Ketika jawaban “baik-baik saja” menjadi tembok
Masking kesehatan mental adalah upaya seseorang menampilkan diri seolah baik-baik saja, sementara ia memilih menyimpan kesedihan atau kesulitan daripada menjelaskannya kepada orang lain yang peduli kepadanya. Jawaban “aku baik-baik saja” tidak selalu berarti ada masalah; seseorang boleh menggunakannya ketika pegawai restoran menanyakan kabar atau saat ia tak ingin membahas gangguan kecil. Yang patut diperhatikan ialah ketika jawaban itu terus diberikan kepada orang terdekat, sementara tekanan bertambah. Pada keadaan seperti ini, kalimat tersebut dapat berubah dari kesopanan menjadi batas yang menjauhkan seseorang dari dukungan. Orang yang menyembunyikan sedih mungkin memilih diam karena merasa mengungkapkan kekesalan akan memicu pertengkaran. Mereka bisa mengutamakan kedamaian dan kenyamanan orang lain, bahkan ketika kebutuhan emosinya sendiri tidak tersampaikan. Jadi, dengarkan pola yang berulang, bukan satu jawaban dalam satu percakapan.

Sikap serius dan perfeksionisme bukan diagnosis
Upaya mengendalikan emosi, menghindari konflik, atau selalu tampak kompeten bisa membuat kesulitan seseorang tidak segera terlihat. Sebagian orang menahan perasaan karena merasa lebih aman tidak menunjukkan kerentanan; sebagian lain takut kesalahan atau kegagalan akan mengubah penilaian orang terhadap dirinya. Perfeksionisme dan sikap terlalu serius perlu diperhatikan sebagai pola, bukan dijadikan bukti bahwa seseorang mengalami depresi. Sikap terlalu serius adalah pola perilaku, bukan diagnosis klinis, meski pada sebagian orang dapat berkaitan dengan kecemasan berlebih. Standar internal yang tinggi dan kebutuhan tampil kompeten juga bisa melatarinya. Karena itu, menyebut setiap orang serius sebagai penderita atau menganggap semua perfeksionisme sebagai tanda depresi tersembunyi adalah kesimpulan yang melampaui informasi yang terlihat. Istilah perilaku masking depresi pun sebaiknya tidak dipakai untuk menetapkan diagnosis hanya dari penampilan.

Siswa yang ceria dan berprestasi tetap perlu didengar
Senyum, pergaulan yang mudah, keaktifan di kelas, dan nilai bagus tidak memberi kita gambaran lengkap tentang kehidupan seseorang.






