Telin sebagai Mesin Ekspansi Digital Global TelkomGroup
Telin kemitraan strategis di ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) adalah langkah terarah TelkomGroup untuk membangun ekosistem digital global berbasis konektivitas internasional, infrastruktur data center, dan arsitektur digital terbuka yang terintegrasi dengan empat pilar bisnis holding sehingga menciptakan pertumbuhan layanan digital lintas pasar.
Intinya, TelkomGroup berhenti bermain sebagai konglomerasi telekomunikasi yang gemuk dan tidak fokus. Perusahaan sedang bertransformasi menjadi strategic holding dengan empat pilar: consumer (B2C), digital infrastructure, enterprise, dan international. Telin jelas ditempatkan sebagai ujung tombak pilar international, sementara pilar digital infrastructure mengawal fiber, kabel laut, satelit, power, dan pusat data. Transformasi ini dibarengi streamlining anak usaha, dari 67 menjadi 48 per Juni 2026 dengan target akhir 19 anak usaha.
Pesannya tegas: Telkom induk fokus strategi dan tata kelola, sementara Telin dan pilar lain dituntut bergerak lebih independen, transparan, dan efisien untuk memaksimalkan value creation di seluruh grup.
Empat Kemitraan Telin di BATIC: Konektivitas, Data Center, dan Ekosistem
Telin memperluas jejak ekosistem digital global melalui empat kemitraan strategis dengan PEACE, TM Forum, SM+, dan GTI dalam rangkaian BATIC. Ini bukan sekadar penandatanganan seremonial, melainkan paket langkah terintegrasi: penambahan kapasitas konektivitas internasional, standar arsitektur digital terbuka, dan integrasi infrastruktur data center serta jaringan global.
Dengan PEACE, Telin menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk menambah sekitar 1,4 Tbps konektivitas pada rute Asia, Afrika, dan Eropa."Kapasitas konektivitas internasional Telin bersama PEACE akan bertambah sekitar 1,4 Tbps di rute Asia, Afrika, dan Eropa". Ekspansi ini meliputi dark spectrum yang menghubungkan Mesir dan Prancis, serta kapasitas end-to-end lintas Mesir.
Di sisi infrastruktur data center, Telin dan SM+ menandatangani MoU untuk memperluas peluang bisnis infrastruktur digital global melalui integrasi kapabilitas data center colocation SM+ dan jaringan konektivitas global Telin, termasuk solusi TNEX. Kerja sama ini memperkuat infrastruktur data center dengan menggabungkan colocation dan jaringan internasional sebagai satu paket layanan terintegrasi.
Arsitektur Digital Terbuka: Dari Slogan ke Standar Operasi
Konektivitas global BATIC saja tidak cukup; tanpa arsitektur digital terbuka, jaringan hanya menjadi pipa mahal. Telin tampak sadar akan risiko itu dan mengikat komitmen teknologi melalui Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum.
Melalui manifesto tersebut, Telin berkomitmen menjadikan Open Digital Architecture dan Open APIs sebagai elemen fundamental arsitektur perangkat lunaknya. Penerapan arsitektur digital terbuka ini ditujukan untuk meningkatkan interoperabilitas, menyederhanakan integrasi, memperluas ruang kolaborasi, dan meningkatkan efisiensi pengembangan kapabilitas digital. Dengan kata lain, Telin memilih untuk bermain di panggung standar global, bukan membangun silo teknologi yang sulit dirawat.
Transformasi ini menjadi bagian dari perjalanan "Road to ODA" Telin untuk menyelaraskan kapabilitas teknologi dengan standar industri global. Di sini, arsitektur digital terbuka bukan jargon, tetapi prasyarat agar berbagai kemitraan—dari kabel laut hingga data center—bisa tersambung rapi menjadi satu ekosistem layanan yang lebih agile dan mudah dikembangkan.
Empat Pilar Holding Telkom dan Sinergi ke Bisnis Internasional
Transformasi Telkom menjadi strategic holding dengan empat pilar bisnis bukan latar belakang pasif; ini adalah kerangka kerja yang membuat ekspansi digital TelkomGroup dan gerak Telin lebih terarah. Telkom menempatkan pilar consumer, digital infrastructure, enterprise, dan international agar masing-masing fokus, independen, dan transparan dalam menjalankan bisnis.
Telkom berharap setelah proses delayering selesai, tiap pilar bisa bergerak lebih fokus untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pendapatan. Transformasi ini berjalan beriringan dengan streamlining anak usaha, yang diturunkan dari 67 menjadi 48 dan ditargetkan menyisakan 19 anak usaha. Tujuannya jelas: value creation di seluruh grup bisa dikelola dengan lebih terukur dan tidak terpecah-pecah.
Dalam kerangka ini, empat kemitraan Telin di BATIC berperan sebagai “proof point” bahwa pilar international bukan sekadar label. Melalui kemitraan strategis tersebut, Telin memperluas kemitraan dengan berbagai pemain industri digital dan mengembangkan kapabilitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis internasional TelkomGroup.
Menuju Telco Digital Global: Integrasi Layanan sebagai Kunci
Empat kemitraan Telin di BATIC menunjukkan strategi yang konsisten: konektivitas global, infrastruktur data center, dan arsitektur digital terbuka harus berjalan sebagai satu paket ekspansi digital TelkomGroup. Penambahan kapasitas sekitar 1,4 Tbps bersama PEACE memberi fondasi bandwidth pada rute Asia, Afrika, dan Eropa, sementara integrasi data center SM+ dan jaringan global Telin memperkuat kapasitas hulu-hilir untuk layanan digital lintas pasar.
Penerapan Open Digital Architecture dan Open APIs menyiapkan fondasi teknis agar semua elemen tersebut mudah diintegrasikan, dioperasikan, dan dikembangkan bersama mitra global. Kerja sama dengan GTI turut memperkaya eksplorasi kapasitas fiber pair dan infrastruktur konektivitas lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang Telin dalam konektivitas global.
Pada akhirnya, kemitraan ini adalah bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat kapabilitas internasional dan integrasi layanan digital melalui Telin. Langkah ini sejalan dengan peran Telkom sebagai strategic holding yang mengatur strategi dan memastikan value creation di seluruh grup berjalan optimal. Jika konsisten dieksekusi, Telin berpeluang menjadi telco digital global yang tidak hanya menjual kapasitas, tetapi mengorkestrasi ekosistem layanan lintas benua.






