GIIAS sebagai panggung ekosistem, bukan sekadar pameran
GIIAS adalah pameran otomotif berskala besar yang menghadirkan produsen kendaraan, perusahaan pendukung, pelaku pembiayaan, dan pembuat kebijakan dalam satu arena selama beberapa hari, sehingga menjadi titik temu strategis untuk mendorong penjualan, memperkuat rantai pasok, dan menyelaraskan regulasi yang memengaruhi arah industri otomotif nasional ke depan. Penyelenggaraan GIIAS 2026 otomotif di ICE BSD City resmi dibuka pada 30 Juli dan berlangsung hingga 9 Agustus, menghadirkan lebih dari 65 merek global dan 150 perusahaan industri pendukung. Ajang ke-33 ini berlangsung pada saat penjualan mobil domestik semester pertama telah menembus lebih dari 436 ribu unit dengan pertumbuhan 15,8 persen, sementara ekspor komponen melesat 112 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa GIIAS bukan lagi etalase produk, tetapi cerminan sektor yang tengah mencari percepatan berikutnya.
Pembiayaan kendaraan: tulang punggung pertumbuhan pasar
Jika panggung utama GIIAS diisi mobil dan teknologi, ruang belakangnya diisi angka pembiayaan yang menentukan seberapa banyak kendaraan itu benar-benar keluar dari showroom. Data OJK menunjukkan sekitar 64% portofolio pembiayaan multifinance berasal dari pembiayaan kendaraan bermotor, dengan piutang pembiayaan menembus Rp511,26 triliun dan tumbuh 1,88% year-on-year, sementara NPF net terjaga di 0,81%. Menurut BRI Finance, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan baru di GIIAS 2026 adalah peluang untuk memperluas akses pembiayaan melalui skema yang lebih mudah dan kompetitif. Pernyataan bahwa “GIIAS menjadi katalis positif bagi industri otomotif dan pembiayaan” seharusnya dibaca sebagai ajakan: tanpa pembiayaan kendaraan Indonesia yang sehat, target penjualan 850.000 unit yang dipertahankan asosiasi hanya akan menjadi angka di atas kertas. Di level konsumen, kelonggaran kredit atau pengetatan uang muka langsung terasa pada kemampuan mereka membeli mobil pertama atau mengganti kendaraan lama.
GIIAS sebagai forum kebijakan: pajak EV dan perlindungan leasing
Dimensi paling penting dari GIIAS 2026 otomotif justru terjadi di ruang konferensi, ketika Menteri Keuangan hadir sebagai keynote speaker dan menjadikan ajang ini ruang dialog strategis dengan pelaku industri. Salah satu isu krusial adalah pajak kendaraan listrik. Rencana pajak berbasis baterai di DKI menguji konsistensi antara ambisi adopsi EV dan praktik fiskal di daerah. Menteri menegaskan bahwa kebijakan pajak kendaraan listrik di daerah harus selaras dengan arah pemerintah pusat agar kepastian pasar dan iklim investasi terjaga. Di sisi lain, maraknya kredit bermasalah dan hilangnya kendaraan membuat perusahaan leasing memperketat kredit dan menaikkan uang muka, yang jelas menekan daya beli masyarakat. Respons pemerintah adalah menyiapkan regulasi yang memberi kepastian hukum dan perlindungan fiskal bagi leasing, karena tanpa ekosistem pembiayaan yang sehat, agenda keberlanjutan industri otomotif nasional akan melambat sebelum transisi ke kendaraan listrik benar-benar menguat.

Mengapa momentum ini harus dijaga hingga luar arena pameran
GIIAS 2026 memperlihatkan bahwa ekosistem otomotif nasional sedang berada di simpang penting: penjualan tumbuh, ekspor komponen melompat, pembiayaan kendaraan Indonesia tetap menjadi tulang punggung multifinance, dan kendaraan listrik serta hybrid mulai mencari pangsa pasar lebih besar. Namun optimisme ini rapuh jika tiga hal tidak dijaga setelah lampu pameran padam. Pertama, akses pembiayaan harus tetap luas tetapi terkendali, sehingga pertumbuhan tidak dibayar dengan lonjakan kredit macet. Kedua, kebijakan pajak kendaraan listrik perlu konsisten agar produsen dan konsumen yakin berinvestasi pada teknologi ramah lingkungan, bukan menunggu aturan berubah. Ketiga, komitmen pemerintah terhadap perlindungan leasing dan keselarasan regulasi pusat-daerah harus diwujudkan dalam aturan yang jelas, bukan sekadar pernyataan konferensi. Jika rangkaian GIIAS di kota-kota lain datang tanpa tindak lanjut kebijakan, momentum ini akan hilang. Jika datang dengan regulasi yang lebih pasti, GIIAS akan tercatat sebagai titik balik ekosistem otomotif, bukan sekadar pesta tahunan.






