Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Makan Sekali Sehari untuk Diet: Cara Ekstrem yang Membahayakan Tubuh

Makan Sekali Sehari untuk Diet: Cara Ekstrem yang Membahayakan Tubuh
Minat|Gaya Hidup Sehat

Apa Itu Diet Makan Sekali Sehari dan Mengapa Berbahaya

Makan sekali sehari adalah pola diet ekstrem ketika seseorang sengaja membatasi asupan makanan hanya satu kali dalam sehari, sering kali dengan kalori yang sangat rendah, sehingga tubuh kekurangan energi dan nutrisi penting meski tampak praktis untuk menurunkan berat badan cepat. Pola ini sering dipromosikan sebagai cara ‘instan’ dan dikemas dengan nama yang menarik, tetapi pada dasarnya mengabaikan kebutuhan dasar tubuh akan makronutrien dan mikronutrien sepanjang hari. Di permukaan, jadwal makan menurunkan berat badan seperti ini tampak sederhana dan hemat waktu, namun di balik kesederhanaannya tersembunyi risiko kesehatan yang besar: gangguan pencernaan, kelelahan ekstrem, hingga kekacauan metabolisme. Praktik ini bukan pola makan sehat, melainkan bentuk bahaya diet ekstrem yang dibungkus dengan harapan turun berat badan singkat.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyebut pola makan sekali sehari ini sebagai “diet ular” dan menegaskan bahwa metode ini tidak efektif serta menyimpan berbagai bahaya bagi kesehatan. Dalam siaran langsung di TikTok pada Kamis, 24/9/2026, ia mencontohkan orang yang hanya makan sekali dengan 400–500 kalori, padahal kebutuhan hariannya 1.800 kalori. Defisit seperti ini jelas memaksa tubuh bekerja dalam kondisi darurat. Berat badan mungkin turun sebentar, tetapi kesehatan jangka panjang terancam. Di titik ini, pertanyaan yang seharusnya muncul bukan lagi “seberapa cepat saya bisa kurus?”, melainkan “apa harga kesehatan yang saya bayar untuk terlihat lebih langsing?”.

Ledakan Asam Lambung dan Masalah Pencernaan: Harga dari Menahan Lapar

Tubuh tidak dirancang untuk menahan lapar panjang setiap hari. Ketika Anda menerapkan makan sekali sehari, lambung tetap memproduksi asam meski tidak ada makanan yang masuk. Akibatnya, asam lambung bisa naik dan mengiritasi saluran cerna. Masalah kesehatan yang kemungkinan besar muncul jika makan hanya sehari sekali adalah asam lambung naik, dengan gejala sesak napas, bau mulut tidak sedap, mual, muntah, hingga mulas berlebihan. Ini bukan sekadar “tidak nyaman”, tetapi sinyal bahwa sistem pencernaan Anda kewalahan. Alih-alih membantu diet, kondisi ini membuat Anda sulit mempertahankan pola makan sehat karena tubuh terus bereaksi negatif.

Untuk penderita maag atau GERD, praktik makan sekali sehari nyaris seperti menyalakan bom waktu di dalam perut. Dokter gizi merekomendasikan frekuensi makan yang dipecah lebih sering dengan porsi kecil, bahkan bisa sampai lima kali sehari, selama total kalori harian tetap sama, misalnya 1.800 kkal. Saran ini bukan tanpa alasan: lambung yang sensitif lebih aman jika diisi sedikit tetapi sering, sehingga asam lambung punya “sasaran” untuk diolah. Ketika Anda memaksa diri menahan lapar sepanjang hari, Anda mengabaikan kebutuhan fisiologis lambung dan memberi ruang bagi gejala kambuh berulang. Pada akhirnya, diet ekstrem ini berpotensi membuat Anda berujung di klinik pencernaan sebelum mencapai target berat badan.

Metabolisme Masuk ‘Mode Hemat’: Lemas, Pusing, dan Berat Badan Mandek

Salah satu ilusi terbesar dari makan sekali sehari adalah anggapan bahwa semakin sedikit makan, semakin cepat tubuh membakar lemak. Kenyataannya, saat tubuh kekurangan asupan energi secara mendadak, metabolisme berhenti fokus pada pembakaran lemak dan beralih menjaga fungsi vital seperti bernapas, detak jantung, dan berpikir. Tubuh masuk ke ‘mode hemat’ (mode saving), menahan pengeluaran energi agar tetap bertahan hidup. Di titik ini, jadwal makan menurunkan berat badan yang terlalu ekstrem malah memblokir tujuan awal: timbangan bisa stagnan, meski rasa lapar makin menyiksa. Ini menjelaskan mengapa banyak orang terkejut ketika berat badan mereka tidak turun atau bahkan naik kembali setelah pola makan ini tidak lagi kuat dijalani.

Dari sisi gejala sehari-hari, makan sekali sehari memberi dampak yang jelas: tubuh terasa lemas karena kekurangan energi dan nutrisi. Metode ini berpotensi menyebabkan gula darah rendah, terutama pada penderita diabetes tipe 2, dan bisa menimbulkan pusing, mual, sembelit, gemetaran, hingga sulit konsentrasi. Ini bukan tanda “diet sedang bekerja”, melainkan sinyal bahwa otak dan otot kekurangan bahan bakar. Bahkan, rasa lapar ekstrem memicu produksi hormon ghrelin lebih banyak daripada saat makan tiga kali sehari, membuat Anda balas dendam makan dengan kalori tinggi di satu waktu. Hasilnya, lemak tubuh justru bisa naik tiba-tiba dan memicu lonjakan berat badan setelah fase ‘disiksa’ berakhir. Pola ini tidak berkelanjutan dan merusak hubungan Anda dengan makanan.

Kekurangan Nutrisi dan Efek Jangka Panjang: Turun Cepat, Rusak Pelan-Pelan

Diet makan sekali sehari sering dipuja karena bisa cepat menurunkan berat badan dan membakar lemak. Namun ada sisi gelap yang jarang dibicarakan: kekurangan nutrisi yang meluas. Ketika hanya makan satu kali, orang cenderung mengejar rasa kenyang dengan makanan tinggi kalori, bukan gizi seimbang. Dampak makan sehari sekali bisa menyebabkan kekurangan nutrisi dan mengganggu kesehatan keseluruhan. Dr Igus Ulfa Yaze menjelaskan, jika seseorang hanya mengonsumsi 400–500 kalori sementara kebutuhan hariannya 1.800 kalori, tubuh akan mengalami defisit gizi parah; makronutrien dan mikronutrien tidak tercukupi sehingga berisiko menimbulkan defisiensi vitamin dan mineral penting. Ini bukan sekadar angka di label gizi—ini fondasi energi, kekebalan, hingga kesehatan kulit dan rambut Anda.

Lebih jauh, pola makan seperti ini menciptakan siklus tidak sehat: berat badan turun cepat, tubuh stres, lalu metabolisme melambat dan lemak mudah menumpuk lagi. Metode makan sekali sehari berisiko meningkatkan lemak tubuh secara tiba-tiba, dan lonjakan berat badan dapat terjadi ketika nafsu makan balas dendam muncul. Itu sebabnya pendekatan ini dinilai tidak efektif dan menyimpan berbagai bahaya bagi kesehatan jangka panjang. Anda mungkin mendapatkan foto “sebelum-sesudah” yang memuaskan dalam beberapa minggu, tetapi menukar stabilitas energi, kesehatan pencernaan, dan fungsi organ demi angka di timbangan adalah kompromi yang mahal. Pola makan sehat seharusnya membentuk tubuh yang kuat dan pikiran yang jernih, bukan sekadar membuat celana terasa lebih longgar.

Pola Makan Sehat: Atur Jadwal, Bukan Menyiksa Diri

Jika makan sekali sehari bukan jawaban, lalu apa? Kuncinya bukan pada menyiksa diri, melainkan mengatur pola makan sehat dengan frekuensi dan porsi yang seimbang. Alih-alih mengandalkan diet ular, dr Igus Ulfa Yaze menyarankan tetap makan tiga kali sehari dengan porsi kalori yang dibagi proporsional sesuai kebutuhan, misalnya 1.800 kkal dibagi dalam tiga waktu makan. Bagi penderita maag atau GERD, pola ini bahkan bisa dipecah menjadi lima kali makan porsi kecil dengan total kalori yang sama. Pendekatan ini membuat tubuh mendapat pasokan energi stabil, menekan lonjakan rasa lapar, dan menjaga asam lambung tetap terkendali. Inilah jadwal makan menurunkan berat badan yang realistis: konsisten, terukur, dan manusiawi.

Dokter gizi menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam menyusun jadwal makan untuk menurunkan berat badan dengan aman. Makan dengan frekuensi wajar, mengutamakan kualitas makanan, serta menyesuaikan total kalori dengan kebutuhan pribadi jauh lebih aman daripada bahaya diet ekstrem seperti makan sekali sehari. Sebelum memutuskan mengikuti pola ekstrem apa pun, disarankan untuk mempertimbangkan dengan matang dan berkonsultasi dengan ahli gizi. Pada akhirnya, diet yang baik bukan yang paling menyiksa atau paling cepat terlihat, tetapi yang bisa Anda jalani bertahun-tahun tanpa merusak tubuh. Tubuh Anda bukan mesin uji coba tren diet; ia membutuhkan ritme makan yang teratur, penuh hormat, dan berpihak pada kesehatan jangka panjang.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!