Galaxy Watch Ultra 2: Jam Tangan Pintar Serius untuk Pelari Serius
Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 adalah lini jam tangan pintar baru yang dirancang untuk pengguna yang membutuhkan kombinasi daya tahan baterai lebih besar, GPS lebih akurat, dan fitur kesehatan canggih, sehingga cocok sebagai jam tangan pintar marathon dan wearable olahraga ekstrem yang dipakai harian maupun saat latihan intensif di luar ruangan.
Peluncuran Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 menegaskan satu hal: Samsung tidak lagi sekadar membuat gadget gaya hidup, tetapi perangkat performa tinggi untuk pelari dan pegiat outdoor. Head of MX Product Marketing Senior Manager Ilham Indrawan menjelaskan bahwa keduanya dihadirkan untuk memberi kenyamanan maksimal tanpa mengorbankan ketahanan fisik maupun performa. Dalam acara peluncuran di Jakarta, ia menekankan bahwa desain Watch Ultra 2 sekarang 12 persen lebih tipis, sekaligus membawa kapasitas baterai jauh lebih besar dibanding pendahulunya. Bagi pelari marathon yang biasa menghabiskan berjam-jam di lintasan atau trail runner yang menghabiskan satu hari penuh di gunung, kombinasi ini adalah perbedaan antara sekadar wearable biasa dan smartwatch GPS akurat yang siap diajak lomba.

Galaxy Watch Ultra 2 Baterai: 35% Lebih Besar, Kenyamanan Lebih Baik
Daya tahan adalah keluhan klasik pelari dan pendaki terhadap jam tangan pintar, dan di sinilah Galaxy Watch Ultra 2 mengambil langkah besar. Desainnya dibuat 12 persen lebih tipis dibanding generasi sebelumnya, sehingga terasa lebih ringan di tangan, namun kapasitas baterainya justru naik hingga 35 persen lebih besar. Quote yang paling kuat untuk menggambarkan lonjakan ini datang dari Ilham: kapasitas baterai Galaxy Watch Ultra 2 melonjak hingga 35 persen lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Teknologi silicon carbon battery yang dipakai pada Galaxy Watch Ultra 2 menunjukkan orientasi yang jelas: ini bukan sekadar jam cantik, tetapi perangkat yang harus hidup sepanjang sesi latihan panjang, lomba ultra marathon, bahkan beberapa hari petualangan di alam. Di sisi lain, Galaxy Watch 9 hadir sebagai opsi lebih ringan untuk pemakaian harian dengan baterai 390 mAh pada varian 40 mm dan 445 mAh pada varian 44 mm. Digabung dengan desain cushion dan strap baru yang diklaim nyaman untuk penggunaan non-stop, Watch 9 menyasar pelari kasual dan pengguna yang ingin satu jam tangan pintar marathon yang tetap enak dipakai ke kantor dan tidur.
GPS Lebih Akurat: Dari Trail Running ke Marathon Jalanan
Bagi pelari, akurasi GPS adalah alat ukur performa, bukan sekadar angka di layar. Untuk pertama kalinya, Samsung membenamkan chipset Snapdragon Wear Elite pada Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9, yang bukan hanya meningkatkan respons sistem tetapi juga akurasi GPS, terutama untuk aktivitas luar ruang seperti trail running. Menurut Ilham, peningkatan ini penting karena di gunung sinyal umumnya tidak stabil, sehingga jam tangan harus bisa berdiri sendiri sebagai smartwatch GPS akurat tanpa bergantung pada ponsel.
Fitur unggulan yang terasa sangat relevan untuk pelari trail dan ultra adalah kemampuan mengunggah berkas GPX langsung ke jam. Pengguna bisa menyiapkan rute, lengkap dengan informasi elevasi, lalu mengikuti jalur itu meski sepenuhnya offline. Seperti dijelaskan Ilham, dengan Watch Ultra 2 pengguna dapat men-track rute dan elevation tanpa takut sinyal hilang, karena akurasi sudah semakin baik. Untuk pelari marathon jalanan, ini berarti catatan pace, jarak, dan profil rute yang lebih konsisten; sementara untuk wearable olahraga ekstrem, kombinasi ketahanan sertifikasi IP69K dan GPS yang tetap stabil di kondisi berat menjadikannya perangkat yang layak dibawa ke sesi latihan paling liar sekalipun.
Kesehatan, Kenyamanan, dan Harga: Untuk Siapa Jam Ini?
Selain urusan baterai dan GPS, ekosistem Samsung Health ikut diperbarui dengan metrik kebugaran seperti Vitals & Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index untuk membaca indikator vital tubuh secara berkala dan menilai intensitas latihan harian. Untuk pelari, ini membantu menjawab pertanyaan klasik: hari ini sebaiknya push lebih keras atau istirahat. Digabung dengan kenyamanan desain cushion dan strap baru pada Galaxy Watch 9, jam ini lebih masuk akal untuk dipakai tidur dan mengukur pemulihan, bukan hanya saat lari.
Di sisi harga, Galaxy Watch Ultra 2 dibanderol Rp 10.499.000, sedangkan Galaxy Watch 9 dijual Rp 6.499.000 untuk ukuran 44 mm dan Rp 5.969.000 untuk ukuran 40 mm. Bagi pelari pemula, Watch 9 sudah lebih dari cukup sebagai jam tangan pintar marathon yang seimbang antara fitur dan harga. Namun bagi mereka yang hidupnya berputar di sekitar race, trail, dan petualangan ekstrem, Galaxy Watch Ultra 2 adalah wearable olahraga ekstrem yang lebih masuk akal, apalagi dengan masa pre-order yang masih berjalan hingga 13 Agustus 2026 dan berbagai program trade-in, cicilan, serta bonus band metal dan langganan Strava Premium yang menyertai penjualan awal.
Kesimpulan: Saatnya Mengambil Jam Serius untuk Lari Serius
Jika selama ini jam tangan pintar cenderung kompromi antara desain, baterai, dan akurasi, kombinasi Galaxy Watch Ultra 2 baterai besar, sertifikasi IP69K, dan GPS yang lebih akurat memberi tanda bahwa kompromi itu mulai berakhir. Samsung jelas membidik pelari dan pegiat outdoor yang ingin satu perangkat yang mampu menemani latihan panjang, lomba resmi, hingga petualangan ekstrem tanpa rasa cemas akan baterai habis di tengah rute.
Bagi pelari yang siap menaikkan standar, pertanyaan utama bukan lagi “perlu jam tangan pintar atau tidak”, tetapi “jam tangan pintar marathon mana yang paling selaras dengan target performa dan kebiasaan latihan saya”. Dengan peningkatan baterai 35 persen, kemampuan GPX offline, dan ekosistem kesehatan yang makin matang, Galaxy Watch Ultra 2 menempatkan diri sebagai kandidat kuat untuk mereka yang menganggap setiap kilometer sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar angka di layar.






