Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BYD Seagull Generasi Kedua RWD: Kecil, Serius, dan Kian Dewasa

BYD Seagull Generasi Kedua RWD: Kecil, Serius, dan Kian Dewasa
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Seagull Gen 2: Dari EV Murah Jadi Paket Kompak yang Lebih Serius

BYD Seagull generasi kedua adalah hatchback mobil listrik kompak yang beralih dari penggerak roda depan ke penggerak roda belakang, mendapat motor 95 kW yang lebih kuat, suspensi belakang multi-link, serta tambahan front trunk bagasi depan, sehingga naik kelas dari sekadar EV murah menjadi paket harian yang lebih matang bagi pengguna di segmen terjangkau.

Esensinya: BYD tidak sekadar melakukan facelift, tetapi mengganti cara mobil ini bergerak dan terasa. Setelah kemunculan BYD Seagull generasi kedua diperlihatkan di China dengan layout penggerak baru, pengaturan dari front-wheel drive (FWD) menjadi penggerak roda belakang RWD menandai perombakan besar pada model yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu mobil listrik kompak berbiaya rendah. Pengajuan dokumen ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) sebelumnya sudah memberi bocoran perubahan dimensi dan spesifikasi teknis. Langkah agresif ini jelas bukan kosmetik, melainkan strategi BYD untuk menaikkan posisi Seagull di tengah persaingan EV kecil yang kian sengit.

RWD, Motor 95 kW, dan Sasis Baru: Karakter Berkendara yang Berbeda

Keputusan memindahkan motor dari depan ke poros belakang mengubah karakter BYD Seagull generasi kedua secara mendasar. Kini penggerak roda belakang RWD menjadi pusat cerita. Data regulasi MIIT mencatat motor listrik berkode TZ164XYB produksi Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd. menghasilkan tenaga 95 kW (127 hp) dan menaikkan kecepatan maksimum menjadi 150 km/jam. Untuk sebuah mobil listrik kompak, angka ini menempatkan Seagull di zona aman: cukup bertenaga untuk akselerasi lincah di kota dan tidak kewalahan ketika diajak ke kecepatan jalan antar-kota. Kalimat yang pantas dikutip: “Data regulasi MIIT mengidentifikasi motor tersebut dengan daya 95 kW, meningkatkan kecepatan maksimum Seagull menjadi 150 km/jam.”

Sisi sasis tak kalah penting. Suspensi belakang torsion beam lama diganti dengan suspensi independen multi-link. Ini sinyal jelas bahwa BYD mengincar rasa jalan yang lebih halus dan stabil, bukan sekadar efisiensi biaya. Ban juga melebar menjadi 205/60 R16 dengan pelek alloy 16 inci model dual four-spoke, naik dari lebar 165–175 mm di generasi sebelumnya. Kombinasi penggerak roda belakang, output motor lebih besar, suspensi multi-link, dan tapak ban lebih lebar secara teori akan memberi grip lebih baik, respons kemudi lebih natural, dan perilaku bodi yang lebih tenang saat menikung—karakter yang jarang ditemukan di EV kecil berharga miring.

BYD Seagull Generasi Kedua RWD: Kecil, Serius, dan Kian Dewasa

Front Trunk, Interior, dan Ruang: Fungsi Harian yang Makin Masuk Akal

Perpindahan unit penggerak ke belakang membebaskan ruang berharga di bawah kap depan. Hasilnya adalah front trunk bagasi depan—fitur yang masih jarang di segmen mobil listrik kompak berharga terjangkau di bawah ambang 100.000 yuan di pasar asalnya. BYD belum mengumumkan kapasitas resminya, tetapi kehadiran frunk saja sudah mengubah cara pemilik memanfaatkan mobil ini: barang kotor atau basah bisa dipisahkan dari kabin, kabel pengisi daya punya ruang khusus, dan perjalanan belanja tidak lagi memaksa semua barang menumpuk di belakang. Ini contoh cerdas bagaimana layout RWD diterjemahkan menjadi fungsi real, bukan hanya jargon teknis.

Di dalam, BYD mempertahankan nuansa modern namun dengan sentuhan yang lebih praktis. Setir multifungsi dua palang dengan bagian bawah rata berpadu dengan layar sentuh tengah mengambang sebagai fokus antarmuka. Konsol tengah didesain ulang dengan sakelar fisik bergaya toggle di bawah ventilasi udara, pengisi daya ponsel nirkabel, dan dua cup holder yang disusun vertikal. Pendekatan ini terasa lebih ramah pengguna sehari-hari dibanding tren serba-layar. Di luar, gagang pintu pop-out diganti dengan gagang mekanis semi-tersembunyi, lampu belakang terpisah di bawah spoiler atap besar, dan diffuser bawah terintegrasi memberi kesan lebih matang tanpa berusaha tampak terlalu futuristis.

BYD Seagull Generasi Kedua RWD: Kecil, Serius, dan Kian Dewasa

Teknologi, Persaingan, dan Posisi Baru di Segmen EV Kompak

BYD Seagull generasi kedua tidak berhenti pada urusan mekanis. Unit prototipe yang tertangkap kamera menampilkan pod LiDAR di atap yang mendukung paket bantuan berkendara Level 2 BYD DiPilot 300 atau God’s Eye B. Selain itu, foto-foto sesi pemotretan promosi memicu spekulasi hadirnya varian dengan Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging, meski BYD belum mengumumkan kemampuan pengisian daya secara resmi. Pola ini mirip perangkat konsumen lain: generasi baru membawa perubahan arsitektur besar, lalu dilengkapi fitur yang disesuaikan kompetisi.

Di sisi pasar, perubahan pada BYD Seagull generasi kedua membuat spesifikasi mobil ini mendekati Geely EX2 (Xingyuan), dengan kesamaan penggerak roda belakang, suspensi belakang independen, front trunk, dan wheelbase 2.650 mm, sementara panjang Seagull 4.205 mm sekitar 70 mm lebih panjang. Bagi segmen EV kecil yang persaingannya kian ketat, langkah ini menempatkan Seagull berhadapan langsung dengan rival utamanya dengan senjata yang jauh lebih setara. BYD memang belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran pasar untuk Seagull baru, namun arah produk sudah jelas: dari EV murah berbasis kompromi menjadi kompetitor kompak yang tidak malu disandingkan dengan pemain besar lain.

Kesimpulan: Evolusi yang Tepat untuk Naik Kelas

Peralihan BYD Seagull generasi kedua ke penggerak roda belakang RWD, adopsi motor 95 kW, suspensi belakang multi-link, dan hadirnya front trunk bagasi depan menjadikannya paket yang jauh lebih dewasa dibanding generasi pertama. Ini bukan sekadar penyegaran kosmetik, tetapi upgrade menyeluruh yang mempengaruhi cara mobil berjalan, terasa, dan digunakan setiap hari. Di tengah persaingan EV kecil yang mengeras, BYD memilih untuk menguatkan aspek berkendara dan kepraktisan—dua hal yang paling terasa oleh pemilik. Selama harga tetap berada di wilayah terjangkau, Seagull Gen 2 berpotensi kuat menjadi salah satu mobil listrik kompak paling rasional: kecil di ukuran, tetapi tidak lagi kecil di ambisi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!