Laptop Bisnis AI: ExpertBook Ultra dan Pergeseran Standar Kerja Profesional
ExpertBook Ultra adalah laptop bisnis AI kelas flagship yang menggabungkan prosesor Intel Core Ultra, NPU 50 TOPS, layar Tandem OLED 3K, baterai hingga 26 jam dan keamanan enterprise berlapis untuk mendukung profesional dan perusahaan yang membutuhkan pemrosesan kecerdasan buatan secara lokal, mobilitas tinggi, serta perlindungan data sensitif di satu perangkat kerja terpadu. ASUS jelas tidak sekadar merilis perangkat baru; mereka membaca perubahan cara kita bekerja. Laptop bisnis memasuki babak baru, di mana kecepatan membuka spreadsheet saja tidak cukup. Perusahaan ingin AI hadir langsung di laptop, bukan sebatas layanan cloud yang sarat risiko dan keterbatasan. Menjawab kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra sebagai laptop flagship yang menyasar kalangan profesional dan perusahaan. Langkah ini terasa tepat di tengah meningkatnya penggunaan AI di lingkungan bisnis dan lonjakan kebutuhan perangkat kerja berperforma tinggi. Menariknya, bisnis PC B2B ASUS tumbuh sebesar 117 persen secara year-on-year pada 2025 dan hingga kuartal kedua 2026 berada di posisi kedua industri PC B2B di Indonesia, menunjukkan bahwa pasar memang siap untuk laptop bisnis AI yang lebih serius.

NPU 50 TOPS: AI On-Device untuk Produktivitas dan Keamanan Data
Inti perubahan ExpertBook Ultra ada pada NPU 50 TOPS yang memindahkan pusat kecerdasan dari cloud ke perangkat. Dengan Neural Processing Unit berkemampuan hingga 50 Trillion Operations Per Second atau TOPS, laptop bisnis AI ini dirancang untuk menangani transkripsi rapat, penerjemahan real-time, optimalisasi kamera, hingga generative AI secara lokal tanpa harus selalu mengandalkan cloud. Hasilnya, beban kerja berat seperti rapat daring panjang, pengolahan data besar, dan pengelolaan dokumen serta presentasi secara bersamaan bisa dijalankan lebih efisien. Pemrosesan langsung di perangkat membuat pekerjaan AI lebih efisien sekaligus membantu menjaga data tetap berada di dalam laptop. Bagi profesional yang menangani informasi sensitif—dari kontrak strategis sampai data klien—ini bukan sekadar fitur, tetapi perubahan paradigma: data tidak perlu keluar dari perangkat untuk mendapat manfaat AI. RAM LPDDR5x hingga 64GB memungkinkan sejumlah large language model dijalankan secara lokal tanpa koneksi internet, sehingga tim keuangan, legal, atau konsultan dapat memakai LLM untuk analisis dan asistensi tanpa menabrak kebijakan kerahasiaan perusahaan.
Layar Tandem OLED Profesional dan Baterai 26 Jam: Senjata Kerja Mobile
ASUS tidak berhenti di sisi komputasi; mereka mengubah cara profesional melihat dan membawa laptop bisnis AI ini. ExpertBook Ultra memakai layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K dengan refresh rate hingga 120Hz dan tingkat kecerahan HDR puncak 1.400 nits. Teknologi ini ditujukan untuk menjaga visibilitas layar ketika digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi, termasuk saat bekerja di luar ruangan. Tambahan Gorilla Matte untuk mengurangi pantulan cahaya membuat layar OLED profesional ini rasional untuk pekerja yang sering berpindah lokasi—kafe, klien, atau bandara. Untuk tenaga, baterai berkapasitas 70 Wh diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Ini langsung mengubah pola kerja mobile: satu hari penuh rapat, perjalanan dan presentasi tanpa ketergantungan charger menjadi realistis. Teknologi pengisian cepat yang mampu mengisi hingga 50 persen dalam sekitar 30 menit semakin mengurangi "kecemasan baterai" yang selama ini sering mengganggu produktivitas. Dipadukan bobot mulai 0,99 kilogram untuk varian POLED dan sekitar 1,09 kilogram untuk Tandem OLED, ExpertBook Ultra terasa dirancang untuk tas kerja, bukan meja kantor.
Keamanan Enterprise Berlapis: Mengunci Risiko di Era AI
Begitu AI masuk ke alur kerja, keamanan tidak boleh menjadi catatan kaki. ExpertBook Ultra menempatkan keamanan enterprise laptop sebagai pilar utama melalui sistem ExpertGuardian. Perangkat ini mendukung discrete TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, physical webcam shield, hingga chassis intrusion alert, yang bersama‑sama menutup banyak celah serangan fisik dan digital. Dukungan terhadap standar NIST SP 800-193 ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap firmware perangkat dan data perusahaan, artinya serangan di level rendah pun ikut diperhitungkan. Dari perspektif manajemen TI, kombinasi AI on-device dan keamanan berlapis ini menguntungkan. Data rapat yang ditranskripsi, dokumen yang dianalisis LLM, atau gambar yang dioptimalkan AI ExpertMeet disimpan dan diproses di perangkat, bukan berkelana di server publik. Ditambah opsi SSD M.2 PCIe Gen 5.0 NVMe hingga 2TB dan OPAL 2.0 Self-Encrypting Drive, laptop ini lebih siap masuk ke kebijakan keamanan yang ketat di perbankan, konsultan, dan sektor lain dengan regulasi tinggi.
ExpertBook Ultra sebagai Flagship: Dampaknya bagi Standar Laptop Bisnis
Dengan kombinasi kemampuan AI, performa, layar OLED, desain ringan serta fitur keamanan enterprise, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai perangkat yang ditujukan bagi eksekutif, profesional hingga perusahaan yang membutuhkan laptop dengan mobilitas dan tingkat keamanan tinggi. ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai laptop flagship bagi profesional dan perusahaan yang membutuhkan performa tinggi tanpa mengorbankan portabilitas. Konfigurasi hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H, GPU Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores, dan SSD Gen 5.0 memperkuat posisinya bukan hanya sebagai alat kantor, tetapi sebagai perangkat AI kerja. Dampaknya bagi industri cukup jelas: di segmen laptop bisnis premium, sekadar cepat dan tipis tidak lagi cukup. NPU 50 TOPS, baterai 26 jam, layar OLED profesional seterang 1.400 nits dan keamanan enterprise laptop kini menjadi daftar minimum baru. Perusahaan yang masih menganggap AI sebatas fitur cloud perlu mengevaluasi ulang; era Copilot+ PC dengan pemrosesan lokal sudah tiba, dan ExpertBook Ultra adalah salah satu contoh paling tegas dari pergeseran standar itu.







