Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bank Regional Dorong 30 UKM Raih Kontrak Ekspor di Pameran Perdagangan

Bank Regional Dorong 30 UKM Raih Kontrak Ekspor di Pameran Perdagangan
Minat|Asia Tenggara

Bank Pembangunan Daerah sebagai Motor Baru UKM Ekspor Internasional

Model fasilitasi ekspor yang dilakukan bank pembangunan daerah adalah pendekatan di mana lembaga keuangan milik daerah tidak hanya memberi pembiayaan, tetapi juga membina, melatih, dan menghubungkan usaha kecil dan menengah dengan pembeli luar negeri melalui pameran perdagangan internasional, sehingga UKM ekspor internasional mendapat akses pasar global yang sebelumnya sulit mereka jangkau secara mandiri. Keberhasilan Bank Jatim memfasilitasi 30 UKM binaan menembus pasar global lewat ajang Trade Expo Indonesia (TEI) menunjukkan bahwa peran bank daerah bisa jauh melampaui fungsi kredit. TEI sebagai pameran perdagangan internasional business-to-business yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan dengan tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” menjadi momentum tepat bagi bank daerah untuk membuktikan efektivitas model ini. Tanpa dukungan terstruktur seperti ini, banyak pelaku UKM Jawa Timur akan tetap terjebak di pasar lokal dan kehilangan peluang ekspor yang bernilai tinggi.

Dari Pendampingan ke Kontrak Ekspor: Bukti Nyata Fasilitasi Bank Jatim

Kunci penting dari keberhasilan 30 UKM binaan Bank Jatim di TEI adalah pendampingan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengajak hadir di pameran. Bank Jatim mengkurasi peserta, banyak di antaranya alumni program Jatim Export Trade Assistance (JXTA) dan Export Coaching Program (ECP) yang fokus memperkuat kapasitas usaha berorientasi ekspor. Tahapan pembinaan mencakup business pitching, penguatan kesiapan usaha, hingga business matching dengan calon mitra internasional, sehingga UKM tidak datang ke pameran dengan mental “coba-coba”, melainkan siap bernegosiasi dan memenuhi standar perdagangan global. Seperti ditegaskan Arif Suhirman, kesiapan ekspor bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga pemahaman kebutuhan pasar, jejaring bisnis, dan kepatuhan standar dagang. Pendekatan ini menjadikan pameran perdagangan internasional sebagai ruang transaksi yang efektif, bukan sekadar etalase promosi.

Pameran Perdagangan Internasional sebagai Gerbang Akses Pasar Global

TEI sebagai pameran perdagangan internasional B2B dirancang Kementerian Perdagangan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari berbagai negara dan mempromosikan produk unggulan nasional ke pasar global. Di sinilah peran bank pembangunan daerah menjadi pembeda: Bank Jatim tidak hanya menyewa booth, tetapi memposisikan diri sebagai exhibitor yang membawa 30 UKM terpilih, 26 di antaranya di Main Hall dengan produk furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, manufaktur, batik, dan komoditas industri, serta 4 UKM pangan olahan di area Pangan Nusa Expo. Komposisi ini menunjukkan strategi diversifikasi sektor, sehingga akses pasar global tidak hanya dinikmati satu jenis komoditas. Dengan kehadiran langsung di ajang seperti TEI, UKM ekspor internasional dari Jawa Timur memperoleh kesempatan memperluas jejaring bisnis dan menjajaki kerja sama jangka panjang dengan buyer luar negeri, sesuatu yang sulit dicapai jika hanya mengandalkan promosi digital atau jaringan informal.

Penghargaan Kemendag dan Makna Strategis bagi Ekonomi Lokal

Penghargaan Mitra Strategis Program Pendampingan Ekspor dari Kementerian Perdagangan melalui BPSDM kepada Bank Jatim bukan sekadar simbol seremonial, tetapi pengakuan bahwa model fasilitasi ini efektif memperkuat ekosistem ekspor. Bank Jatim bahkan dipercaya menjadi narasumber dalam sesi tentang pendampingan ekspor dan akselerasi UKM pangan go international, kesempatan untuk membagikan praktik baik kepada pemangku kepentingan lain. Keberhasilan ini mempertegas peran bank pembangunan daerah sebagai mitra strategis pengembangan UKM berorientasi ekspor dan pendorong diversifikasi ekonomi lokal, karena ekspor furnitur, kerajinan, batik, dan pangan olahan menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar sektor konvensional. “Ke depan, Bank Jatim akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, mitra strategis, dan para pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin kuat,” ujar Arif. Jika konsisten, pendekatan ini dapat mengurangi ketergantungan daerah pada satu sektor dan membuka lapangan kerja yang lebih beragam.

Pelajaran Kebijakan: Menjadikan Bank Daerah Agen Akselerasi Ekspor

Kasus Bank Jatim di TEI menunjukkan bahwa bank pembangunan daerah bisa menjadi agen akselerasi ekspor, bukan hanya penyalur kredit. Ada beberapa pelajaran kebijakan yang patut dicatat. Pertama, pendampingan ekspor harus terstruktur dan berkelanjutan, mencakup pelatihan, kurasi, dan business matching, agar UKM siap bersaing di pasar internasional. Kedua, pameran perdagangan internasional perlu dipandang sebagai bagian dari strategi akses pasar global, bukan agenda rutin tanpa target jelas. Ketiga, sinergi dengan kementerian teknis dan lembaga pelatihan seperti BPSDM terbukti penting untuk memberi legitimasi dan standar kualitas. Jika pola ini direplikasi oleh bank pembangunan daerah lain, ekosistem UKM ekspor internasional di berbagai provinsi berpotensi tumbuh pesat, mendorong diversifikasi ekonomi lokal dan memperkuat posisi produk daerah di rantai pasok global. Tantangannya kini bukan apakah model ini bekerja, melainkan seberapa cepat ia diadopsi secara luas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!