Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

10 Laga dalam 32 Hari: Cara Tolic Menjaga Persib Siap

10 Laga dalam 32 Hari: Cara Tolic Menjaga Persib Siap
Minat|Jepang & Korea

Maraton yang menguji kedalaman skuad

Jadwal padat Persib adalah rangkaian pertandingan berdekatan yang menuntut pelatih mengatur menit bermain, kebugaran, dan kesiapan mental seluruh skuad tanpa kehilangan daya saing. Maung Bandung harus menjalani 10 laga dalam 32 hari, agenda yang melibatkan Super League, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship Shopee Cup. Kekalahan 0-1 dari Madura United pada Kamis, 22 Oktober 2026, memperlihatkan besarnya tekanan itu: gol Dimitar Mitkov pada menit ke-89 menjadi penentu, sementara tenaga pilar utama tampak terkuras menjelang akhir laga. Bagi Igor Tolic Persib, persoalannya bukan sekadar memilih sebelas pemain, melainkan memastikan seluruh tim tetap punya tenaga untuk maraton berikutnya. Kekalahan itu menuntut respons, tetapi jadwal tak memberi ruang untuk berlama-lama membahasnya.

Jadwal berikutnya segera datang. Persib dijadwalkan menghadapi Garudayaksa pada Minggu, 25 Oktober, di Stadion Pakansari, lalu masih harus melewati lima pertandingan hingga 8 November, saat rangkaian padat berakhir menghadapi Java United. Di tengah kondisi seperti ini, mengandalkan pemain inti terus-menerus berisiko mengikis kesiapan tim. Karena itu, strategi Persib Bandung perlu bertumpu pada kedalaman skuad, bukan hanya nama-nama yang paling sering tampil.

10 Laga dalam 32 Hari: Cara Tolic Menjaga Persib Siap

Rotasi harus berangkat dari kondisi pemain

Tolic menyatakan keputusan susunan pemain perlu mengikuti kondisi fisik dan perasaan masing-masing pemain, bukan dibuat dengan pola yang kaku. Ia menjelaskan bahwa tim pelatih berkomunikasi dengan pemain, menilai siapa yang cocok, lalu menyepakati pendekatan terbaik untuk setiap pertandingan. Ini lebih masuk akal daripada memaksakan komposisi yang sama di tengah jeda singkat dan perjalanan tandang. Penyesuaian taktik juga harus mengikuti karakter pemain yang tersedia: Tolic mengatakan permainan disesuaikan agar kualitas skuad yang diturunkan dapat terlihat. Dengan begitu, rotasi bukan sekadar mengganti pemain karena lelah, tetapi cara mempertahankan fungsi tim ketika pilihan yang siap bermain berubah dari satu laga ke laga berikutnya.

Pilihan rotasi tetap perlu dikelola dengan cermat. Beberapa pemain yang belum mendapat menit musim ini bisa menjadi alternatif, tetapi status kebugaran dan pengalaman mereka berbeda-beda. Gakuto Notsuda baru kembali terlibat dalam latihan setelah masalah otot dan masih perlu dipantau, sedangkan Ragnar Oratmangoen berpeluang kembali setelah menjalani pemulihan cedera. Pemain muda seperti Rafi Rasyiq dan Nazriel Alfaro menawarkan opsi, tetapi minim pengalaman di level senior membuat keputusan memainkan mereka harus mempertimbangkan situasi pertandingan. Sementara itu, Febri Hariyadi masih menjalani pemulihan cedera ACL dan belum dipastikan siap. Artinya, rotasi memang penting, tetapi tidak semua nama yang tersedia otomatis menjadi solusi langsung.

10 Laga dalam 32 Hari: Cara Tolic Menjaga Persib Siap

Komunikasi untuk merespons hasil, bukan larut di dalamnya

Komunikasi intensif punya nilai praktis ketika pemain menghadapi jadwal yang menguras fisik dan mental: pelatih dapat memahami kondisi mereka sebelum menentukan komposisi dan pendekatan. Namun, percakapan saja tidak cukup; keputusan taktis dan rotasi harus mengikuti apa yang benar-benar sanggup dilakukan skuad. Kekalahan dari Madura United membuat kebutuhan itu makin jelas. Tolic menekankan agar pemain menuntaskan satu pertandingan, lalu segera bersiap untuk pertandingan berikutnya, tanpa terlalu lama larut dalam kegembiraan maupun kesedihan. Sikap tersebut bukan berarti mengabaikan hasil. Persib tetap harus mengulas kekalahan, tetapi evaluasi perlu berjalan seiring persiapan, bukan berubah menjadi beban yang menyita waktu pemulihan.

Tantangan sebenarnya ialah menjaga keseimbangan: menerima bahwa hasil buruk perlu diperbaiki, sambil menghindari keputusan panik yang mengorbankan kesiapan pemain. Lima laga tersisa sampai 8 November menjadikan setiap pilihan—siapa yang beristirahat, siapa yang tampil, dan bagaimana tim menyesuaikan permainan—bagian penting dari strategi. Jika komunikasi Tolic benar-benar diterjemahkan menjadi rotasi yang tepat dan taktik yang sesuai dengan kondisi skuad, Persib punya peluang menjaga daya saing. Jika tidak, kelelahan yang terlihat di Pamekasan bisa terus membayangi laga Persib November. Kesimpulannya, kunci melewati maraton ini bukan satu susunan ideal, melainkan kemampuan Tolic membaca kondisi tim dan membuat penyesuaian tanpa kehilangan arah.

10 Laga dalam 32 Hari: Cara Tolic Menjaga Persib Siap

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!