Razr Fold: Definisi Baru Ponsel Lipat Book-Style Premium
Motorola Razr Fold adalah smartphone foldable premium bergaya ponsel lipat book-style yang menggabungkan layar utama 8,1 inci LTPO 2K, layar eksternal 6,6 inci, sistem kamera kelas flagship, baterai 6.000mAh, dan fitur kecerdasan buatan terintegrasi untuk mendukung produktivitas, kreativitas, serta hiburan pengguna tingkat lanjut dalam satu perangkat yang bisa bertransformasi dari ponsel ke tablet mini. Motorola resmi merilis Razr Fold pada 15 Juli 2026 sebagai perangkat foldable book-style pertama dalam lini Razr Family di pasar nasional, menandai langkah agresif mereka masuk ke kategori smartphone foldable premium yang selama ini dikuasai pemain lama. Langkah ini bukan sekadar menambah varian, tetapi sinyal jelas bahwa brand ingin kembali diperhitungkan di kelas flagship dengan resep yang berani: layar besar, baterai jumbo, dan AI yang terasa relevan, bukan kosmetik.

Layar 8,1 Inci dan Desain Lipat: Kekuatan atau Sekadar Gimmick?
Motorola Razr Fold harga Rp25,499 juta selama masa pre-order menempatkannya sejajar dengan flagship lain; artinya, layar dan desain lipat harus menawarkan nilai nyata, bukan efek wow sesaat. Dalam posisi tertutup, pengguna mendapat layar eksternal 6,6 inci yang nyaman untuk notifikasi dan penggunaan cepat, lalu berubah menjadi tablet mini dengan layar utama 8,1 inci LTPO beresolusi 2K ketika dibuka. Ukuran ini langsung terasa menguntungkan untuk multitasking: membuka dua aplikasi berdampingan, mengedit dokumen, membaca e-book, sampai menonton film di bidang tampilan yang jauh lebih lega daripada smartphone konvensional. Desain engsel teardrop berbahan baja tahan karat, pelat titanium, Ultra-Thin Glass, dan lapisan Anti-Shock Film menunjukkan Motorola serius pada ketahanan, bukan hanya gaya. Ditambah penggunaan Corning Gorilla Glass Ceramic 3 di bagian luar, Razr Fold mengirim pesan jelas: ponsel lipat book-style bisa terasa premium sekaligus tangguh.
AI dan moto ai: Seberapa Penting di Kehidupan Sehari-hari?
Di tengah tren smartphone foldable premium, Motorola tidak berhenti di layar dan desain; mereka menjadikan AI sebagai identitas utama Razr Fold. Platform moto ai terintegrasi dengan berbagai layanan AI populer seperti Microsoft Copilot, Google Gemini, dan Perplexity AI, sehingga ponsel ini lebih dekat ke asisten kerja hybrid daripada sekadar perangkat hiburan. Country Head Motorola, Bagus Prasetyo, menegaskan bahwa Razr Fold dirancang untuk menggabungkan kamera berkualitas tinggi, performa berbasis AI, baterai besar, serta desain premium agar pengguna bisa berpindah dari pekerjaan ke hiburan tanpa ganti perangkat. Di level praktis, kombinasi chipset Snapdragon 8 Gen 5, RAM 12GB, dan penyimpanan 256GB memberi ruang bagi AI untuk bekerja tanpa kompromi performa. Di sinilah posisi Motorola menarik: mereka tidak menjual AI sebagai jargon, melainkan sebagai alat yang menyatu dengan pengalaman layar besar untuk produktivitas dan konsumsi konten.
Kamera Flagship dan Audio Premium: Paket Serius untuk Kreator Konten
Jika ponsel lipat book-style selama ini kerap dikritik lemah di kamera, Razr Fold mencoba membalik narasi itu. Sistem kameranya mengantongi DXOMARK Gold Label untuk kategori imaging, dipimpin kamera utama 50MP dengan sensor Sony LYTIA 828 yang mampu merekam video 8K dengan dukungan Dolby Vision. Kamera telefoto periskop 50MP dengan sensor Sony LYTIA 600 menghadirkan zoom optik 3x plus OIS, sementara fitur 100x Super Zoom Pro berbasis AI menyasar pengguna yang sering memotret objek jarak jauh. Kamera ultrawide 50MP sudut 122 derajat yang juga berfungsi sebagai Macro Vision hingga sekitar 3,5 cm membuat paket fotografi Razr Fold terasa komplet untuk lanskap, grup, hingga close-up. Untuk selfie dan video call, ada kamera 32MP di layar dalam dan 20MP di layar eksternal. Audio pun tidak setengah hati: dukungan Dolby Atmos dan sistem Sound by Bose memberi kualitas suara stereo yang kaya dan detail untuk film, musik, dan gim.
Baterai 6.000mAh, Harga Rp25 Jutaan, dan Posisi di Pasar Flagship
Dari sisi daya, Motorola Razr Fold dibekali baterai 6.000mAh berbasis teknologi silicon-carbon yang diklaim sebagai kapasitas terbesar di kelas smartphone foldable saat ini menurut perusahaan. Dikombinasikan dengan mode Laptop dan Tent yang memungkinkan perangkat berdiri sendiri untuk kerja, video call, atau menonton konten, ponsel ini jelas menarget pengguna yang ingin mengganti kombinasi ponsel + tablet + tripod dengan satu perangkat. Secara resmi, Motorola Razr Fold harga pre-order dipatok Rp25.499.000 hingga 21 Juli 2026 melalui kanal online dan retail resmi seperti Shopee, Erafone, dan Digiplus. Menurut Motorola, program ini adalah strategi untuk memperluas adopsi perangkat foldable premium sekaligus memberi nilai tambah bagi pembeli awal. Di titik ini, pertanyaannya sederhana: untuk siapa Razr Fold? Jawabannya: bagi pengguna yang ingin smartphone foldable premium dengan layar besar, AI serius, kamera flagship, dan baterai jumbo, kompromi harganya terasa sepadan; bagi pencari ponsel ringkas dan terjangkau, perangkat ini jelas bukan jawabannya.




