Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Di Balik “Aku Baik-Baik Saja”: Pola yang Perlu Dikenali

Di Balik “Aku Baik-Baik Saja”: Pola yang Perlu Dikenali
Minat|Kesehatan Mental

Ketika jawaban “baik-baik saja” menjadi tembok

Masking kesehatan mental adalah upaya seseorang menampilkan diri seolah baik-baik saja, sementara ia memilih menyimpan kesedihan atau kesulitan daripada menjelaskannya kepada orang lain yang peduli kepadanya. Jawaban “aku baik-baik saja” tidak selalu berarti ada masalah; seseorang boleh menggunakannya ketika pegawai restoran menanyakan kabar atau saat ia tak ingin membahas gangguan kecil. Yang patut diperhatikan ialah ketika jawaban itu terus diberikan kepada orang terdekat, sementara tekanan bertambah. Pada keadaan seperti ini, kalimat tersebut dapat berubah dari kesopanan menjadi batas yang menjauhkan seseorang dari dukungan. Orang yang menyembunyikan sedih mungkin memilih diam karena merasa mengungkapkan kekesalan akan memicu pertengkaran. Mereka bisa mengutamakan kedamaian dan kenyamanan orang lain, bahkan ketika kebutuhan emosinya sendiri tidak tersampaikan. Jadi, dengarkan pola yang berulang, bukan satu jawaban dalam satu percakapan.

Di Balik “Aku Baik-Baik Saja”: Pola yang Perlu Dikenali

Sikap serius dan perfeksionisme bukan diagnosis

Upaya mengendalikan emosi, menghindari konflik, atau selalu tampak kompeten bisa membuat kesulitan seseorang tidak segera terlihat. Sebagian orang menahan perasaan karena merasa lebih aman tidak menunjukkan kerentanan; sebagian lain takut kesalahan atau kegagalan akan mengubah penilaian orang terhadap dirinya. Perfeksionisme dan sikap terlalu serius perlu diperhatikan sebagai pola, bukan dijadikan bukti bahwa seseorang mengalami depresi. Sikap terlalu serius adalah pola perilaku, bukan diagnosis klinis, meski pada sebagian orang dapat berkaitan dengan kecemasan berlebih. Standar internal yang tinggi dan kebutuhan tampil kompeten juga bisa melatarinya. Karena itu, menyebut setiap orang serius sebagai penderita atau menganggap semua perfeksionisme sebagai tanda depresi tersembunyi adalah kesimpulan yang melampaui informasi yang terlihat. Istilah perilaku masking depresi pun sebaiknya tidak dipakai untuk menetapkan diagnosis hanya dari penampilan.

Di Balik “Aku Baik-Baik Saja”: Pola yang Perlu Dikenali

Siswa yang ceria dan berprestasi tetap perlu didengar

Senyum, pergaulan yang mudah, keaktifan di kelas, dan nilai bagus tidak memberi kita gambaran lengkap tentang kehidupan seseorang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!