sudah siap, mana yang lebih layak diprioritaskan? Jawabannya bergantung pada bagaimana Anda memotret dan seberapa besar kebutuhan penyimpanan. Justru di sini perbandingan ponsel mid-range ini terasa menarik, karena pilihan yang salah bisa membuat Anda kehilangan fitur kamera atau memori yang sebenarnya paling dibutuhkan.
| Spec | Samsung Galaxy A25 5G | Samsung Galaxy A35 5G |
|---|---|---|
| Segmen harga | Rp3.999.000 (8/128GB) & Rp4.399.000 (8/256GB) | Kisaran Rp3.400.000–Rp4.900.000, anjlok hingga sekitar Rp4 jutaan |
| Kamera utama | 50MP dengan OIS dan konfigurasi tiga kamera belakang | 50MP dengan PDAF dan OIS, tiga kamera belakang lengkap |
| Fokus utama | Value memori besar dan fitur software fotografi | Stabilisasi foto & video plus kemampuan rekam 4K dengan gyro-EIS |

Harga dan memori: A25 5G lebih jelas, A35 5G lebih fleksibel
Di sisi harga, Samsung Galaxy A25 5G bermain lugas: varian 8/128GB dipatok Rp3.999.000 dan 8/256GB di Rp4.399.000. Pembagian ini jelas dan memudahkan pengguna yang ingin memaksimalkan ruang penyimpanan tanpa pusing dengan banyak skenario harga. Sementara itu, Samsung Galaxy A35 5G berada di kisaran Rp3.400.000 sampai Rp4.900.000, dengan laporan harga yang sudah anjlok hingga sekitar Rp4 jutaan setelah satu tahun di pasar. "Harga Samsung A25 5G varian 8/128GB adalah Rp3.999.000, sementara varian 8/256GB adalah Rp4.399.000," adalah gambaran sederhana bahwa A25 5G bermain sebagai opsi paling rapi di segmen Rp4 jutaan. Jika Anda tipe yang ingin kepastian harga dan memori, A25 5G terasa lebih ramah. Sebaliknya, A35 5G memberi ruang tawar yang lebih luas, tapi menuntut Anda lebih jeli memantau banderol di pasaran.
Kamera utama 50MP: A25 mengejar, A35 mengasah stabilisasi
Baik Samsung Galaxy A25 5G maupun Samsung Galaxy A35 5G sama-sama mengandalkan kamera utama 50MP, namun cara mereka memanfaatkan teknologi ini sedikit berbeda. A25 5G di kelas Rp3 jutaan sudah dibekali kamera utama 50MP dengan fitur stabilisasi OIS, ditemani ultrawide 8MP dan makro 2MP. Di atas kertas, ini cukup agresif untuk segmen harga yang masih terjangkau. Kamera OIS smartphone di A25 5G dipadu fitur AI Image Enhancer dan Object Eraser, yang membantu menaikkan kualitas foto dan membersihkan bayangan atau pantulan mengganggu. Di sisi lain, A35 5G membawa sensor 50MP dengan dukungan PDAF dan OIS yang diklaim menghasilkan potret tajam dan detail baik. Perbedaan halusnya: A35 5G lebih menonjol sebagai paket kamera yang matang, sementara A25 5G berusaha memberi rasa flagship di harga mid-range.
Video dan pengalaman fotografi: kelebihan stabilisasi A35 5G
Jika fokus Anda banyak di video, Samsung Galaxy A35 5G punya keunggulan yang terasa nyata. Kamera belakangnya tidak hanya mengandalkan OIS, tetapi juga dibekali fitur gyro-EIS untuk meredam guncangan saat merekam sambil berjalan. Baik kamera depan maupun belakang mampu merekam hingga 4K 30 fps, menjadikannya lebih menarik untuk vlogging kasual, dokumentasi perjalanan, atau konten media sosial yang membutuhkan kualitas stabil. Berkat dukungan OIS, A35 5G mampu membantu menghasilkan foto yang lebih tajam sekaligus mengurangi guncangan ketika merekam video. Sementara itu, A25 5G secara fitur tetap kompetitif dengan OIS, kamera depan 13MP, serta dukungan AI Image Enhancer dan Object Eraser untuk memperbaiki foto dan menghapus objek yang mengganggu. Namun, tanpa gyro-EIS dan klaim rekam 4K seperti A35 5G, pengalaman videonya lebih cocok untuk pengguna yang sesekali merekam, bukan yang menjadikan video sebagai prioritas utama.
Baterai, software, dan kesimpulan pilihan Rp4 jutaan
Di luar kamera, Samsung Galaxy A25 5G menyodorkan nilai tambah di baterai dan software. Kapasitas 5.000 mAh dengan fast charging 25 watt memberi ketahanan penggunaan sehari penuh tanpa kekhawatiran berlebihan. Antarmuka One UI 6 membawa fitur Auto Blocker yang memproteksi perangkat dan data dari instalasi aplikasi ilegal, memeriksa malware, dan memblokir aktivitas berbahaya. A35 5G memang tidak dijelaskan detail baterainya di sumber, tetapi profilnya jelas condong ke pengguna yang mengutamakan kamera OIS smartphone serta kemampuan video yang lebih stabil. Kesimpulannya, jika Anda menginginkan paket seimbang antara memori besar, baterai kuat, dan fitur keamanan, A25 5G adalah pilihan aman di perbandingan ponsel mid-range ini. Namun bila prioritas Anda adalah kualitas foto dan video dengan stabilisasi maksimal, terutama 4K dan gyro-EIS, A35 5G patut ditempatkan lebih tinggi dalam daftar belanja.







