Apa yang Sebenarnya Diputuskan Uni Eropa?
Pengecualian baterai smartwatch lepas pasang adalah keputusan regulasi baterai EU yang membebaskan smartwatch dan fitness tracker dari kewajiban baterai yang bisa dilepas langsung oleh pengguna, sambil tetap mewajibkan produsen menyediakan mekanisme penggantian baterai melalui layanan perbaikan profesional terukur demi tujuan keberlanjutan dan keselamatan. Keputusan ini bukan langkah kecil; Komisi Eropa membuka proses aplikasi pada 2025 dan berkonsultasi berbulan-bulan dengan berbagai pemangku kepentingan sebelum menentukan kategori mana yang berhak dikecualikan. Hasilnya, terdapat enam kategori tambahan yang lolos dari aturan baterai lepas pasang, termasuk smartwatch dan fitness tracker sebagai perangkat wearable paling populer. Pengecualian ini menjadi bagian resmi dari implementasi EU Battery Regulation (Regulation (EU) 2023/1542) yang diberlakukan bertahap di kawasan Uni Eropa.
Desain Tertutup Menang: Produsen Senang, Pengguna Ragu
Keputusan mengecualikan smartwatch dari kewajiban baterai lepas pasang pada dasarnya merupakan kemenangan besar bagi desain tertutup yang selama ini disukai produsen. Smartwatch dan fitness tracker memiliki bodi sangat ringkas dan kedap air, sehingga baterai yang dapat dilepas pengguna dinilai berisiko mengorbankan ketahanan air dan ukuran perangkat. Dokumen regulasi menegaskan bahwa perangkat seperti smartwatch, gelang kebugaran, earbuds nirkabel dan hearing aid berukuran sangat kecil, sehingga baterai yang mudah dilepas dapat mengurangi ketahanan produk, mengganggu ruang komponen penting, atau menghambat inovasi desain. Akibatnya, produsen besar seperti Apple dan Samsung tidak perlu mendesain ulang jam pintar mereka; perangkat generasi berikutnya seperti Apple Watch dan Galaxy Watch mendatang tidak harus memiliki baterai yang bisa diganti pengguna. Pengecualian ini memberi kepastian regulasi jangka panjang bagi industri wearable yang mengandalkan desain unibody tahan air.

Dampak Nyata bagi Pengguna: Hak Perbaikan Tertahan
Bagi pengguna, implikasinya cukup tajam: jika baterai smartwatch Anda mulai drop, jangan berharap bisa menggantinya sendiri di rumah. Regulasi baru membuat konsumen tetap bergantung pada perbaikan smartwatch resmi atau penyedia layanan profesional ketika masa pakai baterai habis. Artinya, tidak ada opsi self-repair yang setara dengan smartphone yang diarahkan EU untuk lebih mudah dibongkar dan diperbaiki. Meski Komisi Eropa mewajibkan baterai tetap dapat diganti oleh teknisi profesional, proses ini hampir pasti lebih mahal dan memakan waktu lebih lama dibandingkan skenario di mana baterai dapat dilepas pengguna dengan alat umum. Di satu sisi, ini melindungi ketahanan air dan keamanan perangkat wearable; di sisi lain, konsumen yang peduli hak perbaikan dan keberlanjutan wajar merasa keputusan tersebut melemahkan upaya memperpanjang umur perangkat dan mengurangi limbah elektronik.
Mengapa Uni Eropa Mengambil Langkah Ini Sekarang?
Langkah mengecualikan perangkat wearable tidak muncul tanpa konteks. Regulasi baterai Uni Eropa adalah bagian dari strategi European Green Deal dan Circular Economy Action Plan yang ingin mengurangi limbah elektronik dan meningkatkan penggunaan kembali material penting seperti litium, kobalt, dan nikel. Sebelumnya, aturan mewajibkan semua perangkat portabel memiliki baterai yang bisa dilepas dan diganti memakai alat yang tersedia umum mulai 18 Februari 2027, agar usia pakai perangkat lebih panjang dan volume e-waste berkurang. Namun setelah konsultasi panjang pada 2025, Komisi menyimpulkan bahwa beberapa perangkat kecil—termasuk smartwatch dan fitness tracker—masuk kategori wet appliances yang dirancang tahan cipratan atau tercelup air, sehingga membuka bodi demi baterai lepas pasang berpotensi merusak keamanan, daya tahan, atau ketahanan air. Regulasi ini juga merespons masalah keselamatan: baterai lithium-ion kecil yang dibuang sembarangan telah memicu lebih banyak kebakaran di fasilitas limbah.
Ke Depan: Smartwatch Lebih Cantik, Tapi Tidak Lebih Mudah Diperbaiki
Selanjutnya, aturan pengecualian akan dikirim ke Parlemen Eropa dan Dewan; jika tidak ada keberatan, ia sah menjadi hukum 20 hari setelah dipublikasikan dalam Jurnal Resmi Uni Eropa. Begitu berlaku, produsen smartwatch akan melanjutkan desain tertutup yang kedap air dan penuh sensor tanpa harus memikirkan baterai smartwatch lepas pasang untuk pengguna akhir. Bagi konsumen, masa depan jam pintar kemungkinan berarti perangkat yang makin tipis, canggih, dan tahan air—namun tetap sulit diperbaiki sendiri. EU memang mewajibkan baterai perangkat yang dikecualikan dapat diganti oleh profesional independen, tetapi pemilik perangkat akan tetap bergantung pada jaringan servis dan perbaikan smartwatch resmi ketika baterai habis. Pada akhirnya, regulasi baterai EU memilih kompromi: melindungi desain dan keselamatan wearable, sambil mengorbankan sebagian hak perbaikan langsung di tangan pengguna.






