Pelepasan Tukik Penyu sebagai Wajah Baru Kepedulian Korporat
Pelepasan tukik penyu yang dipadukan dengan edukasi lingkungan pesisir adalah inisiatif konservasi laut berbasis masyarakat di mana perusahaan, lembaga pemerintah, dan pelajar bekerja bersama melepas anak penyu ke habitat alaminya sambil mempelajari pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi sampah plastik yang mengancam keanekaragaman hayati. PT Bank Central Asia Tbk melalui payung program CSV Bakti BCA menggandeng PPATK untuk menggelar edukasi pelestarian penyu dan pelepasan 1.300 tukik di Banyuwangi. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pernyataan politis bahwa sektor keuangan tidak bisa lagi memandang krisis lingkungan sebagai isu di luar bisnis. Digelar dalam rangka Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT, program ini menunjukkan bahwa narasi anti kejahatan finansial dapat dipertemukan dengan agenda konservasi untuk menghasilkan dampak sosial yang lebih luas.
Mengapa Mengajak 100 Pelajar Lebih Penting dari Sekadar 1.300 Tukik
Angka 1.300 tukik penyu yang dilepas ke Pantai Villa So Long memang memantik perhatian publik, tetapi dampak jangka panjang justru bertumpu pada 100 pelajar yang terlibat aktif dalam rangkaian edukasi lingkungan pesisir. Mereka tidak hanya menonton pelepasan tukik penyu, tetapi diajak memahami konservasi penyu laut melalui dongeng tentang kehidupan penyu, aktivitas mewarnai tote bag ramah lingkungan sebagai kampanye pengurangan plastik sekali pakai, dan pengalaman langsung membawa tukik ke bibir pantai. Di titik ini, program CSV bank seperti Bakti BCA mengambil posisi strategis: mengubah anak sekolah menjadi agen perubahan yang peka terhadap ekosistem pesisir. Tanpa perubahan perilaku generasi muda, setiap pelepasan tukik berisiko menjadi aksi simbolik yang tenggelam di tengah lautan sampah dan pola konsumsi yang tidak berubah.
CSV BCA: dari 10 Bottles for 1 Egg hingga Teknologi Intan Box
Yang menarik dari inisiatif ini adalah cara BCA menghubungkan kebiasaan harian masyarakat dengan konservasi penyu laut. Melalui kampanye 10 Bottles for 1 Egg yang diperkenalkan pada BCA Expoversary, setiap 10 botol plastik bekas yang dikumpulkan dikonversi menjadi dukungan pendanaan untuk penyelamatan satu telur penyu. Itu bukan sekadar program CSR, melainkan praktik nyata creating shared value: mengurangi timbunan plastik sekaligus memperkuat ekosistem pesisir melalui pelepasan tukik penyu. “Kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik untuk berkontribusi terhadap pelepasan satu ekor anak penyu (tukik), dirancang untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengajak masyarakat peduli kelestarian ekosistem laut,” ujar Hera F. Haryn. Di sisi lain, penyerahan dan pemanfaatan teknologi inkubator buatan Intan Box dan Intan Ruang kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation memperlihatkan bahwa program CSV bank ini juga berinvestasi pada inovasi konservasi, bukan hanya kegiatan seremonial.
Komitmen Jangka Panjang dan Peran Nyata Sektor Korporat
Pelepasan tukik ke habitat alami di Banyuwangi hanyalah puncak dari komitmen jangka panjang BCA dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Melalui Bakti BCA, perusahaan telah mendukung pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik dan relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di Banyuwangi, Yogyakarta, dan Bali. Angka ini menunjukkan konsistensi, sesuatu yang sering hilang dalam praktik CSR yang sekadar mengejar citra. Dengan menggandeng Banyuwangi Sea Turtle Foundation sejak 2016, BCA memposisikan diri sebagai mitra permanen konservasi penyu laut, termasuk penanaman vegetasi pesisir seperti pandan laut dan pengembangan teknologi konservasi. Di sini, sektor korporat terlihat mengambil peran melampaui donor sesaat: ikut merancang solusi, mengedukasi sekolah melalui penyediaan tempat sampah terpilah dari bahan daur ulang, dan menyambungkan isu keuangan dengan kesehatan ekosistem pesisir. Jika pola ini diikuti perusahaan lain, konservasi laut berpeluang menjadi arus utama, bukan proyek pinggiran.
Kesimpulan: Pelepasan Tukik Harus Menjadi Gerakan Kolektif, Bukan Agenda Satu Bank
Pelepasan 1.300 tukik penyu di Banyuwangi melalui program CSV Bakti BCA menunjukkan bahwa korporasi mampu menggabungkan konservasi penyu laut, edukasi lingkungan pesisir, dan pengurangan sampah plastik dalam satu rangkaian yang konkret. Namun masa depan penyu dan ekosistem pesisir tidak boleh ditumpukan pada satu bank atau satu yayasan. Agenda seperti pelepasan tukik penyu dan relokasi sarang harus dipandang sebagai gerakan kolektif yang melibatkan dunia usaha, sekolah, komunitas lokal, dan pemerintah. Inisiatif BCA memberi contoh: gunakan daya dukung bisnis untuk memperkuat program konservasi, siapkan teknologi seperti Intan Box, dan investasikan waktu pada generasi muda. Tugas publik sekarang adalah menuntut agar setiap program lingkungan korporat seambisius ini: punya angka jelas, target ekosistem, dan porsi besar untuk edukasi. Tanpa tekanan publik, CSR akan mudah kembali menjadi slogan kosong.





