Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau
Minat|Destinasi Luar Negeri

Kunjungan Putri Victoria: Diplomasi yang Dimulai dari Bandara

Putri Victoria Swedia Lombok adalah kunjungan resmi selama tiga hari oleh Putri Mahkota Victoria Ingrid Alice Desiree ke Pulau Lombok, yang memadukan diplomasi pariwisata internasional, pemulihan pascagempa, dan pembangunan berkelanjutan sebagai satu paket narasi baru tentang bagaimana destinasi wisata berkelanjutan dapat menjadi ruang kerja sama lintas negara dan lembaga pembangunan.

Putri Mahkota Swedia Victoria mengunjungi Nusa Tenggara Barat selama tiga hari, 5 hingga 7 September, dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP. Sejak mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, ia disambut hangat oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan pengalungan tenun khas Sasak dan minuman herbal rempah sebagai welcome drink. Momen ini bukan sekadar seremoni; NTB sengaja memanfaatkan panggung ini untuk memperkenalkan diri sebagai “surga rempah-rempah” dan pintu masuk wisata budaya Lombok yang sarat identitas lokal. Gubernur menyebut kunjungan ini sebagai kesempatan mengenalkan NTB ke dunia, menandai bahwa dari awal, agenda diplomasi pariwisata internasional sudah dipasang secara sadar, bukan sebagai efek samping belaka.

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau

Dari Tenun hingga Kuliner: Wisata Budaya sebagai Bahasa Diplomasi

Pemerintah daerah tampak sadar betul bahwa wisata budaya Lombok adalah bahasa diplomasi yang paling mudah dipahami tamu negara. Penyambutan dengan selendang songket Kre Alang dan tenun Sasak bukan hanya penghormatan, tetapi pesan politik budaya: Lombok punya warisan yang hidup, bukan sekadar pemandangan pantai. Proses tenun tradisional yang rumit dan simbolik itu diposisikan sebagai identitas yang ingin dibawa ke panggung global.

Pada hari pertama, Putri Victoria melihat langsung beragam produk lokal, mulai dari kain tenun hingga perhiasan berbahan kulit kerang dan mutiara, serta mencicipi kuliner khas Lombok sebagai bagian dari rangkaian kunjungan. Strateginya jelas: memperluas citra Lombok dari destinasi alam menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang bertumpu pada UMKM kreatif dan kuliner tradisional. Di titik ini, diplomasi pariwisata internasional berjalan di level yang sangat konkret—di meja makan, di kios kerajinan, dan di ruang pertemuan antara pelaku lokal dan rombongan kerajaan.

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau

Irigasi Sembalun: Contoh Nyata Pembangunan Berkelanjutan

Inti terpenting kunjungan ini bukan foto di destinasi wisata, melainkan inspeksi ke proyek pembangunan berkelanjutan. Lombok dipilih karena punya sejarah kerja sama dengan UNDP dalam pemulihan pascagempa, kesehatan, ekonomi biru, dan penguatan ekonomi masyarakat. Di Sembalun, Putri Victoria turun ke Desa Sajang untuk berdialog dengan petani tentang perubahan pola tanam dan perbaikan sistem irigasi setelah bencana.

Melalui dukungan program UNDP, jaringan irigasi sepanjang 450 meter di dua titik Desa Sajang direnovasi total, memperpanjang masa tanam petani sayur di lereng Rinjani dan menstabilkan pasokan air bagi puluhan kepala keluarga. "Sebelum ada bantuan irigasi, kami hanya bisa menanam lima sampai enam bulan, tetapi sekarang aliran air sangat stabil," ujar Arif, Sekretaris Desa Sajang dan Ketua Pengelola Air Kelompok Tani. Ini bukti bahwa kerja sama internasional tidak berhenti di dokumen, tetapi menyentuh langsung dapur rumah tangga petani.

Pariwisata, Ekonomi Biru, dan Jalan ke Pasar Eropa

Kunjungan Putri Victoria Swedia Lombok juga mengirim sinyal kuat: pariwisata dan pembangunan berkelanjutan bisa menjadi pintu kerja sama baru antara Swedia, NTB, dan UNDP. Selama berada di NTB, rombongan diajak melihat lokasi yang dinilai punya potensi kerja sama di sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi biru. Ia menyaksikan pengembangan ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, hingga program asuransi terumbu karang sebagai sinergi antara pariwisata bahari dan pelestarian laut.

Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga donor internasional diakui efektif memotong rantai kemiskinan akibat kerusakan infrastruktur vital, dan skema pemberdayaan ini dinilai ampuh menjaga stabilitas pangan secara berkelanjutan. Bagi Lombok, narasi ini penting untuk meneguhkan diri sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang bukan hanya estetis, tetapi juga sosial-ekologis. Jika dimanfaatkan serius, diplomasi pariwisata internasional melalui kunjungan kerajaan ini bisa membuka jalur promosi ke pasar Eropa, menarik wisatawan yang peduli lingkungan, sekaligus mengundang investasi pada proyek ekonomi biru dan pertanian tahan bencana.

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau

Momentum yang Tak Boleh Dibiarkan Berlalu

Pemerintah provinsi sudah menyatakan komitmen memperluas proyek infrastruktur pertanian berbasis komunitas di wilayah kepulauan, menandai bahwa kunjungan ini bukan akhir, melainkan awal rangkaian kerja sama jangka panjang. Harapan agar kunjungan Putri Mahkota Victoria membuka ruang hubungan yang makin erat di masa mendatang telah disampaikan sejak hari pertama.

Namun momentum tidak akan otomatis berbuah jika hanya dijadikan kebanggaan seremonial. Lombok harus memanfaatkan spotlight ini untuk mengkonsolidasikan branding sebagai destinasi wisata berkelanjutan, memperkuat wisata budaya Lombok, dan merancang paket kerja sama konkret di pariwisata, pertanian, dan ekonomi biru. Diplomasi pariwisata internasional yang dimulai dari selendang tenun dan saluran irigasi harus berujung pada kebijakan yang menyejahterakan warga. Tanpa itu, kunjungan tiga hari yang padat makna ini akan tinggal kenangan, bukan pijakan perubahan.

Putri Mahkota Swedia di Lombok: Diplomasi Wisata dan Ekonomi Hijau

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!