Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kebaya Lilac Maudy Ayunda: Anggun dalam Jumputan dan Sanggul Jawa

Kebaya Lilac Maudy Ayunda: Anggun dalam Jumputan dan Sanggul Jawa
Minat|Pertunjukan Busana

Lilac yang lembut untuk momen mitoni

Mitoni adalah prosesi adat Jawa yang menandai usia kehamilan tujuh bulan, sekaligus menjadi momen keluarga berkumpul dan memanjatkan doa bagi kesehatan ibu serta kelancaran persalinan. Dalam perayaan ini, kebaya Maudy Ayunda terasa tepat karena memadukan makna tradisi dengan pilihan gaya yang lembut dan personal. Maudy menjalani mitoni atau tingkeban bersama suaminya, Jesse Choi, beberapa minggu sebelum membagikan potret acara tersebut di Instagram pada Selasa, 3 Oktober 2026. Ia juga menyampaikan harapan bagi para ibu yang tengah menjalani kehamilan agar mendapat kesehatan, kekuatan, dan dukungan. Untuk busana acara mitoni, kebaya tidak harus tampil berat atau berlebihan. Pilihan lilac memberi kesan teduh, sementara potongan dan detail tradisional menjaga busana tetap terasa istimewa.

Bordir berkilau, kain jumputan senada

Kebaya warna lilac yang dikenakan Maudy tampil dengan potongan mengikuti siluet tubuh dan lengan lonceng lebar. Bentuk lengan itu memberi gerak pada busana, sedangkan bordir dan payet yang tersusun rapat menambah tekstur serta kilau saat terkena cahaya. Detailnya cukup kaya, tetapi warna ungu muda yang lembut menahan tampilan agar tidak terasa berlebihan. Sebagai dalaman sekaligus bawahan, Maudy memilih kain jumputan bernuansa ungu. Keselarasan warna membuat kebaya dan kain tampak sebagai satu rangkaian, bukan dua elemen yang saling bersaing. Kain jumputan Maudy juga mempertahankan pijakan tradisional dalam penampilan yang memiliki sentuhan modern. Menurut saya, kekuatan gaya ini terletak pada keseimbangan: kilau hadir lewat detail, bukan lewat aksesori yang menumpuk.

Sanggul Jawa menjadi penutup yang kuat

Sanggul Jawa klasik menyatukan keseluruhan penampilan Maudy dan memberi konteks tradisional yang jelas pada pilihan kebayanya. Rangkaian kecil bunga melati di sisi sanggul berfungsi sebagai pemanis sekaligus aksen adat yang tidak berlebihan. Anting kecil melengkapi tampilan tanpa mengalihkan perhatian dari kebaya, sementara riasan natural dengan warna lembut pada mata dan bibir menjaga wajah tetap segar. Maudy juga mengenakan tampilan kebaya lain bernuansa nude, dilengkapi bros keemasan menjuntai, kain batik sogan bermotif yang menyerupai nitik atau sidomukti, serta angkin jumputan hijau dan ungu. Meski berbeda warna dan detail, pendekatan styling-nya tetap konsisten: aksesori terukur, rambut ditata tradisional, dan busana menjadi pusat perhatian. Hasilnya anggun, tetapi tidak terasa seperti kostum.

Perpaduan lilac, jumputan, melati, dan sanggul menunjukkan bahwa busana perayaan keluarga dapat terasa khidmat sekaligus personal. Alih-alih memenuhi penampilan dengan ornamen, Maudy membiarkan tekstur kebaya dan detail tradisional berbicara. Itulah yang membuat pilihannya menonjol: lembut dalam warna, kaya dalam pengerjaan, dan tetap berakar pada adat. Untuk sebuah mitoni, keseimbangan tersebut terasa lebih berkesan daripada kemewahan yang terlalu mencolok.

Kebaya Lilac Maudy Ayunda: Anggun dalam Jumputan dan Sanggul Jawa

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!