Pertumbuhan global yang bertumpu pada satu pasar
Penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max adalah jumlah perangkat premium Apple yang terjual setelah peluncuran, dan perbandingannya dengan generasi terdahulu memperlihatkan bahwa hasil global dapat menyamarkan perbedaan besar antarnegara. Dalam tiga minggu pertama ketersediaan, penjualan kedua model itu tumbuh 3,1% dibandingkan periode yang sama setelah peluncuran iPhone 17 Pro. Angka positif ini mudah dibaca sebagai tanda bahwa permintaan terhadap lini Pro tetap kuat. Namun, gambaran tersebut kurang utuh tanpa melihat sumber pertumbuhannya: China melonjak, sedangkan beberapa pasar penting melemah. Artinya, penjualan iPhone 18 Pro belum menunjukkan daya tarik yang merata. Apple memperoleh kenaikan global, tetapi sangat bergantung pada satu pasar untuk menjaga angka keseluruhan tetap di atas generasi sebelumnya.
ShopeeiPhone 18 Pro Max 5G 2TB Apple A20 ProRp70.999.000 di Shopee
ShopeeApple Iphone 17 Pro 256Gb 512Gb 1Tb A19 Pro 6.3" Oled 120Hz Resmi Ibox Gdn Digimap Original Dan TerpercayaRp74.700.000 di Shopee
China menjadi motor, dengan dukungan kondisi peluncuran
Di China, penjualan iPhone 18 Pro selama tiga minggu pertama naik 29% dibandingkan periode setara untuk iPhone 17 Pro. Lonjakan itu menjadikan pasar tersebut penopang utama pertumbuhan global, bukan sekadar salah satu wilayah dengan kinerja baik. Ketersediaan stok yang lebih memadai sejak awal peluncuran disebut membantu memenuhi minat konsumen. Selain itu, kenaikan harga sejumlah ponsel Android unggulan buatan perusahaan lokal membuat iPhone terasa lebih menarik bagi sebagian pembeli. Satu estimasi pihak ketiga menyebut sekitar 1,3 juta unit iPhone 18 Pro dan Pro Max terjual di China dalam tujuh hari pertama pemasaran; angka tersebut bukan data resmi Apple. Besarnya angka awal ini mengesankan, tetapi belum membuktikan bahwa laju pembelian akan bertahan setelah antusiasme peluncuran mereda.

AS dan Jepang memperlihatkan batas daya tarik produk
Kontrasnya tajam di Amerika Serikat dan Jepang. Penjualan iPhone 18 Pro di AS turun 4% dari generasi sebelumnya, sementara Jepang mencatat penurunan 27%. Perbedaan itu memberi petunjuk bahwa pembaruan produk belum cukup untuk mendorong semua pemilik iPhone mengganti perangkatnya. Di AS, sebagian konsumen dinilai menganggap perubahan desain dan fitur belum cukup berarti untuk memicu pembelian. Dampaknya bagi pengguna sehari-hari sederhana: konsumen yang sudah memiliki model sebelumnya tidak otomatis merasa perlu melakukan peningkatan. Ini penting bagi pasar iPhone karena penjualan awal yang tinggi tidak sama dengan dorongan pembaruan yang luas. Jika manfaat generasi baru terasa terbatas bagi sebagian pembeli, pertumbuhan dapat bergantung lebih besar pada pasar atau momen peluncuran tertentu.
Pro Max memimpin, tetapi keberlanjutan masih harus diuji
Di antara model Pro, iPhone 18 Pro Max tetap menjadi yang paling banyak terjual dan menyumbang 56% dari total penjualan model Pro pada jajaran 2026, sedikit di bawah porsi 57% pada jajaran sebelumnya. Dominasi Pro Max menunjukkan bahwa sebagian pembeli tetap memilih model tertinggi, tetapi porsi yang sedikit menyusut juga menahan kesimpulan bahwa minat terhadapnya terus menguat. Pertanyaan yang lebih penting sekarang ialah apakah lonjakan di China merupakan permintaan berkelanjutan atau pembelian yang terkumpul pada awal peluncuran. Penilaian itu, menurut pejabat Counterpoint Research Sujeong Lim, akan lebih jelas dalam beberapa pekan mendatang. Model iPhone 18 reguler dijadwalkan meluncur pada awal 2027, sehingga gambaran lini produk yang lebih luas belum lengkap. Untuk saat ini, kenaikan global 3,1% patut dicatat, tetapi belum cukup untuk membuktikan pemulihan merata.






